Gerhana Bulan di Ujung Timur Indonesia

Gerhana Bulan Sebagian di Ajo, Arizona oleh Frank Zullo pada Oktober 2013.

Hari Selasa tanggal 15 April 2014, Bulan akan mencapai fase purnama. Letak Bulan ketika itu ada di seberang Matahari. Dengan kata lain Matahari-Bumi-Bulan tengah berbaris berurutan. Praktis ini menyebabkan piringan Bulan tersinari oleh Matahari sepenuhnya jika kita lihat dari Bumi.

Namun yang menarik pada Bulan purnama kali ini, letak Matahari-Bumi-Bulan bukan hanya sekedar berurutan saja. Melainkan benar-benar segaris lurus. Karena segaris lurus, maka sinar Matahari yang harusnya memenuhi permukaan Bulan akan terhalangi oleh Bumi. Akhirnya Bulan kehilangan cahayanya. Gerhana bulan pun terjadi.

Bayangan Bumi yang menghalagi sinar Matahari dibedakan menjadi dua. Penumbra dan umbra. Penumbra adalah bayangan samar tak kasat mata yang mengitari umbra. Sedangkan bayangan umbra adalah bayangan pusat yang gelap.

Menariknya pada tanggal 15 April 2014 ini, piringan Bulan akan masuk seluruhnya ke bagian umbra Bumi. Dengan begitu piringan Bulan tidak akan tersinari oleh Matahari secara langsung. Bulan pun kehilangan cahaya indahnya. Peristiwa ini biasa disebut gerhana bulan total.

Bayangan Penumbra dan Umbra Bumi oleh timeanddate.com.

Meski demikian, Bulan tidak akan benar-benar gelap dan menghilang. Melainkan hanya terlihat merah legam saja. Bulan berwarna merah legam selama berinteraksi dengan umbra karena adanya cahaya Matahari yang dibelokkan oleh atmosfer Bumi ke arah Bulan. Jika tidak ada atmosfer, barulah Bulan bisa benar-benar menghilang dari pandangan kita.

Warna merah menjadi warna dominan karena cahaya dengan gelombang pendek seperti warna biru telah lebih dulu terhambur di atmosfer Bumi. Jadi cahaya gelombang panjang seperti warna merah sajalah yang dapat diteruskan ke Bulan. Seandainya yang terhambur adalah merah, tentu Bulan akan berwarna biru legam.

Gerhana bulan total seperti ini hanya akan terjadi 2 kali selama tahun 2014. Ini adalah yang pertama. Sedangkan yang kedua baru akan terjadi pada 8 Oktober 2014. Masih cukup lama. Jadi apa kita bisa melihat yang sebentar lagi terjadi?


Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total 15 April 2014

Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total 15 April 2014 oleh NASA.


Pukul 11:53 WIB - Awal gerhana bulan atau kontak P1
Pada tahap paling awal, Bulan akan memasuki bayangan penumbra Bumi bagian selatan. Tidak tepat ditengahnya. Ketika Bulan memasuki penumbra, Bulan akan tetap terang secara kasat mata. Peredupan yang terjadi hanya dapat diamati jika kita mengunakan teleskop lengakap dengan kamera yang memiliki sensitifitas tinggi.

Pukul 12:58 WIB - Awal gerhana bulan sebagian atau kontak U1
Setelah seluruh piringan Bulan memasuki penumbra, maka Bulan akan mulai memasuki bayangan umbra yang gelap. Piringan Bulan yang paling timur akan mulai meredup secara kasat mata. Bulan yang awalnya terlihat bulat sempurna kini mulai “sompal” berwarna merah legam menyisakan sebagian piringan Bulan yang terang. Di tahap ini akan terlihat gerhana bulan sebagian. Bulan akan bersinggungan dengan umbra Bumi selama 3 jam lebih 34 menit kedepan.

Pukul 14:06 WIB - Awal gerhana bulan total atau kontak U2
Pada tahap ini seluruh piringan Bulan akan masuk ke dalam umbra Bumi. Kini Bulan berwarna merah legam. Seluruh piringan Bulan akan berada dalam umbra Bumi hingga 1 jam lebih 17 menit kedepan. Selang waktu ini memang cukup lama, namun sebenarnya gerhana bulan total bisa terjadi lebih lama jika piringan Bulan tepat melintas bagian tengah umbra. Bukan bagian selatannya seperti sekarang.

Pukul 14:45 WIB - Puncak gerhana bulan total
Ini adalah puncak fase gerhana bulan total 15 April 2014. Saat ini Bulan sedang berada ditengah-tengah lintasannya melewati umbra. Inilah waktu terbaik untuk mengamati gerhana bulan total kali ini.

