SETI Deteksi Peradaban Maju di Bintang Mirip Matahari?

Tim ilmuan dari Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) telah mengonfirmasi keberadaan sinyal kuat dari suatu bintang sejauh 95 tahun cahaya di rasi Hercules. Temuan ini menjadi perhatian terutama karena bintang yang dimaksud memiliki kemiripan dengan Matahari. Di antaranya bermassa 0,99 massa Matahari dan memiliki kelimpahan unsur metal.

Jodie Foster sebagai ilmuan SETI di film Contact. Via: Warner Bros.

Sebagaimana yang hingga kini diyakini, bintang serupa Matahari adalah yang paling memungkinkan untuk menopang kehidupan. Di antaranya karena memiliki umur cukup panjang dan stabil. Tidak seperti bintang bermassa besar yang berumur pendek dengan banyak fase kehidupan. Juga karena memiliki energi cukup besar dan zona laik huni yang jauh. Tidak seperti bintang bermassa kecil yang memiliki sedikit energi dan zona laik huninya berada sangat dekat pada bintang.

Dengan begitu muncul dugaan bahwa sinyal kuat yang lebih dulu diamati para astronom dengan RATAN-600 radio telescope di Russia setahun yang lalu itu adalah pesan dari suatu peradaban maju. Bahkan dalam skala Kardashev diasumsikan peradaban di sana telah memasuki tingkat kedua. Kardashev adalah tolak ukur untuk kemajuan teknologi suatu peradaban berdasarkan tingkat energi yang mampu dikirimkan sebagai pesan ke luar angkasa.

Ilustrasi Dyson Sphere. Kredit: Danielle Futselaar.

Kuatnya sinyal dari bintang dengan kode HD 164595 itu hanya bisa dihasilkan jika peradaban mereka telah mampu memperoleh energi yang sangat besar. Misal dengan memanen energi dari bintang. Salah satu cara yang memungkinkan adalah dengan konsep Dyson Sphere. Yaitu dengan melingkupi bintang tempatnya mengorbit dengan semacam panel surya raksasa. Sehingga bisa diperoleh energi yang luar biasa besar dari bintang. Dan megastruktur seperti ini hanya mungkin dibangun oleh peradaban yang telah berumur cukup tua dan mapan.

Namun apa peradaban di sana telah memiliki cukup umur untuk itu? Jika kehidupan di sistem bintang Matahari dan HD 164595 berawal pada usia bintang yang sama, maka itu mungkin. Karena diketahui bintang HD 164595 telah berusia lebih tua sekitar 6,3 milyar tahun, sedangkan Matahari baru sekitar 4,6 milyar tahun. Dengan selisih usia peradaban lebih dari 1 milyar tahun, maka megastruktur semodern itu menjadi mungkin.

Hingga kini para astronom baru menemukan keberadaan planet seukuran Neptunus yang mengitari bintang HD 164595. Belum ditemukan adanya planet serupa Bumi yang mengorbit di zona laik huni pada bintang tersebut. Namun belum bukan berarti tidak ada. Bisa saja seiring perkembangan akurasi pada instrumen optik milik peradaban manusia, kita akan menemukannya di masa depan. Atau mungkin tidak. Semua masih kemungkinan.

Sinyal kuat dari bintang HD 164595. Kredit: Bursov.

Selain opsi akan adanya peradaban maju di bintang mirip Matahari itu, peningkatan signal yang ditemukan bisa pula diakibatkan oleh fenomena alami. Misalnya karena peristiwa microlensing atau pemfokusan radiasi jauh oleh gravitasi dari sistem bintang HD 164595. Peristiwa itu adalah pembuktian atas teori Relativitas Einstein, bahwa massa akan melengkungkan ruang dan waktu sehingga gelombang elektromagnetik sekalipun akan tertarik dan terfokus oleh massa tersebut.

Apapun itu, hingga kini SETI dan Messaging Extraterrestrial Intelligence (METI) masih terus melanjutkan penelitian mendalam terhadap peningkatan signal tersebut. Menggunakan instrumen dari Allen Telescope Array di California dan Boquete Optical Observatory di Panama, hasilnya akan didiskusikan pada International Astronautical Congress pada 27 September 2016 di Guadalajara, Mexico. Dan kita masih harus menunggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar