Hujan Meteor Lyrids Tahun 2016 Terganggu Cahaya Bulan Purnama

Apa Kalian merindukan hujan meteor? Musim hujan beberapa bulan lalu memang sangat menggangu kita untuk mengamati berbagai fenomena astronomi. Tidak terkecuali hujan meteor. Namun kini musim telah berganti. Mengawali musim kemarau tahun 2016 akan berlangsung hujan meteor Lyrids.

Hujan Meteor Lyrids Tahun 2011. Kredit: Mike Cavaroc.

Hujan meteor Lyrids berlangsung antara 16-25 April 2016. Di mana puncak hujan meteor Lyrids berlangsung pada Sabtu, 23 April 2016 setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Ketika waktu puncak diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam.

Seperti namanya, hujan meteor Lyrids akan terlihat melesat dari arah rasi Lyra di langit utara. Namun jangan khawatir jika Kalian tidak bisa menemukan rasi Lyra. Karena meteor-meteor Lyrids bisa terlihat dari arah mana saja di langit. Jadi berusahalah memperoleh medan pandang yang luas.

Hujan meteor Lyrids bisa disaksikan di seluruh Indonesia dengan mata telanjang. Tapi untuk mengamatinya diperlukan kesabaran. Karena meteor-meteor Lyrids akan terlihat satu per satu dengan selisih waktu yang tidak menentu. Setidaknya kamu perlu waktu 30 menit untuk bisa memperoleh beberapa meteor.

Sayangnya pada tahun ini hujan meteor Lyrids akan terganggu oleh bulan purnama. Sehingga cahaya terang dari Bulan akan menyulitkan untuk melihat meteor-meteor redup. Untuk meminimalisir gangguan cahaya bulan maka cobalah mengamati menjelang matahari terbit. Karena pada waktu itu letak Bulan mulai cukup rendah di langit barat.

Jika gagal mengamati hujan meteor Lyrids tahun ini karena cahaya bulan terlalu terang. Masih ada kesempatan mengamati hujan meteor lain tidak lama setelahnya. Hujan meteor itu adalah Eta Aquarids yang mencapai puncak pada 5 Mei 2016. Beruntung, puncak hujan meteor Eta Aquarids akan bertepatan fase bulan baru. Jadi nanti cahaya bulan tidak akan menggangu.