Supermoon dan Minimoon Tahun 2018

Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit yang tidak bulat sempurna melainkan elips. Sehingga jarak antara Bulan dan Bumi akan berbeda dari waktu ke waktu. Ada kalanya Bulan mencapai jarak terdekat dengan Bumi ketika perigee. Dan ada pula kalanya Bulan mencapai jarak terjauh dengan Bumi ketika apogee. Perubahan jarak Bulan terhadap Bumi juga membuat Bulan kadang sedikit terlihat lebih besar atau sebaliknya sedikit lebih kecil.

Supermoon. Kredit: Getty Images.

Ketika Bulan mencapai fase purnama saat sedang berada pada titik terdekat dari Bumi atau perigee maka bulan purnama akan terlihat lebih besar dan terang. Fenomena bulan purnama yang besar dan terang biasa disebut purnama perigee atau supermoon. Sedangkan ketika Bulan mencapai fase purnama saat sedang berada pada titik terjauh dari Bumi atau apogee maka bulan purnama akan terlihat lebih kecil dan redup. Fenomena bulan purnama yang kecil dan redup biasa disebut purnama apogee atau minimoon.

Jika keduanya dibandingkan supermoon akan terlihat 14% lebih sebesar dari minimoon. Sedangkan supermoon akan terlihat 30% lebih terang dari minimoon. Namun pada kenyataannya perbandingan ini akan sulit kita temukan jika kita tidak terbiasa melihat bulan purnama sebelumnya. Maka jika ingin melihat supermoon ataupun minimoon sebaiknya kita terbiasa melihat bulan purnama terlebih dahulu.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya tahun 2017 pun akan terlihat supermoon dan minimoon. Lebih detailnya selama tahun 2017 akan terlihat dua kali supermoon dan dua kali minimoon. Kedua minimoon akan terlihat lebih dahulu pada Mei dan Juni. Sedangkan kedua supermoon baru akan terlihat pada November dan Desember.

Supermoon 2 Januari 2018

Supermoon terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama pada jarak terdekat dari Bumi atau perigee. Karena berada dekat maka bulan purnama ketika supermoon terlihat sedikit lebih besar dan terang. Memasuki awal tahun ini akan terlihat supermoon terbesar dan paling terang selama tahun 2018. Diameter sudutnya mencapai 33,5 menit busur. Supermoon hari ini juga menjadi yang terbesar dan paling terang sejak tahun 2016 hingga 2034. Puncak supermoon berlangsung Selasa pagi pukul 09:24 WIB. Dan di Indonesia lebih baik jika mengamati sebelum puncak supermoon antara Senin malam sampai Selasa pagi.

Supermoon 31 Januari 2018

Jika supermoon sebelumnya terjadi pada awal Januari, kini supermoon kembali terjadi pada akhir Januari. Sehingga selama Januari ada dua supermoon sekaligus. Supermoon kali ini memang tidak sebesar supermoon sebelumnya. Namun perbedaan masing-masing tidak jauh. Supermoon hari ini memiliki diameter sudut 33,2 menit busur. Dan menjadi supermoon terbesar dan paling terang kedua tahun ini. Puncak supermoon terjadi Rabu malam pukul 20:26 WIB. Dengan begitu kita di Indonesia bisa mengamati supermoon saat puncaknya berlangsung.

Minimoon 28 Juni 2018

Minimoon terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama pada jarak terjauh dari Bumi atau apogee. Karena berada jauh maka bulan purnama ketika minimoon terlihat sedikit lebih kecil dan redup. Hari ini akan terlihat minimoon pertama pada tahun ini. Diameter sudutnya 29,5 menit busur. Puncak minimoon berlangsung Kamis siang pukul 11:53 WIB. Sementara di Indonesia lebih baik jika mengamati setelah puncak minimoon antara Kamis malam hingga Jumat pagi.

Minimoon 28 Juli 2018

Umumnya supermoon dan minimoon muncul berkelompok dalam suatu musim. Jika pada Januari lalu adalah musim supermoon maka kini giliran musim minimoon yang datang. Ya, akan ada minimoon lagi! Minimoon hari ini menjadi yang terkecil dan paling redup selama tahun 2018. Diamater sudut minimoon hari ini adalah 29,4 menit busur atau sedikit lebih kecil dari minimoon sebelumnya. Puncak minimooon terjadi Sabtu pagi pukul 03:21 WIB. Dengan begitu kita di Indonesia bisa mengamati minimoon saat puncak berlangsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar