Mengapa Hujan Meteor Sebaiknya Disaksikan Setelah Tengah Malam?

Hampir setiap kali ada hujan meteor kita akan dihimbau untuk menyaksikannya setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Himbauan itu memang betul. Karena pada waktu itu jumlah meteor yang bisa diamati akan semakin banyak. Namun pernahkah bergelayut pertanyaan di benak Kalian mengapa bisa begitu?

Meteor Perseids pada 11 Agustus 2013. Kredit: Kenneth Brandon.

Sebelumnya harus dipahami dulu bahwa kita semua tinggal di sebuah planet yang selalu bergerak. Bumi kita setidaknya mengalami dua pergerakan sekaligus: rotasi dan revolusi. Gerak rotasi adalah pergerakan berputar Bumi terhadap sumbunya. Sedangkan gerak revolusi adalah pergerakan Bumi mengelilingi Matahari. Kedua arah gerak Bumi sama yaitu berlawanan arah jarum jam.

Arah gerak rotasi dan revolusi Bumi. Kredit: kalastro.id.

Gerak rotasi pada Bumi ini yang menyebabkan kita mengalami pergantian siang dan malam. Ketika kita ada di sisi Bumi yang menghadap Matahari, maka kita akan mengalami siang. Karena kita akan tersinari oleh Matahari. Sebaliknya jika kita ada di sisi Bumi yang membelakangi Matahari, maka kita akan megalami malam. Karena kita tidak terkena sinar Matahari.

Rotasi Bumi menyebabkan pergantian siang dan malam. Kredit: kalastro.id.

Meski secara garis besar kita bisa membedakan waktu menjadi sehari semalam. Namun yang kita alami bukan hanya siang dan malam bukan? Melainkan ada pagi, siang, sore, senja, tengah malam, dan lainnya. Nah kira-kira di sisi Bumi manakah kita berada pada semua waktu itu?

Mudah saja. Kita bisa membagi-bagi titik-titik waktu istimewa di Bumi. Misalnya pada sisi Bumi yang paling dekat dengan Matahari bisa kita tandai sebagai tengah siang. Sebaliknya pada sisi Bumi yang paling jauh dari Matahari bisa kita tandai sebagai tengah malam.

Nah karena kita sudah bisa menandai mana sisi tengah siang dan tengah malam. Maka dengan mengetahui arah rotasi Bumi bisa kita ketahui dimana matahari terbenam dan terbit. Antara tengah siang menuju tengah malam adalah waktu matahari terbenam. Sedangkan antara tengah malam menuju tengah siang adalah waktu matahari terbit.

Titik-titik waktu istimewa pada Bumi. Kredit: kalastro.id.
Kalau sudah mengetahui empat titik-titik waktu istimewa ini maka kita bisa dengan mudah menunjuk dimana kita sekarang. Misal jika pada pagi hari berarti kita ada di sisi antara matahari terbit dan tengah siang. Dan jika pada sore hari berarti kita ada di sisi antara tengah siang dan matahari terbenam.

Selesai dengan gerak rotasi, kita mulai membahas gerak revolusi. Sebagaimana yang kita ketahui gerak revolusi ini yang membawa kita mengelilingi Matahari setahun sekali. Dan selama perjalanan mengelilingi Matahari itu terkadang Bumi akan melalui wilayah yang dihuni segerombolan batuan angkasa. Batuan angkasa ini disebut sebagai meteoroid.

Bumi akan berpapasan dengan meteoroid. Kredit: kalastro.id.

Jika Bumi dan meteoroid berpapasan terlalu dekat maka keduanya pun akan bertabrakan. Bumi akan bergerak dengan cepat menerjang gerombolan meteoroid. Dan ketika itu sisi bumi yang searah dengan gerak revolusi yang akan paling banyak terkena meteoroid. Dengan kata lain sisi Bumi antara tengah malam - matahari terbit - tengah siang yang akan paling banyak terkena meteoroid.

Sebaliknya pada sisi Bumi yang membelakangi arah gerak revolusi akan lebih sedikit terkena meteoroid. Karena meteoroid itu lebih dulu jatuh di sisi Bumi yang searah gerak revolusi. Jadi pada antara sisi tengah siang - matahari tenggelam - tengah malam akan jarang terkena tabrakan antara meteoroid dengan Bumi.

Sisi Bumi yang searah gerak revolusi paling banyak terkena meteoroid. Kredit: kalastro.id.

Ketika meteoroid itu mulai menabrak Bumi maka meteoroid itu akan lebih dulu melewati atmosfer yang melingkupi Bumi. Dengan kecepatan yang sangat tinggi meteoroid itu akan dengan bergesekan hebat dengan partikel udara. Gesekan ini akan menimbulkan panas yang dengan cepat membakar meteoroid menjadi seperti bola api yang berpijar.

Fenomena terbakarnya meteoroid ini yang kita kenal sebagai meteor. Dan jika banyak meteoroid-meteoroid yang terbakar maka akan banyak meteor-meteor yang terlihat. Jika banyak meteor yang bisa terlihat maka kita menandai fenomena ini sebagai hujan meteor.

Pengamat waktu setelah tengah malam langsung menghadap arah datangnya meteor. Kredit: kalastro.id.

Nah karena pada sisi Bumi antara tengah malam - matahari terbit - tengah siang akan lebih banyak terkena meteoroid. Maka hujan meteor pun akan lebih baik jika diamati pada antara waktu itu. Karena jumlah meteor yang mungkin terlihat pun akan semakin banyak. Namun karena meteor tidak cukup terang untuk disaksikan pada siang hari. Maka waktu terbaik mengamati hujan meteor pun tersisa hanya antara tengah malam hingga matahari terbit.