Bintik Matahari AR12192 Terbesar Lebih Dari 2 Dekade Terakhir

Sunspot AR12192 pada 24 Oktober 2014 di Las Palmas, Spanyol. Kredit: Marcos Bolanos.
Sunspot AR12192 pada 24 Oktober 2014 di Las Palmas, Spanyol. Kredit: Marcos Bolanos.

Matahari sepertinya sedang sibuk. Bahkan hingga merawat wajahnya agar tetap cerah bersinar pun tidak sempat. Buktinya lebih dari sepekan terakhir terlihat bintik gelap di wajah matahari. Bintik gelap seperti ini memang bukan sesuatu yang langka terjadi. Namun, bintik matahari kali ini berbeda dari biasa. Bintik matahari kali ini berukuran sangat besar!


Penyebab Terjadinya Bintik Matahari

Bintik matahari atau sunspot adalah istilah bagi titik redup yang muncul di permukaan fotosfer matahari. Bintik matahari ini terjadi akibat aktifitas magnetik kuat pada permukaan matahari sehingga menghambat konveksi panas dari inti matahari. Akibat terhambatnya konveksi panas ini, maka temperatur di bintik matahari pun menjadi lebih rendah dari disekelilingnya. Temperatur yang lebih rendah menyebabkan bintik matahari bersinar lebih redup dari sekelilingnya sehingga terlihat seperti titik hitam di permukaan matahari.

Temperatur bintik matahari berkisar antara 2.700 hingga 4.200 °C. Sedangkan temperatur rata-rata permukaan matahari adalah 5.500 °C. Ukuran dari bintik matahari pun beragam, antara belasan kilometer hingga mencapai ratusan ribu kilometer sehingga bisa terlihat dengan mudah dari Bumi.

Meski lebih dingin dan redup, bintik matahari merupakan daerah yang sangat aktif akibat dari aktifitas magnetik kuat. Peristiwa yang biasanya mengikuti terjadinya bintik matahari adalah prominensa, flare atau suar matahari hingga lontaran massa korona. Meski demikian, rangkaian peristiwa ini tidak akan berdampak signifikan pada Bumi.


Bintik Matahari "Raksasa" AR1292

Sunspot AR12192 terbesar sejak tahun 1990. Kredit: NASA / SDO.
Sunspot AR12192 terbesar sejak tahun 1990. Kredit: NASA / SDO.

Sejak 18 Oktober 2014 hingga setidaknya hari ini atau lebih dari sepekan terakhir telah terlihat suatu bintik matahari. Bintik matahari yang diberi label AR12192 ini langsung mendapat sorotan karena ukurannya yang sangat besar. Seberapa besar? Hampir sebesar planet terbesar di Tata Surya yaitu Jupiter atau sekitar 125.000 km.

Bintik matahari AR12192 inipun tercatat sebagai yang terbesar lebih dari 2 dekade terakhir sejak tahun 1990. Dan itu berartinya bintik matahari AR12192 juga menjadi yang terbesar dalam 2 kali siklus 11 tahunan matahari. Siklus 11 tahunan matahari adalah siklus aktifitas matahari dimana dalam satu siklus terdapat puncak aktifitas tertinggi dan terendah matahari yang lamanya sekitar 11 tahun.

Dan saking besarnya, bintik matahari AR12192 ini hingga bisa terlihat dengan mudah hanya dengan bantuan filter matahari tanpa teleskop ataupun binokuler. Dan pada waktu matahari terbit atau tenggelam dimana Matahari tidak terlihat menyilaukan, bintik matahari ini bisa dilihat secara langsung tanpa bantuan apapun!


Aktifitas Bintik Matahari AR12192

Citra ultraviolet sunspot AR12192 pada 25 Oktober 2014. Kredit: NASA / SDO.
Citra ultraviolet sunspot AR12192 pada 25 Oktober 2014. Kredit: NASA / SDO.

Sebagaimana bintik matahari pada umumnya, bintik matahari AR12192 juga menjadi titik peningkatan aktifitas matahari mulai dari magnetik hingga energi. Selama lebih dari sepekan terakhir bintik matahari AR12192 telah melepaskan puluhan flare atau suar matahari mulai dari kelas M yang terkecil hingga kelas X yang terbesar. Suar matahari yang terbesar terjadi pada 22 Oktober 2014 dengan kelas X1.6.

Yang menarik, melepaskan puluhan suar matahari ternyata tidak diikuti oleh pelepasan massa korona yang cukup berarti. Pelepasan massa korona inilah yang biasanya paling berdampak ke Bumi karena membawa partikel bermuatan. Partikel bermuatan kerap menggangu kinerja satelit komunikasi hingga memberi beban berlebih pada trafo listrik. Selain itu partikel bermuatan yang diserap oleh atmosfer di kedua kutub bumi menyebabkan terbentuknya aurora yang menawan.

Karena tidak disertai pelepasan massa korona yang berarti, maka efek aktifitas bintik matahari AR12192 juga sangat kecil bagi Bumi. Jadi tidak perlu ada yang ditakutkan.


Penampakan Bintik Matahari AR12192

Sunspot AR12192 pada 23 Oktober 2014. Kredit: NASA / SDO.
Sunspot AR12192 pada 23 Oktober 2014. Kredit: NASA / SDO.

Meski baru terlihat sejak 18 Oktober 2014, bintik matahari AR12192 ini sebenarnya telah muncul lebih lama lagi sebelum tanggal tersebut. Sayangnya sebelum tanggal itu bintik matahari AR12192 masih berada di sisi jauh matahari sehingga tidak terlihat dari Bumi.

Karena rotasi matahari, bintik matahari raksasa inipun berpindah ke sisi dekat pada 18 Oktober 2014 sehingga bisa terlihat dari Bumi. Dan karena rotasi matahari pula, bintik matahari AR12192 akan terlihat berpindah ke arah barat piringam matahari setiap harinya. Diperkirakan bintik matahari raksasa ini akan tetap terlihat hingga akhirnya kembali ke sisi terjauh matahari dalam beberapa hari kedepan.

Jadi diperkirakan bintik matahari raksasa ini akan bertahan sangat lama hingga beberapa minggu. Bahkan sebelum dan sesudah terlihat dari Bumi, bintik matahari raksasa ini sudah dan akan masih ada.


Pengamatan Bintik Matahari AR12192

Untuk mengamati bintik matahari AR12192 cukup mudah. Pengamatan bisa dilakukan baik dengan teleskop, binokuler ataupun mata telanjang memalui filter matahari untuk mengurangi itensitas cahaya matahari. Pengamatan dengan teleskop ataupun binokuler sebaiknya menggunakan filter matahari minimal ND 5. Filter ini harus selalu digunakan dan tidak boleh berlubang apalagi lepas selama pengamatan karena akan sangat berbahaya bagi mata pengamat.

Bagi yang ingin melakukan pengamatan dengan mata telanjang namun belum menyiapkan filter matahari, bisa menggunakan bekas klise foto yang ditumpuk untuk alternatif filternya. Filter ini harus digunakan jika kondisi langit cerah sehingga matahari terlihat silau. Jika langit mendung dan matahari terlihat tidak silau, pengamatan bisa dilakukan tanpa filter matahari. Filter matahari juga bisa tidak digunakan jika pengamatan dilakukan ketika matahari terbit atau terbenam karena pada saat itu sinar matahari jauh lebih lemah akibat refraksi atmosfer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar