E-ELT Bakal Jadi Teleskop Terbesar di Dunia

Beberapa tahun sudah berlalu sejak ledakan pertama mulai menggerogoti puncak bukit Cerro Armazones di Chile pada Kamis, 18 Juni 2014. Ledakan itu menghamburkan ratusan ton bebatuan hingga memangkas habis puncak bukit tersebut. Sehingga menyisakan puncak yang datar -sesuai rencana. Yaitu untuk membangun teleskop optik semi inframerah terbesar di dunia bernama European Extremely Large Telescope (E-ELT).

Konsep E-ELT. Kredit: ESO.

E-ELT adalah teleskop raksasa berjenis reflektor dengan cermin tunggal berdiameter 39,3 meter. Sebagai perbandingan, teleskop optik berjenis reflektor terbesar saat ini adalah Gran Telescopio Canarias dengan diameter 10,4 meteor. Itu artinya E-ELT akan 3 kali lipat lebih besar dari teleskop terbesar saat ini. Lembaga astronomi yang akan merealisasikan rencana besar ini adalah European Southern Observatory (ESO).

Pada awalnya ESO berencana untuk membangun Overwhelmingly Large Telescope (OWL), teleskop “monster” berdiamater cermin utama 100 meter. Namun, lompatan itu dinilai masih terlalu jauh untuk saat ini. Design-nya masih terlalu rumit dan akan memakan biaya yang besar hingga 1,5 milyar Euro. Konsekuensinya pengerjaan megaproyek tersebut bisa sangat lama. Dan itu bukanlah pilihan yang bijak. Maka sebagai “batu loncatan” ESO memilih fokus untuk membangun teleskop yang lebih kecil, yaitu Extremely Large Telescope (E-ELT).

Pertemuan ESO guna membahas konsep E-ELT pertama kali diadakan pada bulan Maret 2008. Pada 26 April 2010, ESO memilih Cerro Armazones di Chile sebagai tempat pendirian E-ELT. Rencana awal E-ELT akan dibuat berdiamater 42 meter dengan anggaran 1,27 milyar Euro. Namun untuk mempercepat pengerjaan, akhirnya pada tahun 2011 rencana sedikit dirubah dengan memperkecil ukuran E-ELT menjadi 39,3 meter dengan anggaran 1 milyar Euro. Dengan demikian pengerjaan E-ELT ditergetkan akan selesai pada tahun 2022 atau kurang dari 1 dekade lagi.

Lokasi E-ELT

Lokasi pembangunan E-ELT. Kredit: Google Maps/kalastro.id.

Meski menjadi lompatan besar namun E-ELT tidak akan menempati lokasi yang jauh dari teleskop-teleskop raksasa terdahulu. E-ELT akan didirikan di puncak bukit Cerro Armazones, Gurun Atacama, Chile. Tepatnya pada koordinat 24° 35′ 20″ LS dan 70° 11′ 32″ BB. Ketinggiannya mencapai 3,060 meter di atas permukaan laut. Luas area yang dipersiapkan mencapai 18.900 hektar untuk area pusat dan 36.200 hektar untuk area perlindungan.

Masih di Gurun Atacama, tidak jauh di sebelah timur bukit Cerro Armazones tegak berdiri bukit Paranal. Di puncaknya terdapat Observatorium Paranal yang menjadi rumah bagi 4 teleskop raksasa VLT berdiamater 8,2 meter. Kedekatan keduanya bukan tanpa alasan. Dengan meletakkan E-ELT dekat Observatorium Paranal, maka segala urusan tehnis untuk mendukung E-ELT sebagai pusat penelitian yang baru akan jadi lebih mudah. Dengan begitu E-ELT tidak harus mengadakan segala keperluannya sendiri.

Gurun Atacama memang telah didedikasikan sebagai tempat untuk kegiatan observasi astronomi optik hingga radio. Pasalnya Gurun Atacama memiliki curah hujan sangat kecil sekitar 15 milimeter per tahun dengan hari tanpa awan sekitar 324 hari per tahun. Selain itu jauhnya pemukiman penduduk akan mengurangi dampak polusi cahaya dan radio yang mengganggu. Observatorium yang juga berada di Gurun Atacama adalah La Silla untuk optik dan ALMA untuk radio.

