Berbagai Cara Aman Melihat Gerhana Matahari

Anak-anak di Jepang sedang mengamati gerhana matahari dengan kacamata filter matahari. Kredit: Natsuki Sakai.

Sebelumnya telah dibahas bahwa tidak selalu gerhana matahari berbahaya jika dilihat langsung. Misalnya gerhana matahari total aman dilihat secara langsung tanpa mengenal situasi tertentu. Sedangkan gerhana matahari sebagian dan cincin yang sebenarnya berbahaya dilihat langsung bisa menjadi aman jika terjadi pengurangan itensitas sinar matahari oleh atmosfer bumi. Misal melihat langsung gerhana matahari sebagian dan cincin ketika matahari terbit atau terbenam itu aman untuk dilakukan. Begitupun ketika ada mendung ataupun kabut pekat yang merata.

Namun harus diketahui, meski gerhana matahari total aman untuk dilihat langsung, namun gerhana matahari total selalu diawali dan diakhiri dengan gerhana matahari sebagian. Maka kita harus berhati-hati terhadap gerhana matahari sebagian yang mengelilingi gerhana matahari total tersebut. Jika tidak ada situasi khusus yang menyebabkan pengurangan itensitas sinar matahari oleh atmosfer bumi, maka jangan melihat langsung gerhana matahari sebagian karena akan berbahaya bagi retina mata.

Bagaimana Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Sebagian dan Cincin?

Setidaknya ada dua macam cara aman untuk menyaksikan gerhana matahari sebagian dan cincin. Yakni dengan cara mengurangi itensitas sinar matahari ataupun dengan memproyeksikan sinar matahari. Cara memproyeksikan sinar matahari menjadi cara paling aman karena kita hanya akan melihat pantulan sinar matahari, bukan melihat ke arah matahari. Sedangkan cara mengurangi itensitas sinar matahari cukup beresiko, karena kita tetap melihat ke arah matahari. Sehingga pengamatan dengan cara mengurangi itensitas sinar matahari harus benar-benar dilakukan dengan benar.

Untuk lebih jelasnya, berikut berbagai cara aman untuk menyaksikan gerhana matahari sebagian dan cincin..

Cara Mengurangi Itensitas Sinar Matahari

Cara mengurangi itensitas sinar matahari dilakukan dengan melewatkan sinar matahari ke suatu lapisan filter sehingga itensitas sinar matahari mengalami pengurangan. Cara ini memiliki konsep yang sama dengan pengurangan itensitas sinar matahari oleh atmosfer bumi saat matahari terbit atau terbenam. Jadi sebagaimana atmosfer bumi, maka filter yang digunakan pun harus mampu menyerap radiasi sinar matahari. Bukan hanya membuat sinar matahari terlihat lebih redup saja.

Mengapa demikian? Karena sinar matahari sejatinya adalah radiasi gelombang elektromagnetik yang terdiri dari berbagai panjang gelombang. Terang atau redupnya sinar matahari hanya teramati oleh mata manusia pada panjang gelombang sinar tampak. Sedangkan kebanyakan panjang gelombang lain misal sinar ultraviolet, inframerah hingga radio tidak akan mampu terlihat oleh mata manusia meski sebenarnya ada. Jadi terang atau redupnya sinar matahari tidak berarti radiasi sinar matahari terserap dengan baik.

Oleh karena itulah penggunaan kacamata sunglasses atau sejenisnya yang hanya meredupkan sinar matahari tanpa menyerap radiasi sinar matahari tidak aman untuk melihat gerhana matahari. Karena masih akan menyisakan radiasi elektromagnetik dari berbagai panjang gelombang yang tidak terlihat. Untuk melihat gerhana matahari dengan aman, dibutuhkan filter khusus matahari yang berfungsi menyerap radiasi sinar matahari hingga 99,99% lebih.

Filter matahari untuk menyerap radiasi matahari sehingga aman dilihat. Kredit: wonderhowto.com.

Bingung dimana bisa mendapatkan kacamata filter matahari untuk melihat gerhana matahari 9 Maret 2016? Jangan khawatir. Untuk mendapatkan kacamata filter matahari tidak sulit. Apalagi saat menjelang gerhana matahari. Pasti akan banyak yang menjualnya. Salah satunya adalah di jejaklangit.com/kacamata.

Jika telah mendapatkan kacamata filter matahari, maka periksalah sejenak. Gunakan kacamata tersebut untuk melihat ke tempat yang terang. Jika terlihat ada goresan, maka jangan gunakan kacamata tersebut untuk melihat matahari karena akan berbahaya. Gunakanlah hanya kacamata filter matahari yang benar-benar berkualitas dan berkondisi baik.

Selain menggunakan filter matahari khusus, klise foto hitam putih BW yang telah "terbakar" juga dapat digunakan sebagai filter untuk menyerap radiasi matahari. Namun cara ini cukup beresiko karena beberapa jenis klise foto ataupun cara pembakaran tidak cukup mengandung emulsi perak yang mampu menyerap radiasi matahari. Jadi bagi yang belum berpengalaman sebaiknya tidak mencoba cara ini.

Cara Memproyeksikan Sinar matahari

Ini adalah cara paling aman dan mudah untuk menyaksikan gerhana matahari karena kita hanya akan melihat pantulan sinar matahari, bukan melihat ke arah matahari langsung. Prinsip dasar dari cara memproyeksikan sinar matahari adalah dengan melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian sinarnya diproyeksikan ke suatu bidang datar. Cara ini dikenal juga dengan istilah proyeksi lubang jarum atau pinhole projector, karena sinar matahari akan diproyeksikan dari lubang sebesar jarum.

Proyeksi lubang jarum. Kredit: timeanddate.com.

Suatu proyeksi lubang jarum dapat kita buat sendiri mulai dari yang sangat sederhana hingga cukup rumit. Cara paling sederhana adalah dengan menyediakan dua kertas karton, kertas pertama dilubangi oleh jarum dan kertas kedua digunakan sebagai proyeksi sinar matahari. Setelah siap semua, maka arahkan kertas pertama ke matahari dan kertas kedua dibelakangnya yang terkena bayangan. Maka akan terlihat proyeksi sinar matahari yang menggambarkan bentuk piringan matahari saat itu.

Selain dengan kertas atau sejenisnya, suatu proyeksi lubang jarum pun bisa dikreasikan dengan berbagai macam bentuk. Yang terpenting prinsipnya masih sama, yaitu melewatkan sinar matahari ke suatu lubang kecil kemudian diproyeksikan. Berikut beberapa bentuk penerapan prinsip proyeksi lubang jarum lainnya yang baik yang terjadi secara alami ataupun dengan kreasi manusia.

Berbagai macam penerapan prinsip proyeksi lubang jarum. Kredit: 10minuteastronomy.

Selain menggunakan lubang jarum, memproyeksikan sinar matahari juga dapat dilakukan dengan binokuler ataupun teleskop. Caranya tetap sama, yaitu dengan melewatkan sinar matahari ke binokuler atau teleskop kemudian diproyeksikan ke bidang datar dibelakangnya. Ingat, tanpa filter matahari, Kalian hanya boleh melihat pantulan sinar matahari saja. Jika ingin melihat matahari dengan binokuler atau teleskop, maka keduanya harus dilengkapi juga oleh filter matahari khusus.

3 komentar:

  1. wih manfaat banget :)
    untuk anak mendidikan telah berguna buat pengetahuan :)
    kasih cendol mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeaay.. Makasih udah mampir ya! :D

      Hapus
  2. Blog nya kerennnnn.jadi betah wkwk

    BalasHapus