Saturnus Benderang di Seberang Matahari

Simulasi Saturnus di langit timur Indonesia pada 11 Mei 2014 pukul 20:00 waktu setempat. Kredit Stellarium.
Simulasi Saturnus di langit timur Indonesia pada 11 Mei 2014 pukul 20:00 waktu setempat. Kredit Stellarium.

Jika ditanya apa planet paling cantik, bisa jadi semua akan setuju jawabannya adalah Saturnus. Berukuran besar dan memiliki cincin menjadi pesonanya. Meski seluruh planet raksasa memiliki cincin, namun cincin milik Saturnus paling tebal dan lebar. Dengan begitu cincin planet Saturnus paling mudah terlihat dibanding planet-planet lainnya.

Namun jangan salah. Mudah terlihat bukan berarti akan terlihat begitu saja. Meski berada di jarak terdekatnya dari Bumi, planet Saturnus akan tetap terlihat sebagai bintang putih terang. Cincin baru akan terlihat jika pengamatan dilengkapi binokuler besar ataupun teleskop.

Planet Saturnus akan berada di jarak terdekatnya dari Bumi tidak lama lagi. Tepatnya pada 11 Mei 2014 pukul 03:00 WIB. Meski terdekat, namun jarak Saturnus ke Bumi masih sangat jauh. Mencapai 8,9 kali jarak Bumi ke Matahari. Jarak sejauh ini membuat Saturnus hanya terlihat sebagai titik putih terang. Bukan laksana Bulan yang dikelilingi cincin.



Tahun ini peristiwa terdekatnya Saturnus ke Bumi akan didahului oleh peristiwa oposisi Saturnus pada 11 Mei 2014 pukul 01:00 WIB. Oposisi Saturnus terjadi ketika Matahari, Bumi dan Saturnus berada segaris berurutan. Karena Bumi berada tepat diantara Matahari dan Saturnus, maka Matahari dan Saturnus akan terlihat berseberangan. Jadi Saturnus akan terbit di timur ketika Matahari terbenam di barat, berada di meridian tepat tengah malam dan tenggelam di barat ketika matahari terbit di timur.

Karena berseberangan dengan Matahari, maka ketika oposisinya Saturnus akan terlihat sepanjang malam, sehingga memberi waktu yang lama untuk mengamatinya. Selain itu piringan Saturnus yang menghadap Bumi juga akan tersinari oleh Matahari sepenuhnya, sebagaimana Bulan ketika purnama.

Akibat berada di jarak terdekat ke Bumi dan tersinari Matahari sepenuhnya, praktis Saturnus akan mencapai tingkat kecerlangan maksimum ketika oposisi. Oposisi tahun ini diperkirakan Saturnus akan bersinar hingga magnitude 0,1 atau seterang bintang Vega di rasi Lyra. Cukup terang dan akan mudah terlihat sekali sapuan pandang.

Dengan kecerlangan maksimum dan terlihat sepanjang malam, tentu ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati planet Saturnus. Namun jika pengamatan malam ini terhalang mendung atau lainnya, tenang saja, Saturnus akan tetap terang dengan magnitude 0,1 hingga 0,2 selama bulan Mei ini. Letaknya pun tidak akan banyak berubah, masih berseberangan dengan Matahari.