Rancangan E-ELT

Rancangan E-ELT tampak dalam. Kredit: ESO.


E-ELT adalah teleskop optik yang disiapkan untuk mengumpulkan cahaya pada panjang gelombang visual hingga dekat inframerah. Teleskop ini berjenis reflektor, yaitu menggunakan cermin cekung sebagai pengumpul cahaya. Cermin utama E-ELT berukuran 39,3 meter dengan luas permukaan 978 meter persegi dan panjang fokus mencapai 840 meter. Cermin utama tersebut disusun dari 798 segmen cermin yang lebih kecil. Tiap segmen berbentuk heksagonal (segi 6) berdiamater 1,45 meter dengan tebal hanya 5,5 cm. Untuk cermin utama saja beratnya akan mencapai 2.800 ton.

Dengan cermin utama yang demikian besar, E-ELT akan memiliki kemampuan mengumpulkan cahaya 100.000.000 kali lebih banyak dari mata manusia. E-ELT bahkan mampu mengumpulkan cahaya lebih banyak daripada jika seluruh teleskop raksasa berukuran 8-10 meter di seluruh muka bumi disatukan. Hasilnya E-ELT akan mampu menangkap citra 15 kali lebih tajam dibanding teleskop luar angkasa Hubble sekalipun!

Untuk mengarahkan ke target, E-ELT dilengkapi mounting jenis nasmyth dimana pengarah azimut dapat berputar hingga 360°. Untuk membantu mengunci target dan membentuk cahaya artifisial maka disiapkan sepasang laser di tiap 4 sudut cermin utama. Untuk mencegah getaran seismik yang dapat mengganggu pencitraan hingga merusak komponen optik, seismic isolator pun dipasang pada dasar bangunan.

Perbandingan ukuran E-ELT, VLT dan Patung Liberty di Amerika Serikat. Kredit: ESO

Bangunan yang menyelimuti E-ELT akan berdiri hingga ketinggian 100 meter atau setara tinggi bahu patung Liberty di Amerika Serikat. Sedangkan lebar kubahnya akan mencapai 86 meter atau setara dengan setengah stadion sepak bola. Perbandingan lain jika teleskop Hubble memiliki ukuran sebesar bus, maka E-ELT adalah lapangan parkir bagi bus tersebut. Begitu besar bukan? Dan bayangkan, teleskop sebesar itu akan segera menjadi wakil mata kita untuk melihat langit!

Tugas Utama E-ELT

Dengan kemampuan luar biasa dalam mengumpulkan cahaya, E-ELT memiliki tugas utama untuk mengamati berbagai obyek sangat redup. Diantaranya melihat secara langsung exoplanet yang selama ini hanya bisa terdeteksi dari pola perubahan cahaya bintang induk. Tujuannya untuk mengetahui densitas permukaan hingga komposisi kimia atmosfer suatu eksoplanet. Hal-hal tersebut merupakan faktor-faktor sangat esensial bagi penunjang kehidupan. Singkat kata E-ELT akan membawa lebih dekat pada pencarian exoplanet yang benar-benar laik huni bahkan mungkin sedang dihuni!

Selain itu E-ELT akan melihat ke tepi terjauh alam semesta berjarak belasan milyar tahun cahaya. Mempelajari bagaimana lubang hitam dan bintang generasi pertama saling berhubungan membentuk galaksi purba. Dari galaksi purba tersebut akan dipelajari detail pola penyebaran bintang dari waktu ke waktu dalam suatu galaksi. Mempelajari bagaimana galaksi berevolusi. Juga dengan melihat ke tepi terjauh alam semesta, E-ELT akan mengukur kecepatan mengembang alam semesta yang lebih akurat. Mempelajari bagaimana alam semesta berevolusi.

2 komentar:

  1. Lebih keren dari teleskop di gunung Palomar..
    ok, otw ke E-ELT dalam mimpi 😍😍😍
    nice info 👏👏👏👍👌

    BalasHapus