Pukul 15:24 WIB - Akhir gerhana bulan total atau kontak U3
Setelah puncak gerhana bulan total berlalu, piringan Bulan mulai keluar dari umbra Bumi memasuki penumbra. Perlahan piringan Bulan bagian timur mulai kembali terlihat terang jika dilihat secara kasat mata. Gerhana bulan sebagian pun terjadi lagi.

Pukul 16:33 WIB - Akhir gerhana bulan sebagian atau kontak U4
Seluruh piringan Bulan telah keluar dari umbra dan beralih memasuki penumbra. Gerhana bulan sebagian berakhir. Kini seluruh permukaan Bulan kembali terlihat terang secara kasat mata.

Pukul 17:37 WIB - Akhir gerhana atau kontak P4
Seluruh piringan Bulan telah keluar dari penumbra, bayangan terluar Bumi. Kini Bulan purnama kembali bulat dan terang sepenuhnya. Gerhana bulan 15 April 2014 berakhir pada saat ini.


Peta Penampakan Gerhana Bulan Total 15 April 2014

Peta Penampakan Gerhana Bulan Total 15 April 2015 oleh NASA.

Gerhana Bulan kali ini akan paling baik jika diamati di Amerika. Mayoritas pengamat di wilayah ini akan mampu mengamati seluruh tahap gerhana. Mulai dari kontak penumbral awal hingga penumbra akhir. Puncak gerhana terjadi tepat tengah malam sehingga Bulan sudah tinggi di meridian dan mudah terlihat.

Mayoritas Asia dan Eropa akan melewatkan gerhana bulan kali ini. Ini dikarenakan saat gerhana terjadi, wilayah-wilayah ini masih siang hari. Sebagian Afrika Bagian Barat hanya akan melihat kontak penumbra hingga umbra awal sebelum Bulan akhirnya terbenam dan pagi datang. Sisanya lagi tidak akan melihatnya.

Australia menjadi satu-satunya wakil benua selain Amerika yang mendapat porsi yang cukup baik. Mayoritas wilayahnya akan mampu melihat hingga kontak umbra yang terakhir.


Peta Penampakan Gerhana Bulan Total 15 April 2014 di Indonesia

Peta Penampakan Gerhana Bulan Total 15 April 2015 di Indonesia oleh BMKG.

Dari yang telah diuraikan diatas, diketahui gerhana bulan kali ini sebagian besar tahapannya terjadi pada siang hari di Indonesia. Tentu ini masalah, pasalnya pada siang hari Bulan belum terbit. Ingat, letak Bulan saat mengalami gerhana adalah berlawanan arah terhadap Matahari. Jadi Bulan akan terbit di timur ketika Matahari terbenam di barat.

Meski demikian, dengan adanya perbedaan bujur waktu di Indonesia, maka waktu terbitnya Bulan pun berbeda-beda. Semakin ke timur, Matahari akan semakin lebih dulu tenggelam, Bulan akan semakin lebih dulu terbit. Praktis harapan tertinggi untuk Indonesia ada pada pulau tertimur kita, Papua.

Benar saja. Di Papua dan wilayah sekitarnya, Bulan akan terbit ketika gerhana bulan mencapai kontak umbra terakhir. Dengan kata lain gerhana bulan total atau tahap U3 baru saja berakhir dan hanya menyisakan gerhana bulan sebagian. Daerah yang masih dapat melihat gerhana bulan sebagian adalah yang terletak di timur garis U4 pada peta gerhana diatas.

Pada wilayah yang berada diantara garis P4 hingga U4 seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, sebagian Jawa Tengah hingga Jawa Timur dan sebagian besar Kalimantan Tengah hingga Timur, Bulan akan terbit setelah keluar dari umbra. Dengan kata lain tahap U4 telah lewat dan hanya menyisakan gerhana bulan penumbral yang tak kasat mata.

Apa itu membuat sedih? Tunggu dulu, pada wilayah yang berada di barat garis P4 seperti Sumatera, Kalimantan Barat, Banten, Jakarta, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah, Bulan malah akan terbit setelah keluar dari penumbra. Gerhana sudah berakhir seluruhnya. Jadi yang terlihat hanyalah Bulan purnama yang bulat dan terang benderang.

Rapopo ya? Ikhlaskan saja.. Tahun ini masih ada satu gerhana bulan total lagi. Dan kali ini bisa diamati di seluruh Indonesia!!