Bumi Gelap pada November dan Desember 2016?

Kemarin, 4 November 2015 blog ini telah berganti alamat dari kalastro.blogspot.com menjadi kalastro.xyz. Setelah berganti domain, saya pun mengunjungi Google Search Console untuk mencari tahu apa ada yang perlu diperbarui setelah update domain atau tidak. Tentu ini penting. Supaya blog ini tetap eksis di blantika panggung mesin pencari, Google. Eeaaak.. Haha..

Nah di sana pun saya memantau kata kunci apa saja yang banyak dicari pengunjung hingga mereka sampai pada blog ini. Dengan cara ini saya bisa tahu kata kunci apa saja yang sedang nge-trends atau banyak dicari. Dan untuk saat ini, yang banyak dicari adalah: Bumi gelap November 2015.

Bagi kalian yang mengikuti informasi seputar astronomi, tentu tidak asing lagi oleh isu tersebut. Isu bumi yang konon katanya akan gelap selama beberapa hari sudah menjadi isu tahunan sejak tahun 2012. Dan sama seperti tahun-tahun lalu, tahun 2015 pun isu itu masih jadi perbincangan hangat. Hemm, hangat? Basi kalik! Udah 3 tahun!

Kegelapan cukup dihadapi dengan lilin, tapi kebodohan perlu kemauan untuk mencari tahu. Kredit: Killy Thirsk.

Saya masih sangat ingat bagaimana isu itu pertama kali muncul pada tahun 2012. Saat itu disebutkan akan terjadi total blackout atau bumi akan mengalami kegelapan total selama beberapa hari pada akhir Desember 2012. Disebutkan juga penyebab bumi gelap waktu itu karena cahaya matahari ke bumi terhalangi planet lain. Entah planet apa yang dimaksud. Dan ada pula yang menyebutkan penyebab lainnya.

Seperti itulah ciri isu bohong atau HOAX. Tidak pernah bisa menjelaskan sebab-akibat secara rinci dan sederhana. Bahasa yang digunakan selalu dibuat tinggi dan sulit dimengerti. Juga selalu mengatasnamakan lembaga resmi seperti LAPAN, NASA, ESA, dan lainnya.

Saya bisa maklum jika isu itu menyebar di kalangan yang jauh dari akses informasi. Namun saya begitu heran ternyata isu itu pun menyebar di sekolah dan di kalangan yang katanya melek informasi. Tahun 2012 menjadi tahun kejayaan HOAX yang pernah saya tahu.

Setelah hari ketika isu bumi akan gelap terlewati tanpa terjadi apa-apa, saya hanya bisa berharap bahwa mereka sadar telah dibohongi. Mereka belajar. Sehingga, minimal, isu bumi gelap tidak akan merebak lagi pada tahun-tahun berikutnya Bolehlah ada isu lain, asal jangan isu yang sama terus, kan bosen.

Tapi kenyataan memang tidak selalu sesuai harapan. Sepertinya masyarakat Indonesia sangat suka bermain perosok-perosokan di lubang yang sama. Isu bumi gelap pun terus terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Yang berbeda hanya tanggal dan penyebabnya. Jika pada tahun 2012 lalu terjadi pada akhir Desember, maka pada tahun 2015 ini terjadi pada pertengahan November. Entah pada tahun 2015 ini apa penyebabnya? Karena saya sudah terlalu bosan untuk mencari tahu.

Mungkin banyak yang kemudian bertanya, kenapa judul artikel ini Bumi Gelap pada November dan Desember 2016? Kenapa saya malah membahas isu untuk tahun depan? Kenapa tidak tahun 2015 saja?

Begini. Sebenarnya saya juga mau menulis tentang isu bumi gelap tahun 2015. Tapi saya lihat sudah banyak artikel serupa di Google. Jadi saya rasa tidak perlu. Sedangkan sebaliknya, saya lihat belum ada yang membahas isu bumi gelap tahun 2016. Jadi mungkin sebaiknya saya membahas isu bumi gelap untuk tahun 2016 saja. Karena saya yakin, tahun depan pun isu bumi gelap akan terulang kembali.

Sekedar catatan. Artikel ini menjadi yang pertama berkategori Opini. Oleh karena itu artikel ini lebih banyak menyampaikan opini pribadi dari penulis. Tentu tetap sesuai fakta ilmiah. Juga tetap berdasarkan pengalaman dari penulis selama menekuni astronomi.

2 komentar:

  1. "blantika panggung mesin pencari" ini menarik. :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kan Za? Rame banget soalnya. Kalah dah panggung dangdut. :D

      Hapus