Mari Kita Buru Meteor Eta Aquarids!

Meteor Eta Aquarids di Gunung Bromo, Indonesia Tahun 2013 oleh Justin Ng

Dua minggu telah berlalu sejak puncak hujan meteor Lyrids akhir bulan April 2014 lalu. Tentu kenangan berburu meteor waktu itu masih lekat di ingatan. Apalagi jika beruntung selain melihat meteor, juga mendapati fireball yang sangat terang. Tentu rasanya begitu puas setelah menunggu lama.

Namun jika kurang beruntung karena mendung atau ketiduran hingga melewatkan hujan meteor Lyrids, jangan khawatir. Hujan meteor berikutnya akan segera hadir sebagai pengganti yang lebih baik. Hujan meteor itu adalah Eta Aquarids.
Hujan meteor Eta Aquarids merupakan peristiwa tahunan. Eta Aquarids mulai berlangsung tanggal 21 April hingga 20 Mei setiap tahunnya. Tahun ini, puncaknya diperkirakan akan terjadi pada tanggal 5 dan 6 Mei 2014 dengan itensitas mencapai 60 meteor tiap jam. Itu artinya bisa ada 1 meteor tiap menit. Cukup banyak.

Berbeda dengan hujan meteor pada umumnya, Eta Aquarids tidak mengalami peningkatan tajam ketika puncak dibanding beberapa hari sebelum dan sesudahnya. Itensitas Eta Aquarids tidak akan jauh berbeda sepanjang tanggal 4 hingga 10 Mei. Jadi sebenarnya pengamatan terbaik hujan meteor Eta Aquarids memiliki waktu yang lama. Hingga seminggu. Bukan hanya dua hari pada tanggal 5 dan 6 Mei saja.

Dengan jangka waktu pengamatan terbaik yang cukup lama, pemilihan waktu untuk observasi jadi bisa lebih fleksible. Misal jika tidak bisa mengamati pada tanggal 5 dan 6 Mei 2014 karena waktu paginya ada kegiatan, bisa diundur hingga tanggal 9 dan 10 Mei 2014 saat akhir pekan. Meteor yang bisa terlihat tidak akan jauh berkurang.

Selama periode Eta Aquarids ini, Bumi melintasi orbit komet Halley yang dipenuhi debu dan kerikil peninggalan komet tersebut ketika melintas. Debu dan kerikil itu kemudian akan menabrak Bumi, memasuki atmosfer dengan sangat cepat sehingga terbakar menjadi meteor. Ini lah yang menyebabkan terjadinya hujan meteor Eta Aquarids. Selain itu, komet Halley juga menjadi penyebab hujan meteor Orionids di bulan Oktober.

Meteor Eta Aquarids adalah meteor tercepat kedua setelah meteor Leonids di bulan November. Kecepatan meteor Eta Aquarids mencapai 238.000 km/jam sedangkan meteor Leonids mencapai 256.000 km/jam. Dengan kecepatan setinggi itu, yang dibutuhkan untuk observasi nanti hanyalah mata yang jeli “membidik” meteor Eta Aquarids yang melesat. Tanpa perlu teleskop maupun binokuler.

Pusat Hujan Meteor Eta Aquarids di Langit Timur Indonesia Waktu Subuh Disimulasikan oleh CyberSky.

Hujan meteor Eta Aquarids berpusat di rasi Aquarius. Tepatnya berada dekat bintang Eta Aquarii, salah satu bintang terang anggota rasi Aquarius bermagnitude 4,03. Inilah alasan mengapa hujan meteor ini disebut Eta Aquarids. Alasan lain hujan meteor ini tidak disebut Aquarids saja, karena rasi Aquarius memiliki satu hujan meteor lain. Yaitu Delta Aquariids yang puncaknya pada tanggal 30 Juli.

Bintang Eta Aquarii terbit sekitar pukul 01:00 waktu setempat tepat di arah timur. Dengan begitu pengamatan terbaik bisa dilakukan sejak itu hingga langit mulai terang oleh semburat fajar. Nantinya meteor-meteor Eta Aquarids akan terlihat melesat menjauhi rasi Aquarius: dari timur ke utara, ke selatan atau ke barat.

Namun meski pusatnya ada di arah timur, pengamatan meteor Eta Aquarids tidak harus melulu menghadap timur. Meteor bisa terlihat di sudut langit manapun. Entah utara, selatan, barat ataupun tepat diatas kepala. Jadi jika saat observasi langit sebelah timur mendung, bisa tengok bagian langit lain. Jangan langsung mengurungkan niat membatalkan perburuan meteor.

Menjelang waktu subuh, langit timur juga akan dihiasi oleh planet Venus yang terlihat sebagai bintang putih sangat terang bermagnitude -4,1. Sedangkan langit barat akan ada planet Mars yang “menjelma” sebagai bintang merah bermagnitude -1,1 di dekat horison. Masih di barat, planet Mars akan ditemani oleh planet Saturnus yang mewujudkan diri sebagai bintang putih bermagnitude 0,1.

Dan pemadangan langit paling menakjubkan ada di meridian, tepat diatas. Dimana akan terlihat piringan galaksi Bimasakti yang memanjang dari utara, berpusat di rasi Sagitarius dan terus memanjang hingga ke selatan laksana hamparan permadani putih.

Dengan seluruh pemandangan indah tersebut, menunggu satu persatu meteor jatuh tentu tidak akan terasa membosankan. Jadi, markibumetetaqua!! Mari kita buru meteor Eta Aquarids!!

Hasil Observasi:
Penulis sudah mencoba observasi pada tanggal 4 Mei 2014 setelah subuh selama 30 menit. Dalam waktu yang singkat tersebut, berhasil terlihat 4 meteor. Diantaranya ada 1 meteor terang (estimasi mag: -1), 2 meteor sedang (estimasi mag: 1) dan sisanya meteor redup (estimasi mag: 3). Hasil yang cukup memuaskan.