Gerhana Matahari 9 Maret 2016 di Jakarta

Image
Peta magnitudo gerhana matahari 9 Maret 2016 di Jakarta. Kredit: BMKG.

Gerhana Matahari 9 Maret 2016 di Jakarta
Magnitudo - 0,898 s/d 0,928
Awal GMS - 06:20 WIB
Puncak GMS - 07:21 WIB
Akhir GMS - 08:31 WIB
Durasi GMS - 2 jam 12 menit

Gerhana matahari adalah fenomena berubahnya bentuk matahari karena tertutupi oleh bulan baik sebagian ataupun seluruhnya. Dengan begitu matahari yang awalnya terlihat bulat sempurna akan berubah menjadi sabit pada gerhana matahari sebagian (GMS) ataupun hilang seluruhnya pada gerhana matahari total (GMT). Untuk mempermudah menyatakan seberapa besar matahari tergerhanai oleh bulan, maka digunakan pula patokan magnitudo gerhana.

Magnitudo gerhana adalah perbandingan antara diameter matahari yang tergerhanai oleh bulan dan diameter matahari secara keseluruhan saat puncak gerhana terjadi. Jika magnitudo gerhananya 1,000 atau lebih dari 1,000 maka matahari tergerhanai total. Namun jika magnitudonya kurang dari 1,000 maka matahari tergerhanai sebagian. Jadi semakin besar magnitudonya, semakin besar pula itensitas gerhana matahari yang bisa disaksikan.

Image
Itensitas gerhana matahari di beberapa magnitudo. Kredit: BMKG.

Pada Rabu, 9 Maret 2016 beberapa wilayah di Indonesia akan dilintasi gerhana matahari total. Namun sayangnya gerhana matahari total tersebut hanya bisa disaksikan di beberapa wilayah saja. Di antaranya adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Provinsi Jakarta tidak termasuk dalam wilayah yang dilintasi gerhana matahari total. Meski begitu masyarakat di Jakarta masih bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian pada Rabu, 9 Maret 2016. Magnitudo gerhana matahari di Jakarta terentang antara yang terbesar 0,928 di utara Kepulauan Seribu hingga yang terkecil 0,898 di Jakarta Selatan. Itu artinya semakin ke utara maka itensitas gerhana matahari yang bisa disaksikan pun akan semakin besar.

Di Jakarta, gerhana matahari akan dimulai tidak lama setelah matahari terbit. Jadi masyarakat di Jakarta bisa melihat semua tahapan gerhana matahari sebagian sejak awal mula piringan bulan "menggigit" piringan matahari hingga gerhana matahari berakhir. Karena berada di selatan lintasan gerhana matahari total, maka di Jakarta akan terlihat piringan bulan menutupi bagian utara dari piringan matahari.

Ilustrasi gerhana matahari sebagian 9 Maret 2016 di Jakarta. Kredit: BMKG.

Secara umum gerhana matahari sebagian di Jakarta akan mulai terjadi pukul 06:20 WIB dengan ketinggian matahari 5 derajat. Puncak gerhana matahari sebagian terjadi pukul 07:21 WIB dengan ketinggian matahari 20 derajat. Dan akhir gerhana matahari sebagian terjadi pukul 08:31 WIB dengan ketinggian matahari 37 derajat. Durasi gerhana matahari sebagian di Jakarta sekitar 2 jam 12 menit.

Karena gerhana matahari di Jakarta akan dimulai tidak lama setelah matahari terbit, maka lokasi pengamatan harus benar-benar memiliki medan pandang luas ke arah timur. Lokasi-lokasi yang bisa dipilih adalah pantai yang menghadap ke timur, lapangan, ataupun atap gedung bertingkat. Selain lokasi yang harus dipilih sebelumnya, cara pengamatan gerhana matahari juga harus disiapkan.

Untuk menyaksikan gerhana matahari 9 Maret 2016 di Jakarta tidak bisa secara langsung dengan mata telanjang. Karena ketika gerhana matahari dimulai, posisi matahari sudah cukup tinggi sehingga cahayanya sudah cukup kuat dan akan menyilaukan mata. Dengan begitu pengamatan harus dilakukan dengan alat bantu atau secara tidak langsung. Alat bantu yang bisa digunakan adalah kacamata berfilter matahari ataupun proyeksi lubang jarum.

Cara Membuat Proyeksi Lubang Jarum

Proyeksi lubang jarum adalah cara paling aman dan mudah untuk menyaksikan gerhana matahari. Karena kita hanya akan melihat pantulan sinar matahari, bukan melihat ke arah matahari langsung. Prinsip dasar dari proyeksi lubang jarum adalah dengan melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian sinarnya diproyeksikan ke suatu bidang datar. Cara ini dikenal dengan istilah proyeksi lubang jarum atau pinhole projector karena sinar matahari akan diproyeksikan dari lubang sebesar jarum.

Proyeksi lubang jarum. Kredit: timeanddate.com.

Suatu proyeksi lubang jarum dapat kita buat sendiri mulai dari yang sangat sederhana hingga cukup rumit. Cara paling sederhana adalah dengan menyediakan dua kertas karton, kertas pertama dilubangi oleh jarum dan kertas kedua digunakan sebagai proyeksi sinar matahari. Setelah siap semua, maka arahkan kertas pertama ke matahari dan kertas kedua dibelakangnya yang terkena bayangan. Maka akan terlihat proyeksi sinar matahari yang menggambarkan bentuk piringan matahari saat itu.

Selain dengan kertas atau sejenisnya, suatu proyeksi lubang jarum pun bisa dikreasikan dengan berbagai macam bentuk. Yang terpenting prinsipnya masih sama, yaitu melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian diproyeksikan. Berikut beberapa bentuk penerapan prinsip proyeksi lubang jarum lainnya baik yang terjadi secara alami ataupun dengan kreasi manusia.

Berbagai macam penerapan prinsip proyeksi lubang jarum. Kredit: 10minuteastronomy.

Selain menggunakan lubang jarum, memproyeksikan sinar matahari juga dapat dilakukan dengan binokuler ataupun teleskop. Caranya tetap sama, yaitu dengan melewatkan sinar matahari ke binokuler atau teleskop kemudian diproyeksikan ke bidang datar dibelakangnya. Ingat, tanpa filter matahari, kita hanya boleh melihat pantulan sinar matahari saja. Jika ingin melihat matahari dengan binokuler atau teleskop, maka keduanya harus dilengkapi juga oleh filter matahari khusus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar