Gerhana Matahari 9 Maret 2016 di Sulawesi Selatan

Peta magnitudo gerhana matahari 9 Maret 2016 di Sulawesi Selatan. Kredit: BMKG.

Gerhana Matahari 9 Maret 2016 di Sulawesi Selatan
Magnitudo - 0,824 s/d 0,998
Awal GMS - 07:26 WITA
Puncak GMS - 08:36 WITA
Akhir GMS - 09:54 WITA
Durasi GMS - 2 jam 30 menit

Gerhana matahari adalah fenomena berubahnya bentuk matahari karena tertutupi oleh bulan baik sebagian ataupun seluruhnya. Dengan begitu matahari yang awalnya terlihat bulat sempurna akan berubah menjadi sabit pada gerhana matahari sebagian (GMS) ataupun hilang seluruhnya pada gerhana matahari total (GMT). Untuk mempermudah menyatakan seberapa besar matahari tergerhanai oleh bulan, maka digunakan pula patokan magnitudo gerhana.

Magnitudo gerhana adalah perbandingan antara diameter matahari yang tergerhanai oleh bulan dan diameter matahari secara keseluruhan saat puncak gerhana terjadi. Jika magnitudo gerhananya 1 atau lebih dari 1 maka matahari tergerhanai total. Namun jika magnitudonya kurang dari 1 maka matahari tergerhanai sebagian. Jadi semakin besar magnitudonya, semakin besar pula itensitas gerhana matahari yang bisa disaksikan.

Image
Itensitas gerhana matahari di beberapa magnitudo. Kredit: BMKG.

Pada Rabu, 9 Maret 2016 beberapa wilayah di Indonesia akan dilintasi gerhana matahari total. Namun sayangnya gerhana matahari total tersebut hanya bisa disaksikan di beberapa wilayah saja. Di antaranya adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Provinsi Sulawesi Selatan tidak termasuk dalam wilayah yang dilintasi gerhana matahari total. Meski begitu masyarakat di Sulawesi Selatan masih bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian pada Rabu, 9 Maret 2016. Magnitudo gerhana matahari di Sulawesi Selatan terentang antara yang terbesar 0,998 di utara Masamba hingga yang terkecil 0,824 di selatan Pulau Selayar. Itu artinya semakin ke utara maka itensitas gerhana matahari yang bisa disaksikan pun akan semakin besar.

Di Sulawesi Selatan, gerhana matahari akan dimulai pada pagi hari. Jadi masyarakat di Sulawesi Selatan bisa melihat semua tahapan gerhana matahari sebagian. Yakni sejak awal mula piringan bulan "menggigit" piringan matahari hingga gerhana matahari berakhir. Karena berada di selatan lintasan gerhana matahari total, maka di Sulawesi Selatan akan terlihat piringan bulan menutupi bagian utara dari piringan matahari.

Ilustrasi gerhana matahari sebagian 9 Maret 2016 di Sulawesi Selatan. Kredit: BMKG.

Secara umum gerhana matahari sebagian di Sulawesi Selatan akan mulai terjadi pukul 07:26 WITA dengan ketinggian matahari 19 derajat. Puncak gerhana matahari sebagian terjadi pukul 08:36 WITA dengan ketinggian matahari 36 derajat. Dan akhir gerhana matahari sebagian terjadi pukul 09:54 WITA dengan ketinggian matahari 56 derajat. Durasi gerhana matahari sebagian di Sulawesi Selatan sekitar 2 jam 30 menit.

Karena gerhana matahari di Sulawesi Selatan akan dimulai pada pagi hari, maka lokasi pengamatan harus benar-benar memiliki medan pandang luas ke arah timur. Lokasi-lokasi yang bisa dipilih adalah pantai yang menghadap ke timur, lapangan, ataupun atap gedung bertingkat. Selain lokasi yang harus dipilih sebelumnya, cara pengamatan gerhana matahari juga harus disiapkan.

Untuk menyaksikan gerhana matahari 9 Maret 2016 di Sulawesi Selatan tidak bisa secara langsung dengan mata telanjang. Karena ketika gerhana matahari dimulai, posisi matahari sudah cukup tinggi sehingga cahayanya sudah cukup kuat dan akan menyilaukan mata. Dengan begitu pengamatan harus dilakukan dengan alat bantu atau secara tidak langsung. Alat bantu yang bisa digunakan adalah kacamata berfilter matahari ataupun proyeksi lubang jarum.

Cara Membuat Proyeksi Lubang Jarum

Proyeksi lubang jarum adalah cara paling aman dan mudah untuk menyaksikan gerhana matahari. Karena kita hanya akan melihat pantulan sinar matahari, bukan melihat ke arah matahari langsung. Prinsip dasar dari proyeksi lubang jarum adalah dengan melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian sinarnya diproyeksikan ke suatu bidang datar. Cara ini dikenal dengan istilah proyeksi lubang jarum atau pinhole projector karena sinar matahari akan diproyeksikan dari lubang sebesar jarum.

Proyeksi lubang jarum. Kredit: timeanddate.com.

Suatu proyeksi lubang jarum dapat kita buat sendiri mulai dari yang sangat sederhana hingga cukup rumit. Cara paling sederhana adalah dengan menyediakan dua kertas karton, kertas pertama dilubangi oleh jarum dan kertas kedua digunakan sebagai proyeksi sinar matahari. Setelah siap semua, maka arahkan kertas pertama ke matahari dan kertas kedua dibelakangnya yang terkena bayangan. Maka akan terlihat proyeksi sinar matahari yang menggambarkan bentuk piringan matahari saat itu.

Selain dengan kertas atau sejenisnya, suatu proyeksi lubang jarum pun bisa dikreasikan dengan berbagai macam bentuk. Yang terpenting prinsipnya masih sama, yaitu melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian diproyeksikan. Berikut beberapa bentuk penerapan prinsip proyeksi lubang jarum lainnya baik yang terjadi secara alami ataupun dengan kreasi manusia.

Berbagai macam penerapan prinsip proyeksi lubang jarum. Kredit: 10minuteastronomy.

Selain menggunakan lubang jarum, memproyeksikan sinar matahari juga dapat dilakukan dengan binokuler ataupun teleskop. Caranya tetap sama, yaitu dengan melewatkan sinar matahari ke binokuler atau teleskop kemudian diproyeksikan ke bidang datar dibelakangnya. Ingat, tanpa filter matahari, kita hanya boleh melihat pantulan sinar matahari saja. Jika ingin melihat matahari dengan binokuler atau teleskop, maka keduanya harus dilengkapi juga oleh filter matahari khusus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar