Gerhana Matahari 9 Maret 2016 di Sulawesi Tenggara


Image
Peta magnitudo gerhana matahari 9 Maret 2016 di Sulawesi Tenggara. Kredit: BMKG.

Gerhana Matahari 9 Maret 2016 di Sulawesi Tenggara
Magnitudo - 0,848 s/d 0,967
Awal GMS - 07:28 WITA
Puncak GMS - 08:39 WITA
Akhir GMS - 10:01 WITA
Durasi GMS - 2 jam 33 menit

Gerhana matahari adalah fenomena berubahnya bentuk matahari karena tertutupi oleh bulan baik sebagian ataupun seluruhnya. Dengan begitu matahari yang awalnya terlihat bulat sempurna akan berubah menjadi sabit pada gerhana matahari sebagian (GMS) ataupun hilang seluruhnya pada gerhana matahari total (GMT). Untuk mempermudah menyatakan seberapa besar matahari tergerhanai oleh bulan, maka digunakan pula patokan magnitudo gerhana.

Magnitudo gerhana adalah perbandingan antara diameter matahari yang tergerhanai oleh bulan dan diameter matahari secara keseluruhan saat puncak gerhana terjadi. Jika magnitudo gerhananya 1 atau lebih dari 1 maka matahari tergerhanai total. Namun jika magnitudonya kurang dari 1 maka matahari tergerhanai sebagian. Jadi semakin besar magnitudonya, semakin besar pula itensitas gerhana matahari yang bisa disaksikan.

Image
Itensitas gerhana matahari di beberapa magnitudo. Kredit: BMKG.

Pada Rabu, 9 Maret 2016 beberapa wilayah di Indonesia akan dilintasi gerhana matahari total. Namun sayangnya gerhana matahari total tersebut hanya bisa disaksikan di beberapa wilayah saja. Di antaranya adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Provinsi Sulawesi Tenggara tidak termasuk dalam wilayah yang dilintasi gerhana matahari total. Meski begitu masyarakat di Sulawesi Tenggara masih bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian pada Rabu, 9 Maret 2016. Magnitudo gerhana matahari di Sulawesi Tenggara terentang antara yang terbesar 0,967 di Sulawesi Tenggara bagian utara hingga yang terkecil 0,848 di selatan Kepulauan Wakatobi. Itu artinya semakin ke utara maka itensitas gerhana matahari yang bisa disaksikan pun akan semakin besar.

Di Sulawesi Tenggara, gerhana matahari akan dimulai pada pagi hari. Jadi masyarakat di Sulawesi Tenggara bisa melihat semua tahapan gerhana matahari sebagian. Yakni sejak awal mula piringan bulan "menggigit" piringan matahari hingga gerhana matahari berakhir. Karena berada di selatan lintasan gerhana matahari total, maka di Sulawesi Tenggara akan terlihat piringan bulan menutupi bagian utara dari piringan matahari.

Ilustrasi gerhana matahari sebagian 9 Maret 2016 di Sulawesi Tenggara. Kredit: BMKG.

Secara umum gerhana matahari sebagian di Sulawesi Tenggara akan mulai terjadi pukul 07:28 WITA dengan ketinggian matahari 22 derajat. Puncak gerhana matahari sebagian terjadi pukul 08:39 WITA dengan ketinggian matahari 40 derajat. Dan akhir gerhana matahari sebagian terjadi pukul 10:01 WITA dengan ketinggian matahari 60 derajat. Durasi gerhana matahari sebagian di Sulawesi Tenggara sekitar 2 jam 33 menit.

Karena gerhana matahari di Sulawesi Tenggara akan dimulai pada pagi hari, maka lokasi pengamatan harus benar-benar memiliki medan pandang luas ke arah timur. Lokasi-lokasi yang bisa dipilih adalah pantai yang menghadap ke timur, lapangan, ataupun atap gedung bertingkat. Selain lokasi yang harus dipilih sebelumnya, cara pengamatan gerhana matahari juga harus disiapkan.

Untuk menyaksikan gerhana matahari 9 Maret 2016 di Sulawesi Tenggara tidak bisa secara langsung dengan mata telanjang. Karena ketika gerhana matahari dimulai, posisi matahari sudah cukup tinggi sehingga cahayanya sudah cukup kuat dan akan menyilaukan mata. Dengan begitu pengamatan harus dilakukan dengan alat bantu atau secara tidak langsung. Alat bantu yang bisa digunakan adalah kacamata berfilter matahari ataupun proyeksi lubang jarum.

Cara Membuat Proyeksi Lubang Jarum

Proyeksi lubang jarum adalah cara paling aman dan mudah untuk menyaksikan gerhana matahari. Karena kita hanya akan melihat pantulan sinar matahari, bukan melihat ke arah matahari langsung. Prinsip dasar dari proyeksi lubang jarum adalah dengan melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian sinarnya diproyeksikan ke suatu bidang datar. Cara ini dikenal dengan istilah proyeksi lubang jarum atau pinhole projector karena sinar matahari akan diproyeksikan dari lubang sebesar jarum.

Proyeksi lubang jarum. Kredit: timeanddate.com.

Suatu proyeksi lubang jarum dapat kita buat sendiri mulai dari yang sangat sederhana hingga cukup rumit. Cara paling sederhana adalah dengan menyediakan dua kertas karton, kertas pertama dilubangi oleh jarum dan kertas kedua digunakan sebagai proyeksi sinar matahari. Setelah siap semua, maka arahkan kertas pertama ke matahari dan kertas kedua dibelakangnya yang terkena bayangan. Maka akan terlihat proyeksi sinar matahari yang menggambarkan bentuk piringan matahari saat itu.

Selain dengan kertas atau sejenisnya, suatu proyeksi lubang jarum pun bisa dikreasikan dengan berbagai macam bentuk. Yang terpenting prinsipnya masih sama, yaitu melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian diproyeksikan. Berikut beberapa bentuk penerapan prinsip proyeksi lubang jarum lainnya baik yang terjadi secara alami ataupun dengan kreasi manusia.

Berbagai macam penerapan prinsip proyeksi lubang jarum. Kredit: 10minuteastronomy.

Selain menggunakan lubang jarum, memproyeksikan sinar matahari juga dapat dilakukan dengan binokuler ataupun teleskop. Caranya tetap sama, yaitu dengan melewatkan sinar matahari ke binokuler atau teleskop kemudian diproyeksikan ke bidang datar dibelakangnya. Ingat, tanpa filter matahari, kita hanya boleh melihat pantulan sinar matahari saja. Jika ingin melihat matahari dengan binokuler atau teleskop, maka keduanya harus dilengkapi juga oleh filter matahari khusus.

3 komentar: