Hujan Meteor Tahun 2017

Hujan meteor adalah fenomena tahunan yang terjadi setiap kali Bumi melintasi orbit komet atau asteroid. Ketika itu Bumi akan menerjang kumpulan meteoroid yang berasal dari serpihan komet atau asteroid. Kemudian kumpulan meteoroid akan bertabrakan dengan Bumi. Dan pada atmosfer bumi meteoroid akan terbakar menjadi meteor. Dengan banyaknya meteoroid yang jatuh dan terbakar di atmosfer maka terjadilah hujan meteor yang begitu menawan.

Foto Komposit Hujan Meteor Geminid. Kredit: Mark Ezzel.

Karena hujan meteor adalah peristiwa tahunan maka tanggal puncak setiap hujan meteor akan sama dari tahun ke tahun. Itensitas meteor per jam setiap hujan meteor pun cenderung tidak berubah. Dan setiap hujan meteor bisa terlihat di seluruh Indonesia setelah tengah malam sampai menjelang matahari terbit. Sedangkan yang membedakan suatu hujan meteor dari tahun ke tahun adalah fase bulan pada puncak hujan meteor tersebut.

Hujan meteor membutuhkan langit yang gelap untuk bisa terlihat secara maksimal. Sedangkan Bulan pada fase-fase tertentu bisa menjadi sumber polusi cahaya alami yang akan mengganggu pengamatan hujan meteor. Misalnya saja Bulan pada fase cembung dan purnama akan bersinar terang sehingga meteor-meteor redup akan cukup sulit terlihat. Sedangkan Bulan pada fase baru dan sabit akan bersinar redup sehingga tidak akan mengganggu.

Jadwal Hujan Meteor 2017
Hujan Meteor Tanggal Itensitas Fase Bulan
Quadrantid 3 Januari 40 Sabit
Lyrid 22 April 20 Sabit
Eta Aquarid 5 Mei 60 Cembung
Delta Aquarid 28 Juli 20 Sabit
Perseid 13 Agustus 90 Cembung
Orionid 22 Oktober 20 Sabit
Leonid 17 November 20 Sabit
Geminid 13 Desember 100 Sabit

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya hujan meteor pun akan menghiasi langit tahun 2017. Beruntung pada tahun 2017 kebanyakan hujan meteor akan mencapai puncak pada fase bulan sabit. Dengan begitu akan banyak hujan meteor yang ideal untuk kita lihat secara langsung. Dan untuk memaksimalkan kesempatan ini maka sebaiknya kita mengagendakan pengamatan hujan meteor ke tempat-tempat yang juga minim polusi cahaya.

Hujan Meteor Quadrantid 3 Januari 2017

Quadrantid akan menjadi hujan meteor yang pertama menghiasi langit Indonesia tahun ini. Puncak Quadrantid berlangsung mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 40 meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Bootes di langit utara. Bulan fase sabit akan tenggelam sebelum tengah malam sehingga cahaya bulan tidak akan mengganggu pengamatan.

Hujan Meteor Lyrid 22 April 2017

Lyrid adalah hujan meteor pertama pada musim kemarau di Indonesia sehingga lebih mungkin teramati tanpa gangguan awan. Puncak Lyrid berlangsung mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Lyra di langit utara. Pengamatan Lyrid akan semakin menarik dengan keberadaan Bulan fase sabit di langit timur setelah tengah malam.

Hujan Meteor Eta Aquarid 5 Mei 2017

Dua pekan setelah Lyrid akan berlangsung Eta Aquarid dengan itensitas lebih tinggi. Puncak Eta Aquarid berlangsung mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 60 meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Aquarius di langit timur. Bulan fase cembung akan terbenam tidak lama setelah tengah malam sehingga mulai waktu itu pengamatan akan ideal tanpa gangguan cahaya bulan.

Hujan Meteor Delta Aquarid 28 Juli 2017 

Setelah Eta Aquarid, kini giriran meteor-meteor dari Delta Aquarid yang akan melesat dari arah Rasi Aquarius. Puncak Delta Aquarid berlangsung mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Aquarius di langit zenit. Bulan fase sabit akan tenggelam sebelum tengah malam sehingga cahaya bulan tidak akan mengganggu pengamatan.

Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2017

Jika biasanya Perseid menjadi hujan meteor terbaik maka mungkin tidak tahun ini. Sebabnya karena Bulan fase cembung akan bersinar cukup terang setelah tengah malam hingga matahari terbit. Sedangkan puncak Perseid berlangsung pada waktu yang sama mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 90 meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Perseus di langit utara. Tapi karena gangguan cahaya bulan maka jumlah meteor yang akan terlihat bisa jadi lebih kecil dari itu.

Hujan Meteor Orionid 21 Oktober 2017

Orionid adalah hujan meteor pertama pada musim hujan di Indonesia sehingga lebih mungkin terganggu oleh awan. Puncak Orionid berlangsung mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Orion di langit zenit. Bulan fase sabit akan tenggelam sebelum tengah malam sehingga cahaya bulan tidak akan mengganggu pengamatan.

Hujan Meteor Leonid 17 November 2017

Badai meteor terbesar dalam sejarah umumnya dihasilkan oleh Leonid dengan itensitas mencapai ratusan ribu meteor per jam. Namun badai meteor Leonid hanya akan terjadi saat kedatangan komet Tempel–Tuttle penghasil Leonid 33 tahun sekali. Komet Tempel–Tuttle terakhir mencapai perihelion tahun 1998 dan akan kembali tahun 2031. Pada tahun 2017 Leonid hanya akan menjadi hujan meteor dengan itensitas 20 meteor per jam. Hujan meteor Leonid akan berlangsung setelah tengah malam hingga matahari terbit dari arah rasi Leo.

Hujan Meteor Geminid 14 Desember 2017

Geminid akan menjadi hujan meteor yang terakhir menghiasi langit Indonesia tahun ini. Puncak Geminid berlangsung mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 120 meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Gemini di langit barat. Pengamatan Geminid akan semakin menarik dengan keberadaan Bulan fase sabit di langit timur setelah tengah malam.

Baca juga: Bagaimana Proses Terjadinya Hujan Meteor?

4 komentar:

  1. saya hanya melihat meteor Lyrid diatap rumah saya jatuh pada saat malam jam 09.52 saat itu langit cerah banyak bintang di bagian selatan dan utara,barat,timur sayang nya sy lupa ambil gambar T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah selamat ya! Kemarin lihat hujan meteor Eta Aquarid juga kah?

      Hapus
  2. Saat 23 mei di mount buthak malang saya juga lihat aquarid meteor rain saat jam 11 AM di camp 5 sebelum puncak
    1st time saya lihat hujan meteor dan saya ingin lihat lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahun 2018 akan banyak hujan meteor yang cukup ideal karena tidak terganggu cahaya bulan. Jadwalnya sudah ada di blog ini ya.

      Hapus