Gerhana Matahari 9 Maret 2016 di Riau

Magnitudo gerhana matahari 9 Maret 2016 di Riau. Kredit: BMKG.

Gerhana Matahari 9 Maret 2016 di Riau
Magnitudo - 0,86 s/d 0,96
Awal GMS - 06:22 WIB
Puncak GMS - 07:22 WIB
Akhir GMS - 08:30 WIB
Durasi GMS - 2 jam 7 menit

Gerhana matahari adalah fenomena berubahnya bentuk matahari karena tertutupi oleh bulan baik sebagian ataupun seluruhnya. Dengan begitu matahari yang awalnya terlihat bulat sempurna akan berubah menjadi sabit pada gerhana matahari sebagian (GMS) ataupun hilang seluruhnya pada gerhana matahari total (GMT). Untuk mempermudah menyatakan seberapa besar matahari tergerhanai oleh bulan, maka digunakan pula patokan magnitudo gerhana.

Magnitudo gerhana adalah perbandingan antara diameter matahari yang tergerhanai oleh bulan dan diameter matahari secara keseluruhan saat puncak gerhana terjadi. Jika magnitudo gerhananya 1 atau lebih dari 1 maka matahari tergerhanai total. Namun jika magnitudonya kurang dari 1 maka matahari tergerhanai sebagian. Jadi semakin besar magnitudonya, semakin besar pula itensitas gerhana matahari yang bisa disaksikan.

Itensitas gerhana matahari di beberapa magnitudo. Kredit: BMKG.
Itensitas gerhana matahari di beberapa magnitudo. Kredit: BMKG.

Pada Rabu, 9 Maret 2016 beberapa wilayah di Indonesia akan dilintasi gerhana matahari total. Namun sayangnya gerhana matahari total tersebut hanya bisa disaksikan di beberapa wilayah saja. Di antaranya adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Provinsi Riau tidak termasuk dalam wilayah yang dilintasi gerhana matahari total. Meski begitu masyarakat di Riau masih bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian pada Rabu, 9 Maret 2016. Magnitudo gerhana matahari di Riau terentang antara yang terbesar 0,96 di Selatan Tembilahan hingga yang terkecil 0,86 di Bagan Siapi-api. Itu artinya semakin ke selatan maka itensitas gerhana matahari yang bisa disaksikan pun akan semakin besar.

Di Riau, gerhana matahari akan dimulai hampir bersamaan matahari terbit. Sehingga masyarakat di Riau bisa melihat awal mula piringan bulan "menggigit" piringan matahari sejak matahari terbit. Dengan begitu bagi yang ingin menyaksikan gerhana matahari di Riau, bisa menunggunya sambil menunggu matahari terbit. Menyaksikan matahari terbit yang sedang gerhana tentu akan sangat menarik!

Ilustrasi gerhana matahari 9 Maret 2016 di Riau. Kredit: BMKG.

Karena berada di utara lintasan gerhana matahari total, maka di Riau akan terlihat piringan bulan menutupi bagian selatan dari piringan matahari. Secara umum gerhana matahari sebagian di Riau akan mulai terjadi pukul 06:22 WIB ketika matahari terbit. Puncaknya terjadi pukul 07:22 WIB dengan ketinggian matahari 14 derajat. Dan berakhir pukul 08:30 WIB dengan ketinggian matahari 31 derajat. Durasi gerhana matahari sebagian di Riau sekitar 2 jam 7 menit.

Karena di Riau gerhana matahari 9 Maret 2016 akan dimulai tepat ketika matahari terbit, maka lokasi pengamatan harus benar-benar memiliki medan pandang luas ke arah timur. Lokasi-lokasi yang bisa dipilih adalah pantai di pesisir timur Riau, lapangan, ataupun atap gedung bertingkat. Selain lokasi yang harus dipilih sebelumnya, cara pengamatan gerhana matahari juga harus disiapkan.

Di Riau untuk menyaksikan gerhana matahari 9 Maret 2016 ada perpaduan dua cara. Yaitu secara langsung dan tidak langsung. Ketika matahari baru terbit dan sinarnya masih lemah, maka gerhana matahari bisa dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Namun setelah matahari mulai tinggi dan sinarnya mulai terasa silau, maka pengamatan harus dilakukan dengan alat bantu atau secara tidak langsung. Alat bantu yang bisa digunakan adalah kacamata filter matahari ataupun proyeksi lubang jarum.

Cara Membuat Proyeksi Lubang Jarum

Proyeksi lubang jarum adalah cara paling aman dan mudah untuk menyaksikan gerhana matahari. Karena kita hanya akan melihat pantulan sinar matahari, bukan melihat ke arah matahari langsung. Prinsip dasar dari proyeksi lubang jarum adalah dengan melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian sinarnya diproyeksikan ke suatu bidang datar. Cara ini dikenal dengan istilah proyeksi lubang jarum atau pinhole projector karena sinar matahari akan diproyeksikan dari lubang sebesar jarum.

Proyeksi lubang jarum. Kredit: timeanddate.com.

Suatu proyeksi lubang jarum dapat kita buat sendiri mulai dari yang sangat sederhana hingga cukup rumit. Cara paling sederhana adalah dengan menyediakan dua kertas karton, kertas pertama dilubangi oleh jarum dan kertas kedua digunakan sebagai proyeksi sinar matahari. Setelah siap semua, maka arahkan kertas pertama ke matahari dan kertas kedua dibelakangnya yang terkena bayangan. Maka akan terlihat proyeksi sinar matahari yang menggambarkan bentuk piringan matahari saat itu.

Selain dengan kertas atau sejenisnya, suatu proyeksi lubang jarum pun bisa dikreasikan dengan berbagai macam bentuk. Yang terpenting prinsipnya masih sama, yaitu melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian diproyeksikan. Berikut beberapa bentuk penerapan prinsip proyeksi lubang jarum lainnya baik yang terjadi secara alami ataupun dengan kreasi manusia.

Berbagai macam penerapan prinsip proyeksi lubang jarum. Kredit: 10minuteastronomy.

Selain menggunakan lubang jarum, memproyeksikan sinar matahari juga dapat dilakukan dengan binokuler ataupun teleskop. Caranya tetap sama, yaitu dengan melewatkan sinar matahari ke binokuler atau teleskop kemudian diproyeksikan ke bidang datar dibelakangnya. Ingat, tanpa filter matahari, kita hanya boleh melihat pantulan sinar matahari saja. Jika ingin melihat matahari dengan binokuler atau teleskop, maka keduanya harus dilengkapi juga oleh filter matahari khusus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar