Bersama Mars Sepanjang Malam

Planet Mars dan Bintang Spica oleh Asthadi Setyawan.

Di bulan April ini jika kita sedang menikmati langit berbintang diawal malam, dengan mudah kita akan melihat bintang merah terang di langit timur. Bintang merah itu begitu terangnya hingga bahkan menyaingi terang bintang paling terang: Sirius, yang disaat bersamaan juga terlihat di langit barat. Lantas bintang apakah itu?

Itu bukan bintang! Dia adalah planet. Lebih tepatnya planet Mars. Dia terlihat sebagai titik terang seperti bintang karena jaraknya yang sangat jauh dari Bumi. Hal serupa juga berlaku jika kita melihat planet lainnya: Merkurius, Venus, Jupiter dan Saturnus. Planet Uranus dan Neptunus bahkan lebih redup dibanding bintang-bintang di langit hingga membutuhkan binokuler atau teleskop untuk melihatnya.

Terang planet Mars tidaklah konstan dari hari ke hari. Melainkan berubah sesuai jaraknya dari Bumi dan persentase permukaan Mars yang tersinari Matahari jika dilihat dari Bumi. Mars akan mencapai terang maksimum ketika Mars tersinari sepenuhnya oleh Matahari (atau Mars sedang dalam fase purnama) dan jaraknya dekat dengan Bumi.

Mars dapat mencapai fase purnama dalam dua situasi. Pertama terjadi ketika konjungsi, yaitu saat Bumi-Matahari-Mars segaris berurutan. Sedangkan yang kedua terjadi ketika oposisi, yaitu saat Matahari-Bumi-Mars segaris berurutan.

Meski sama-sama sedang “purnama” namun terang Mars tidaklah sama dalam kedua situasi tersebut. Ketika konjungsi, planet Mars akan berada disisi terjauh dari Bumi. Ini bukan saja membuat Mars terlihat redup dan kecil, tapi juga akan sulit terlihat karena searah dengan Matahari. Dengan begitu pengamatan Mars saat konjungsi akan sangat sulit jika tidak ingin disebut mustahil.

Sebaliknya, ketika oposisi Mars akan berada dekat Bumi. Dengan begitu planet Mars akan terlihat sangat terang dan besar. Planet Mars pun akan mudah terlihat karena letaknya yang berlawanan dari Matahari. Terbit ketika Matahari terbenam, di meridian saat tengah malam dan tenggelam saat Matahari terbit. Singkatnya, saat oposisi planet Mars akan sangat terang dan dapat terlihat sepanjang malam. Dari sini bisa kita simpulkan pengamatan planet Mars terbaik adalah saat planet Mars oposisi.

Kabar baiknya planet Mars akan mencapai oposisi dalam waktu dekat. Tepatnya pada 9 April 2014 pukul 04:03 WIB. Pada malam oposisi ini pula Mars akan mencapai terang maksimumnya pada magnitude -1,5. Itu artinya Mars akan sedikit lebih terang dari bintang Sirius bermagnitude -1,4 di rasi Canis Major.

Letak Planet Mars Selama Bulan April 2014 Disimulasikan dengan CyberSky.


Meski demikian, planet Mars sudah sangat menggoda untuk dilihat sejak awal bulan April hingga tengah bulan nanti. Pada malam-malam ini planet Mars akan bersinar hingga magnitude -1.4. Setelah itu planet Mars akan meredup. Sepanjang bulan April ini planet Mars akan terlihat berlatar rasi Virgo tidak jauh dari Bintang Spica, bintang paling terang di rasi tersebut.

Pada oposisi kali ini besar diameter sudut planet Mars mencapai 15.08". Tentu ini akan membuatnya cukup mudah terlihat sebagai planet seutuhnya jika kita lihat dari balik teleskop. Jika tidak ada teleskop di rumah, bisa juga bergabung dengan komunitas astronomi setempat. Biasanya mereka sudah memiliki “alat tempur” yang siap digunakan beramai-ramai. Jadi bisa foto selfie bareng teleskop juga. I know you so well, Sob. Wkwkwk..

Walau oposisi Mars terjadi pada 9 April 2014, namun kenyataannya jarak terdekat planet Mars ke Bumi baru akan tercapai pada 14 April 2014 pukul 19:53 WIB. Jarak Mars ke Bumi saat oposisi adalah 0,621 SA sedangkan pada 14 April 2014 adalah 0,618 SA. Hal ini terjadi karena setelah oposisi, planet Mars dan Bumi masih bergerak searah. Planet Mars dengan orbit yang lebih elips kemudian perlahan mendekat kearah Bumi.

Konfigurasi Oposisi Mars Tahun 2014 Disimulasikan dengan C2A.

Setelah mencapai jarak terdekat, Bumi yang memiliki periode orbit lebih cepat akan menjauh dan meninggalkan Mars. Bumi memiliki periode orbit lebih cepat karena jaraknya lebih dekat ke Matahari dibanding Mars. Karena lebih cepat pula, tiap selang 780 hari atau setara 26 bulan Bumi akan menyalip Mars. Oposisi pun akan kembali berulang.

Meski oposisi adalah peristiwa yang berulang secara periodik, namun satu oposisi dengan oposisi lainnya tidaklah identik. Perbedaan eksentrisitas atau ke-elips-an orbit Bumi dan Mars menyebabkan adanya variasi jarak antara kedua planet dari satu oposisi ke oposisi lainnya. Variasi jarak menyebabkan variasi kecerlangan Mars, juga variasi diamater sudut Mars. Menariknya, variasi ini pun berulang atau memiliki kemiripan tiap selang 15 tahun.

Sebelumnya oposisi Mars terjadi pada 3 Maret 2012. Pada tahun ini Mars berada pada salah satu oposisi terjauhnya dari Bumi. Jaraknya 0,674 SA dan terang Mars hanya mencapai magnitude -1,22.

Selanjutnya oposisi Mars terjadi pada 22 Mei 2016. Pada tahun ini Mars berjarak 0,509 SA dari Bumi dan bersinar terang dengan magnitude -2,1. Tentu oposisi tahun ini akan dirindukan setelah oposisi-oposisi Mars sebelumnya, termasuk tahun 2014 ini, yang relatif jauh dari Bumi.

Oposisi Mars yang sangat dinanti-nanti akan terjadi pada 27 Juli 2018. Pada oposisi kali ini Mars hanya akan berjarak 0,386 SA dari Bumi. Saat itu, planet Mars akan terang benderang dengan magnitude -2,8 dengan diameter sudut mencapai 24,1”. Itu artinya Mars bahkan akan lebih terang dibanding Jupiter saat oposisi.

Oposisi tahun 2018 mungkin akan mengingatkan kita pada oposisi Mars yang terjadi 15 tahun lalu, yaitu pada tahun 2003. Pada tahun 2003, Mars hanya berjarak 0,373 dari Bumi dan terangnya mencapai magnitude -2,9. Tidak akan ada oposisi yang lebih dekat dari tahun 2003 hingga beberapa puluh ribu tahun kedepan!

1 komentar: