Fakta-fakta Supermoon 14 November 2016

Supermoon yang akan terlihat pada Senin, 14 November 2016 belakangan telah menjadi viral khususnya di kalangan pecinta astronomi. Supermoon kali ini memang disebut istimewa, karena Bulan akan terlihat sangat besar dan terang. Namun apa itu adalah fakta atau hanya mitos belaka? Apa supermoon kali ini memang pantas mendapatkan perhatian begitu besar? Atau kita sedang membangun harapan yang terlalu tinggi?

Supermoon 5 Mei 2012. Kredit: Tim McCord.

Nah supaya terhindar dari salah pemahaman maka ada baiknya kita ketahui dahulu fakta-fakta supermoon 14 November 2016 nanti. Dengan begitu kita bukan hanya terbawa arus dalam euforia semata melainkan memang memahami kemana kita sedang berjalan.

Supermoon Adalah Fenomena Biasa

Supermoon terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama di titik terdekat dari Bumi atau perigee. Sehingga purnama akan terlihat lebih besar dan terang. Namun jangan membayangkan supermoon telalu berlebihan. Karena supermoon hanya akan terlihat 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibanding purnama di titik terjauh dari Bumi atau apogee. Sedangkan jika dibandingkan dengan purnama pada umumnya perbedaannya hanya 7% lebih besar dan 15% lebih terang. Tentu jika kalian tidak biasa melihat purnama sebelumnya perbandingan ini akan sulit terlihat.

Selain itu supermoon sama sekali bukan fenomena langka. Supermoon umumnya akan terjadi beberapa kali dalam setahun. Sedangkan supermoon besar akan terjadi setiap 1 tahun 48 hari sekali. Dengan begitu sekalipun kita melewatkan supermoon 14 November 2016 nanti masih ada kesempatan untuk mengamatinya tahun depan. Sedangkan supermoon besar akan terjadi lagi 1 tahun 48 hari setelahnya atau pada 2 Januari 2018.

Supermoon Terbesar Sejak Tahun 1948

Meski supermoon terjadi secara periodik namun setiap supermoon akan memiliki perbedaan karena titik terdekat atau perigee antara Bulan dan Bumi tidak konstan. Ada kalanya perigee sedikit lebih dekat atau sebaliknya sedikit lebih jauh dari Bumi. Dengan begitu kadang suatu supermoon terlihat sedikit lebih besar dan terang atau sebaliknya sedikit lebih kecil dan redup dibanding supermoon lainnya.

Menariknya supermoon 14 November 2016 adalah yang terbesar dan paling terang sejak supermoon 26 Januari 1948. Ketika puncak purnama pada 14 November 2016 pukul 20:52 WIB Bulan akan berada 356.523 kilometer dari Bumi dan terlihat sebesar 33,51 menit busur. Meski begitu tetap saja perbedaan supermoon ini tidak akan jauh beda dibanding supermoon lainnya. Jadi cukup kita maknai saja ini sebagai suatu sejarah ketimbang mengharapkan fenomena yang luar biasa.

Bukan Supermoon Terbesar Abad Ini

Supermoon 14 November 2016 memang menjadi yang terbesar dan paling terang sejak tahun 1948. Sehingga sejak abad 21 (2001-2100 Masehi) dimulai supermoon 14 November 2016 masih menjadi yang terbesar dan paling terang. Namun itu bukan berarti supermoon 14 november 2016 akan berjaya hingga selesai abad ini. Karena supermoon 14 November 2016 akan terkalahkan oleh supermoon 25 November 2034 yang lebih besar dan lebih terang. Masih 18 tahun lagi.

Tapi di atas langit masih ada langit. Supermoon 25 November 2034 sekalipun bukan yang terbesar di abad ini. Supermoon terbesar di abad 21 akan terjadi pada 6 Desember 2052. Ketika puncak purnama pada 6 Desember 2052 pukul 14:18 WIB Bulan akan berada 356.429 kilometer dari Bumi dan terlihat sebesar 33,53 menit busur. Supermoon terbesar abad 21 baru akan terkalahkan oleh supermoon terbesar abad 22 yang akan terjadi pada 29 Januari 2116.

Indonesia Lokasi Ideal untuk Mengamati

Beruntung puncak perigee dan puncak purnama pada supermoon 14 November 2016 akan berlangsung saat malam di Indonesia. Sehingga kita bisa mengamati puncak supermoon karena Bulan sudah berada di atas horison. Lain halnya bagi negara-negara lain yang mengalami puncak perigee dan puncak purnama saat siang. Sehingga tidak bisa mengamati puncak supermoon karena Bulan masih di bawah horison. Dengan begitu untuk mengamatinya harus menunggu sampai malam hingga Bulan mulai terbit.

Tepatnya puncak perigee akan berlangsung lebih dulu pukul 19:27 WIB. Kemudian puncak purnama akan menyusul pukul 20:52 WIB. Pada waktu itu Bulan sudah terbit di seluruh Indonesia dan posisinya sudah cukup tinggi di atas horison. Sehingga supermoon 14 November 2016 akan sangat ideal untuk diamati di seluruh Indonesia. Tanpa terkecuali.

Terlihat Sepanjang Malam di Indonesia

Meski puncak perigee dan puncak purnama terjadi di awal malam di Indonesia namun supermoon tetap bisa terlihat sepanjang malam. Mulai saat supermoon terbit di timur saat senja hingga terbenam di barat saat fajar. Jadi seandainya di awal malam nanti sedang berawan sehingga tidak terlihat supermoon sama sekali. Kita tetap bisa mencoba mengamatinya lagi nanti saat tengah malam atau menjelang matahari terbit. Jadi semoga saja awan mendung tidak keenakan singgah di atas tempat kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar