Menentukan Posisi Milkyway Kurang Dari 5 Detik


Roda Bimasakti. Kredit: kalastro.id.

Bimasakti atau milkyway yang mengacu pada pusat galaksi kita menjadi salah satu incaran saat ini. Baik bagi mereka yang menekuni astronomi, astrofotografi, maupun sekedar suka atau penasaran saja. Meski begitu, letak milkyway di langit tidak tetap. Sehingga jika ingin menemukannya maka kita harus mengetahui posisinya terlebih dahulu.

Untuk mengetahui posisi milkyway kita bisa menggunakan cara mainstream dengan menggunakan peta bintang. Selain itu kita juga bisa menggunakan cara lain. Salah satunya adalah dengan menggunakan peraga "Roda Bimasakti" yang dibuat oleh kalastro.id seperti terlihat sebelumnya.

Cara penggunaan mudah sekali. Pertama kita harus menentukan terlebih dahulu tanggal pengamatan. Bisa hari ini atau kapanpun kita inginkan. Kemudian kita tarik garis lurus ke arah pusat hingga membelah lingkaran jam. Nah jam dekat adalah waktu milkyway terbit. Sedangkan jam jauh adalah waktu tenggelamnya.

Contoh penggunaan 15 Mei. Kredit: kalastro.id.

Di atas adalah contoh mencari posisi milkyway pada 15 Mei. Dari lingkaran tanggal kemudian kita tarik garis lurus ke arah lingkaran jam. Maka diketahui milkyway terbit di langit timur lewat pukul 20:00 waktu setempat.

Posisi milkyway akan bergeser sesuai waktu pada lingkaran jam dengan arah berlawanan jarum jam. Letak milkyway terus meninggi hingga mencapai ketinggian maksimum lewat pukul 02:00 waktu setempat.

Setelah itu milkyway akan mulai berpindah ke langit barat. Hingga terakhir milkyway tenggelam sesuai jam jauh yaitu lewat pukul 08:00 waktu setempat.

Meski begitu kita tidak bisa melihat milkyway tenggelam karena terjadi pada siang hari. Kita hanya bisa melihat milkyway hingga matahari terbit sekitar pukul 06:00 waktu setempat. Garis hitam tebal menunjukkan batas siang dan malam.

Contoh penggunaan 2. Kredit: kalastro.id.

Contoh lain untuk pengamatan pada 8 Agustus. Setelah menarik garis dari lingkaran tanggal ke lingkaran jam. Maka terlihat bahwa milkyway akan terbit lewat pukul 14:00 waktu setempat. Namun pengamatan milkyway baru bisa dilakukan setelah matahari tenggelam sekitar pukul 18:00 waktu setempat.

Kemudian milkyway akan bergeser hingga mencapai ketinggian maksimum lewat pukul 20:00 waktu setempat. Dan akhirnya milkyway akan tenggelam lewat pukul 02:00 waktu setempat.

Perlu diperhatikan bahwa lingkaran jam mewakili waktu 24 jam. Sehingga perpindahan antar titik akan mewakili waktu 2 jam. Sedangkan setiap pertengahan titik berarti mewakili waktu 1 jam.

Peraga ini menggunakan asumsi matahari terbit pukul 06:00 waktu setempat. Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat maka kita bisa mengubah lingkaran jam dengan mengarahkan waktu matahari terbit ke titik berwarna jingga.

Peraga ini berlaku lokal untuk wilayah sekitar khatulistiwa. Untuk wilayah lintang tinggi maka peraga ini membutuhkan penyesuaian lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar