recent posts

gerhana bulan total 2018

Apa yang Membuat Gerhana Bulan 31 Januari 2018 Istimewa?

Terakhir kali terjadi gerhana bulan total di Indonesia adalah 4 April 2015. Sudah hampir 3 tahun lalu. Sebenarnya setelah itu masih ada satu gerhana bulan total lagi pada 28 September 2015. Namun sayang tidak bisa terlihat di Indonesia. Dan semenjak itu di Indonesia hanya terjadi dua kali gerhana penumbral di tahun 2016. Serta satu kali gerhana penumbral dan satu kali gerhana sebagian di tahun 2017.

Gerhana bulan total. Kredit: Luong Thai Linh.

Langkanya gerhana bulan total beberapa tahun belakangan bukan cuma terjadi di Indonesia. Namun juga secara global pada umumnya. Bahkan jika dibandingkan gerhana matahari total masih lebih sering terjadi daripada gerhana bulan total. Karena setidaknya gerhana matahari total telah terjadi pada 9 Maret 2016 dan 27 Agustus 2017. Sedangkan pada tahun 2016 dan 2017 tidak ada satupun gerhana bulan total.

Namun penantian panjang ini akan segera berakhir pada 31 Januari 2018. Yaitu ketika gerhana bulan total kembali akan terjadi di seluruh Indonesia. Penantian hampir 3 tahun terakhir ini tampaknya tidak mengecewakan. Sebab gerhana bulan total 31 Januari 2018 memiliki durasi totalitas mencapai 1 jam 16 menit. Dan itu lebih panjang dari dua gerhana bulan total di Indonesia sebelumnya pada 4 April 2015 selama 4 menit dan 8 Oktober 2014 selama 58 menit.

Selain soal durasi, gerhana bulan total 31 Januari 2018 juga punya keunikannya sendiri. Sebab gerhana bulan total pertama di tahun ini bakal bertepatan dengan supermoon dan bluemoon. Sekarang coba bayangkan. Dalam satu bulan purnama terdapat tiga fenomena sekaligus. Tentu ini akan menjadi keistimewaan tersendiri. Dan lebih lengkapnya mari kita bahas satu per satu.

Pembuka Dwilogi Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total 31 Januari 2018 rupanya tidak datang sendiri. Di belakangnya masih ada gerhana bulan total lagi pada 28 Juli 2018. Jadi selama tahun ini bakal ada dua kali gerhana bulan total dengan rentang waktu setengah tahun saja. Hebatnya kedua gerhana bulan total tersebut sama-sama bisa disaksikan di seluruh Indonesia. Sehingga bisa dipastikan tahun ini bakal ramai oleh parade dwilogi gerhana bulan total.

Dua gerhana bulan total di tahun ini juga sama-sama memiliki durasi panjang. Sebagai pembuka dwilogi gerhana bulan total 31 Januari 2018 memiliki durasi 1 jam 16 menit. Dan puncak dwilogi gerhana bulan total 28 Juli 2018 memiliki durasi mencapai 1 jam 43 menit. Begitu panjang. Bahkan menjadi yang paling panjang di abad ini. Tidak ada gerhana bulan total yang bisa berlangsung selama itu sampai 100 tahun ke depan.

Fakta menarik dari dua gerhana bulan total di tahun ini adalah keduanya saling berlawanan (atau melengkapi?). Untuk gerhana pertama terjadi di titik terdekat Bumi sehingga terlihat lebih besar. Sedangkan gerhana kedua kebalikannya sehingga terlihat lebih kecil. Gerhana pertama terjadi ketika Bulan condong ke utara tapi kedua condong ke selatan. Pertama di musim hujan dan kedua di musim kemarau. Pertama sebelum tengah malam kedua setelah tengah malam.

Keterbalikan dua gerhana bulan total di tahun ini membawa kabar baik. Misal kita jadi tidak bosan karena meski sama-sama gerhana bulan total tapi suasananya berbeda. Bagi fotografer juga menarik untuk membandingkan kedua gerhana bulan total seperti dalam hal ukuran. Dan untuk perbedaan musim akan memberi harapan bahwa meski salah satunya akan terancam cuaca buruk. Tapi setidaknya tidak semua gerhana bulan total yang terancam.

Pembuka Dwilogi Bluemoon

Tahun ini sepertinya kita bakal sering membicarakan Bulan. Bagaimana tidak? Selain dwilogi gerhana bulan total, tahun ini juga akan ada parade dwilogi bluemoon. Bluemoon adalah sebutan untuk bulan purnama kedua dalam satu bulan masehi. Ini bisa terjadi karena bulan masehi memiliki jumlah tanggal sampai 31 hari. Sedangkan satu periode orbit Bulan dari satu purnama ke purnama sekitar 29,5 hari. Jadi apabila purnama jatuh di awal bulan maka masih ada cukup hari untuk purnama berikutnya jatuh di bulan yang sama.

Sebaran Fenomena pada Bulan tahun 2018. Kredit: kalastro.id.

Umumnya dalam satu bulan hanya ada satu bulan purnama. Tapi di tahun ini akan ada dua bulan yang punya dua bulan purnama. Masing-masing adalah Januari dan Maret. Untuk Januari bulan purnama terjadi pada 2 dan 31 Januari 2018. Dan untuk Maret bulan purnama terjadi pada 2 dan 31 Maret 2018. Sedangkan bluemoon adalah bulan purnama kedua di masing-masing bulan yaitu 31 Januari 2018 dan 31 Maret 2018.

Karena hanya istilah maka bluemoon tidak lebih dari bulan purnama pada umumnya. Jadi ya tidak ada bedanya. Tapi tentu ini akan jadi menarik apabila bluemoon ternyata juga terjadi bersamaan gerhana bulan total. Sebagaimana yang akan terjadi pada 31 Januari 2018 ketika bulan biru malah berwarna merah karena gerhana. Sedangkan untuk bluemoon kedua pada 31 Maret 2018 bulan biru akan berwarna putih karena cuma purnama biasa.

Perbedaan warna dari dua bluemoon ini juga berkesan. Sebab dalam dwilogi bluemoon di tahun ini bluemoon akan berwarna merah putih. Bisa dibayangkan di langit Indonesia akan berkibar bluemoon berwarna merah putih tanpa warna biru. Merdeka!

Penutup Trilogi Supermoon

Kalau bluemoon hanya istilah semata namun tidak dengan supermoon. Sebab bulan purnama ketika supermoon akan terlihat sedikit lebih besar dan terang. Ini terjadi lantaran Bulan mencapai fase purnama di titik jarak terdekat dari Bumi. Meski begitu bedanya tidak banyak. Perbandingan ukuran supermoon dan bulan purnama di titik terjauh sekalipun hanya 14% saja. Sehingga cara terbaik menangkap perbedaan tersebut adalah dengan mengambil citra kedua bulan purnama kemudian membandingkannya.

Berbeda dengan gerhana bulan juga bluemoon yang masing-masing terpisah oleh bulan purnama lain. Supermoon umumnya berkelompok dan terjadi berurutan. Seperti yang terjadi pada trilogi supermoon pada 3 Desember 2017, 2 Januari 2018, dan 31 Januari 2018. Ketiganya adalah bulan purnama yang berurutan dan semua adalah supermoon. Dan dari ketiga supermoon tersebut yang paling besar dan terang sudah terjadi pada 2 Januari 2018.

Fakta menarik bahwa di tahun ini akan ada dua kali supermoon. Dan semuanya terjadi di bulan yang sama yaitu Januari 2018. Sekarang coba bayangkan. Dua bulan purnama di bulan yang sama saja sudah spesial. Sampai-sampai yang kedua diberi istilah khusus yaitu bluemoon. Dan yang terjadi di Januari ini malah dua bulan purnama dan dua-duanya adalah supermoon.

Meski bukan yang terbesar dalam parade trilogi supermoon ini. Supermoon 31 Januari 2018 tetap spesial sebagai sang penutup pertunjukan. Tidak lain karena supermoon terakhir di tahun ini terjadi ketika gerhana bulan total serta bluemoon. Alih-alih bersedih untuk meninggalkan trilogi supermoon. Yang terjadi malah kita akan sangat gembira untuk memulai trilogi gerhana bulan total dan bluemoon di saat bersamaan.

Dan ketika semua fenomena pada Bulan terjadi bersamaan. Maka ini adalah waktu terbaik melihat Bulan.
Apa yang Membuat Gerhana Bulan 31 Januari 2018 Istimewa? Apa yang Membuat Gerhana Bulan 31 Januari 2018 Istimewa? Reviewed by Gigih Ikhbal on Januari 10, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.