Bersiap untuk Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019

Antara tahun 2017-2018 tidak ada satupun gerhana matahari yang bisa terlihat di Indonesia. Kesempatan untuk melihat gerhana matahari di Indonesia baru datang pada akhir tahun 2019. Tepatnya pada 26 Desember 2019 ketika gerhana matahari cincin melintasi beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan wilayah lain di seluruh Indonesia bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian. Ini adalah gerhana matahari cincin kedua di Indonesia di abad ini setelah sebelumnya terjadi tahun 2009 silam.

Gerhana matahari cincin. Kredit: Kevin Baird.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika Matahari, Bulan, Bumi segaris lurus sehingga akan terlihat Bulan menutupi Matahari. Namun karena pada saat itu ukuran Bulan lebih kecil dari Matahari maka Bulan hanya akan menutupi tengah bagian Matahari. Sehingga masih akan ada bagian Matahari yang terlihat bersinar membentuk seperti cincin api. Karena masih ada bagian terang Matahari yang terlihat maka gerhana matahari cincin tidak boleh dilihat secara langsung. Dan butuh filter matahari untuk mengurangi intentitas cahaya matahari yang masuk ke mata.

Berbeda dengan gerhana matahari total 9 Maret 2016 yang hanya melintasi daratan Indonesia. Gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 akan melintasi daratan dari banyak negara. Dimulai dari Saudi Arabia, Qatar, UAE, Oman, India, Sri Langka, Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan berakhir di Samudera Pasifik. Meski harus berbagi dengan banyak negara tapi Indonesia tetap memegang peran penting. Sebab gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 akan berpusat di Indonesia. Tepatnya berada di titik koordinat 01° 00,5' LU dan 101° 57,4' BT.

Lintasan gerhana matahari cincin 26 Desember 2019. Kredit: eclipsophile.com.

Secara global gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 akan mulai berlangsung antara pukul 10:34-14:01 WIB. Sedangkan puncaknya akan terjadi pada pukul 12:17 WIB dengan durasi 3 menit 39 detik. Durasi tersebut terbilang singkat mengingat gerhana matahari cincin mampu berlangsung lebih dari 11 menit. Hal ini terjadi lantaran pada 26 Desember 2019 perbedaan ukuran Matahari dan Bulan tidak terlalu jauh. Pada puncak gerhana, selisih diameter sudut antara Matahari dan Bulan sekitar 1,25 menit busur. Dengan persentase 94,1% bagian Matahari tertutupi oleh Bulan.

Gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 terjadi tidak lama setelah Matahari mencapai titik balik selatan. Sehingga pada saat gerhana berlangsung Matahari akan condong ke arah selatan dengan deklinasi sekitar -23,3 derajat. Sedangkan Bulan akan berada sedikit lebih ke arah utara dengan deklinasi -23 derajat. Perpaduan antara gerhana matahari cincin yang melintasi belahan bumi utara dan matahari berada di belahan langit selatan. Maka ketinggian matahari akan cukup rendah di lokasi-lokasi yang dilintasi gerhana. Misalkan saja di titik pusat gerhana ketinggian matahari hanya sekitar 65 derajat.

Lintasan gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 di Indonesia. Kredit: solar-eclipse.info.

Di Indonesia gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 akan bertepatan dengan peringatan 15 tahun pasca tsunami Aceh. Dan secara tepat juga melintasi beberapa wilayah yang dahulu terkena dampak bencana tersebut. Gerhana matahari cincin pertama kali menyentuh daratan Indonesia dari Pulau Simeulue mulai pukul 11:50 WIB. Kemudian bergerak menuju Pulau Nias, Aceh Singkil, Sumatera Utara, Riau, Pulau Batam, dan Pulau Bintan. Selanjutnya gerhana matahari cincin akan melintasi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Pulau Miangas akan menjadi daratan terakhir yang dilintasi pada pukul 13:31 WIB.

Untuk wilayah-wilayah di Indonesia yang tidak dilintasi gerhana matahari cincin. Maka hanya bisa menyaksikan gerhana matahari dengan persentase yang berbeda-beda. Gerhana matahari sebagian dengan persentase tertinggi lebih dari 80% akan terlihat di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sedangkan gerhana matahari sebagian dengan persentase sedang antara 60-80% akan terlihat di Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, sampai Papua. Tentu saja persentase itu bisa berubah ...apabila kita memutuskan pergi ke lokasi yang dilintasi gerhana matahari cincin.

Perkiraan cuaca saat gerhana matahari cincin di Indonesia. Kredit: solar-eclipse.info.

Tantangan terbesar dalam pengamatan gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 tidak lain adalah cuaca. Sebab pada saat itu sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan. Dan secara umum Indonesia berpotensi tertutup awan ketika gerhana berlangsung. Wilayah di Indonesia yang memiliki potensi lebih rendah adalah di Pulau Simeuleu sampai ke pesisir barat Sumatera Utara dan di pesisir timur Kalimantan Utara sampai ke Pulau Miangas. Dan semuanya cukup sulit untuk dijangkau sehingga perlu persiapan yang matang.

Saran praktis untuk menyaksikan gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 barangkali adalah jangan hanya mengejar gerhana matahari cincin. Dalam artian agendakan pula kegiatan lain semisal berwisata. Apalagi gerhana matahari cincin ini bertepatan dengan liburan akhir tahun. Dengan begitu apabila memang cuaca kurang mendukung maka setidaknya kita masih bisa melakukan agenda lainnya. Beberapa destinasi wisata di sekitar lintasan gerhana matahari cincin yang bisa dicoba seperti Danau Toba, Pulau Bintan, Singkawang, dan Kepulauan Derawan.

Sekian. Selamat mengagendakan liburan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar