Bosscha Pecahkan Rekor Dunia: Berhasil Amati Bulan Sabit Sangat Tipis

Pagi hari ini menjadi pagi yang indah bagi para astronom di Observatorium Bosscha. Sebab pengamatan yang dilakukan di Lembang, Bandung berhasil menangkap citra Bulan sabit yang sangat tipis. Diketahui Bulan sabit yang teramati itu hanya memiliki ketebalan 2 detik busur atau hampir seperseribu diameter Bulan purnama. Sedangkan luas bagian Bulan yang bercahaya hanya 0,08% saja.

Bulan sabit pada 1 September 2016 pukul 08:01 WIB. Kredit: Observatorium Bosscha.

Dikutip dari Halaman Facebook Observatorium Bosscha, "Bulan sabit ini juga berjarak sangat dekat, hanya 3,29 derajat dari Matahari. Mengalahkan rekor dunia saat ini sebesar 3,42 derajat."

Pengamatan dilakukan pada pada 1 September 2016 pukul 08:01 WIB oleh Muhammad Yusuf. Ketika itu umur Bulan hanya 8 jam sebelum konjungsi. Dan karena dilakukan sebelum konjungsi, maka Bulan sabit ini bukan termasuk hilal. Meski begitu, Bulan sabit kali ini bisa jadi adalah Bulan dengan fase paling tua yang pernah diamati.

Dalam pengamatannya, Muhammad Yusuf menggunakan peralatan sebagai berikut:
  • Teleskop William Optic ZS diameter 66 mm dan panjang focus 388 mm
  • Kamera Skyris 445M
  • Filter ZWO IR 850
  • Mounting teleskop AstroPhysics 1600 GTO
  • Baffle sepanjang 1,2 m

Keberhasilan ini adalah bukti kemampuan para astronom di Indonesia dalam menemukan Bulan sabit yang sangat tipis sekalipun. Sehingga tidak perlu ada lagi keraguan pada kompetensi serupa, misal dalam menemukan hilal. Dengan kata lain, keberhasilan inipun membuktikan kemampuan para astronom di Indonesia dalam menentukan awal penanggalan kalender berbasis Bulan seperti Hijriah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar