Setelah 9 Maret 2016, Kapan Gerhana Matahari Total Terlihat di Indonesia?

Rabu, 9 Maret 2016 masyarakat di Indonesia akan menyaksikan langsung gerhana matahari total. Suatu fenomena alam yang disebut paling eksotis. Suatu pemandangan siang yang terang oleh sinar matahari berubah menjadi gelap seakan malam karena seluruh piringan matahari tertutupi piringan bulan. Terlihat bintang-bintang dan planet-planet pada siang hari. Terlihat kromosfer dan korona matahari. Bahkan hewan-hewan malam pun terkecoh oleh "malam semu" ketika gerhana.

Image
Gerhana matahari total tahun 2008 di China. Kredit: Bill Buckingham.

Meski begitu eksotis, namun sayang gerhana matahari total 9 Maret 2016 hanya akan melintasi beberapa wilayah saja. Diantaranya adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Beberapa kota yang dilewati adalah Mukomuko, Lubuklinggau, Palembang, Kendawangan, Sampit, Palangkaraya, Amuntai, Balikpapan, Tanah Paser, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Maba.

Sedangkan di luar wilayah yang terlintasi hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian, bukan gerhana matahari total. Dan bagi yang ingin melihat langsung gerhana matahari total namun berada di luar wilayah yang terlintasi. Maka harus berusaha pergi "menjemput bola" ke wilayah yang terlintasi. Tidak ada pilihan lain. Atau terpaksa harus menunggu gerhana matahari total berikutnya di Indonesia.

Gerhana Matahari Total 20 April 2023

Setelah 9 Maret 2016 gerhana matahari total baru bisa terlihat lagi di Indonesia pada 20 April 2023 atau setelah 7 tahun. Gerhana matahari tahun 2023 sangat menarik karena lintasannya berupa perpaduan lintasan gerhana matahari cincin di kedua ujung dan gerhana matahari total di bagian tengah. Perpaduan dua macam gerhana matahari seperti ini disebut sebagai gerhana matahari hybrid.

Gerhana matahari hybrid adalah jenis gerhana matahari yang paling langka. Selama abad 21 Indonesia hanya akan dilintasi 2 kali gerhana matahari hybrid. Pertama pada 20 April 2023 dan kedua pada 25 November 2049. Sebagai perbandingan selama abad 21 Indonesia akan dilintasi 6 kali gerhana matahari total. Itu artinya gerhana matahari hybrid 3 kali lipat lebih langka dibanding gerhana matahari total di Indonesia selama abad 21!

Image
Lintasan gerhana matahari total 20 April 2023. Kredit: Fred Espenak / Google Maps.

Pada 20 April 2023 Indonesia akan dilalui bagian tengah lintasan gerhana matahari hybrid. Sehingga yang bisa disaksikan di Indonesia adalah gerhana matahari total. Sayangnya gerhana matahari total nanti hanya akan melintasi Maluku dan Papua Barat. Jadi upaya "jemput bola" pada tahun 2023 mendatang bakalan lebih berat dibanding pada tahun 2016. Karena cakupan wilayahnya jauh lebih sedikit.

Selain cakupan wilayah yang lebih sempit, durasi gerhana matahari totalnya pun juga lebih singkat. Durasi gerhana matahari total pada tahun 2016 di Indonesia mecapai 3 menit 19 detik. Sedangkan pada tahun 2023 di Indonesia hanya mencapai 1 menit 50 detik. Tentu ini membuat gerhana matahari total 9 Maret 2016 lebih disarankan untuk diamati daripada menunggu 7 tahun mendatang.

Gehana Matahari Total 20 April 2042

Setelah 20 April 2023 gerhana matahari total baru bisa terlihat lagi di Indonesia pada 20 April 2042. Menariknya kedua gerhana matahari total ini terjadi di tanggal yang sama yaitu 20 April. Sehingga selisih keduanya bisa dinyatakan tepat 19 tahun. Namun di luar kesamaan tanggal itu, kedua gerhana matahari total ini sama sekali berbeda. Salah satu bedanya tahun 2023 adalah gerhana matahari hybrid sedangkan tahun 2042 adalah "murni" gerhana matahari total.

Image
Lintasan gerhana matahari total 20 April 2042. Kredit: Fred Espenak / Google Maps.

Perbedaan lainnya adalah gerhana matahari total tahun 2023 hanya melintasi Indonesia bagian timur sedangkan tahun 2042 hanya melintasi Indonesia bagian barat. Wilayah yang dilintasi adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Itu artinya cakupan wilayah yang dilintasi gerhana matahari total tahun 2042 lebih luas dibanding tahun 2023 namun masih lebih sempit dibanding tahun 2016.

Yang juga menarik adalah meski pola lintasan gerhana matahari total berbeda, namun provinsi yang dilintasi tahun 2042 adalah bagian dari provinsi yang dilintasi tahun 2016. Dengan begitu ini menjadi kabar baik bagi provinsi-provinsi tersebut. Karena akan merasakan setidaknya 2 kali gerhana matahari total dalam waktu yang relatif singkat. Durasi gerhana matahari total pada tahun 2042 di Indonesia mencapai 3 menit 30 detik. Hampir sama dengan durasi gerhana matahari total tahun 2016.

3 komentar:

  1. Arah matahari saat gerhana apa sama seperti waktu terbit. Matahari pada hari2 biasa? Ata sedikit bergeser?

    BalasHapus
  2. Arah matahari saat gerhana apa sama seperti waktu terbit. Matahari pada hari2 biasa? Ata sedikit bergeser?

    BalasHapus