recent posts

gerhana bulan total 2018

Hujan Meteor Tahun 2018

Hujan meteor adalah fenomena tahunan yang terjadi setiap kali Bumi melintasi orbit komet atau asteroid. Pada orbit tersebut banyak terdapat batuan angkasa berupa serpihan komet atau asteroid yang disebut meteoroid. Kemudian kumpulan meteoroid itu akan jatuh ke Bumi dan terbakar menjadi meteor saat melintasi atmosfer. Dengan banyaknya meteor yang muncul maka akan terjadi fenomena hujan meteor yang begitu menawan.

Meteor. Kredit: Elysium.

Karena hujan meteor adalah peristiwa tahunan maka tanggal puncak setiap hujan meteor akan sama dari tahun ke tahun. Intensitas setiap hujan meteor pun cenderung tidak berubah. Dan setiap hujan meteor bisa terlihat di seluruh Indonesia setelah tengah malam sampai menjelang matahari terbit. Sedangkan yang membedakan suatu hujan meteor dari tahun ke tahun adalah fase bulan pada puncak hujan meteor tersebut.

Hujan meteor membutuhkan langit yang gelap untuk bisa terlihat secara maksimal. Sedangkan Bulan pada fase-fase tertentu bisa menjadi sumber polusi cahaya alami yang akan mengganggu pengamatan hujan meteor. Misalnya saja Bulan pada fase cembung dan purnama akan bersinar terang sehingga meteor-meteor redup akan cukup sulit terlihat. Sedangkan Bulan pada fase baru dan sabit akan bersinar redup sehingga tidak akan mengganggu.

Infografis Hujan Meteor 2018. Kredit: kalastro.id.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya hujan meteor pun akan menghiasi langit tahun 2018. Beruntung pada tahun 2018 kebanyakan hujan meteor akan mencapai puncak pada fase bulan sabit. Dengan begitu akan banyak hujan meteor yang ideal untuk kita lihat secara langsung. Dan untuk memaksimalkan kesempatan ini maka sebaiknya kita mengagendakan pengamatan hujan meteor ke tempat-tempat yang juga minim polusi cahaya.

Kamis, 4 Januari 2018 - Hujan Meteor Quadrantid

Bumi bulat dan mengelilingi Matahari bersama benda angkasa lainnya. Dan ketika Bumi melintasi orbit suatu komet atau asteroid, maka debu yang ditinggalkan bakal tertarik gravitasi bumi. Debu-debu itu kemudian terbakar dalam atmosfer menjadi hujan meteor. Quadrantid adalah hujan meteor pertama tahun ini. Puncak Quadrantid berlangsung mulai Kamis dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 120 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Bootes di langit utara. Sayang puncak Quadratid terjadi tidak lama setelah bulan purnama. Sehingga Bulan bisa menjadi sumber polusi cahaya yang membuat meteor redup sulit terlihat.

Senin, 23 April 2018 - Hujan Meteor Lyrid

Lyrid adalah hujan meteor pertama yang berlangsung pada musim kemarau di Indonesia. Karena itu Lyrid lebih mungkin teramati tanpa mengalami gangguan cuaca seperti mendung bahkan hujan. Puncak Lyrid berlangsung mulai Senin dini hari hingga matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Lyra di langit utara. Puncak Lyrid bertepatan dengan bulan kuartir awal. Jadi Bulan akan tenggelam sebelum tengah malam sehingga tidak mengganggu pengamatan. Sembari menunggu meteor kita juga bisa menyaksikan piringan Bimasakti yang membentang dari utara ke selatan!

Sabtu, 5 Mei 2018 - Hujan Meteor Eta Aquarid

Dua pekan setelah Lyrid menyusul hujan meteor Eta Aquarid dengan itensitas lebih tinggi. Puncak Eta Aquarid berlangsung mulai Sabtu dini hari hingga matahari terbit. Sebanyak 60 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius di langit timur. Namun sayang Bulan cembung nantinya berada di langit selama puncak Eta Aquarid. Akibatnya pengamatan hari ini sedikit banyak bisa terganggu. Untuk hasil lebih baik maka pengamatan Eta Aquarid bisa pula dilakukan besok atau lusa menunggu fase bulan menipis dan meredup.

Sabtu, 28 Juli 2018 - Hujan Meteor Delta Aquarid

Setelah Eta Aquarid kini giliran hujan meteor Delta Aquarid yang berlesatan dari rasi Aquarius. Puncak Delta Aquarid berlangsung mulai Sabtu dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius di puncak langit. Menariknya puncak Delta Aquarid bertepatan dengan gerhana bulan total berdurasi ekstrim. Sehingga Delta Aquarid yang mestinya terganggu cahaya bulan purnama malah menjadi ideal karena Bulan akan bercahaya merah temaram selama gerhana. Bulan purnama dan hujan meteor yang biasa saling mengalahkan kini bersatu untuk membuat kita semua gembira!

Minggu, 12 Agustus 2018 - Hujan Meteor Perseid

Perseid menjadi hujan meteor paling menjanjikan tahun ini. Sebab Perseid berlangsung pada tengah musim kemarau di Indonesia. Serta konsisten menghasilkan banyak meteor bahkan fireball. Tidak kurang dari 90 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Perseus di langit utara. Ditambah puncak Perseid hampir bertepatan fase bulan baru. Jadi langit malam bakal benar-benar gelap dan tiap meteor bisa dengan mudah terlihat. Bagusnya lagi puncak Perseid berlangsung pada akhir pekan antara Minggu dini hari hingga matahari terbit. Maka yang kita butuhkan hanya kopi kental supaya siap melek semalaman!

Senin, 22 Oktober 2018 - Hujan Meteor Orionid

Suka Orion? Rasi Orion memang sangat terkenal pun mudah dikenali. Jadi jika ada hujan meteor yang berlangsung dari arah rasi Orion tentu sangat menarik. Seperti itulah Orionid hari ini. Puncak Orionid berlangsung antara Senin dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Orion di puncak langit. Sayang puncak Orionid terjadi menjelang bulan purnama. Untuk menghindari gangguan cahaya bulan maka pengamatan baik dilakukan setelah bulan terbenam saat fajar. Atau bisa pula melakukan pengamatan satu-dua hari sebelumnya.

Jum'at, 14 Desember 2018 - Hujan Meteor Geminid

Hujan meteor Geminid dan Perseid selalu bersaing sengit setiap tahunnya. Sebab Geminid pun konsisten menghasilkan banyak meteor bahkan fireball. Tidak kurang dari 120 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Gemini di langit barat. Selain itu puncak Geminid berlangsung menjelang bulan kuartir awal. Sehingga Bulan akan tenggelam sebelum tengah malam dan tidak mengganggu pengamatan. Namun masalah utama Geminid adalah cuaca yang seringkali tidak mendukung. Sebab di Indonesia telah memasuki musim hujan. Namun tentu tidak ada salahnya mencoba peruntungan berburu Geminid di antara awan. Puncak Geminid berlangsung mulai Jum'at dini hari sampai menjelang matahari terbit.
Hujan Meteor Tahun 2018 Hujan Meteor Tahun 2018 Reviewed by Gigih Ikhbal on Desember 23, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.