Titik Radian dan Muasal Nama Hujan Meteor

Hujan meteor sejatinya terjadi ketika Bumi bergerak menerjang sekumpulan meteoroid. Oleh karena itu meteoroid akan berdatangan dari suatu arah di mana sekumpulan meteoroid itu berada. Pengamat di Bumi kemudian akan melihat meteor-meteor melesat dari suatu arah tersebut. Arah munculnya meteor-meteor itu disebut sebagai titik radian.

Titik radian hujan meteor Perseids. Kredit: NRAO.

Titik radian memegang peran penting dalam pengamatan hujan meteor. Karena selama hujan meteor terjadi meteor-meteor akan terlihat bergerak menjauhi titik radiannya. Jadi meski selama hujan meteor terjadi meteor-meteor bisa terlihat di sebelah mana saja. Namun arah gerak meteor-meteor itu akan sama yaitu menjauhi titik radiannya.

Titik radian juga menentukan seberapa besar itensitas suatu hujan meteor. Idealnya hujan meteor baru bisa diamati sejak titik radiannya muncul di langit. Dan semakin tinggi letak titik radiannya di langit maka semakin banyak pula meteor-meteor yang bisa terlihat.

Sadar akan pentingnya titik radian pada hujan meteor. Maka umat manusia pun menamakan hujan meteor berdasarkan rasi bintang letak titik radiannya. ditambah akhiran -ids. Misal jika suatu hujan meteor memiliki titik radian di rasi Lyra maka hujan meteor itu akan diberikan nama Lyrids. Misal radiannya di rasi Perseus maka namanya menjadi Perseids.

Namun jika suatu rasi bintang dihuni oleh lebih dari satu titik radian maka digunakan pula "perantara" bintang yang paling dekat dengan titik radiannya. Misal suatu hujan meteor memiliki titik radian di dekat bintang Eta Aquari maka namanya menjadi Eta Aquarids.