Venus Terang Benderang di Ketinggian


Sejak akhir bulan Januari kemarin, jika kita melihat langit timur menjelang Matahari terbit pasti akan terlihat bintang putih sangat terang. Pada awal mula memang letaknya rendah didekat horison. Namun lama-kelamaan bintang itu pun meninggi dan seakan ingin menggapai zenit, tahta tertinggi di langit.

Meski demikian, faktanya bintang itu tidak akan mampu mencapainya. Setidaknya tidak akan mampu ketika Matahari belum lebih dulu terbit. Ketika dia hendak “menyombongkan diri” maka sang Matahari selalu siap menariknya kembali ke dasar langit. Dia pun akan kembali pada dekapan Matahari.


Dari pola gerakannya ini, kita dapat menyimpulkan dia bukanlah bintang biasa. Melainkan bintang pengembara. Yaitu bintang yang bergerak terhadap bintang-bintang lainnya dan membentuk pola tersendiri yang sangat terkait dengan Matahari. Bintang pengembara merupakan istilah yang biasa digunakan bagi obyek laksana bintang yang sebenarnya merupakan planet.

Telah diketahui bintang yang dimaksud tak lain adalah “jelmaan” planet Venus. Planet kedua terdekat dari Matahari dan juga cukup dekat dari Bumi. Dalam ukuran, dia tak beda jauh dari Bumi. Dan yang menarik, Venus juga memiliki albedo atau kemampuan memantulkan cahaya Matahari yang tinggi. Itulah sebabnya Venus menjadi sangat terang di langit. Tepatnya menjadi urutan ke-3 paling terang setelah Matahari dan Bulan.


Menariknya, pada dini hari tanggal 23 Maret 2014 Venus akan mencapai elongasi barat maksimum. Perlu diketahui, elongasi ialah sudut antara Matahari-pengamat (di Bumi)-Obyek. Elongasi barat berarti obyek yang dimaksud berada di barat ketika Matahari ada di meridian. Atau dengan kata lain ada di barat waktu tengah hari.

Elongasi bisa juga kita terjemahkan sebagai ketinggian obyek dari Matahari. Pada tahun ini, elongasi barat maksimum Venus adalah sebesar 46,6°. Itu artinya Venus akan ada di ketinggian 46,6° dari horison timur saat Matahari terbit (Matahari tepat di horison).

Dengan begitu, tentu pengamatan Venus akan menjadi sangat mudah. Hal ini pun dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan astrofotografi. Terutama jika kita ingin mengadakan background berupa bangunan, pohon atau obyek besar apapun sebagai pendamping Venus. Venus yang sudah tinggi tidak akan (mudah) terhalang olehnya.

Yang juga menguntungkan adalah waktu pengamatan Venus menjadi lebih lama. Venus sudah terbit sejak pukul 02:30 waktu setempat dan baru akan pudar setelah Matahari meninggi. Tentu ini kabar gembira bagi mereka yang memang ingin serius mengamati Venus, seperti pada komunitas penggila astronomi yang melakukan pengamatan dengan teleskop.


Besok pagi selain terlihat Venus, langit timur juga akan dihiasi oleh planet Merkurius. Dibanding Venus yang bersinar benderang pada magnitude -4,4, Merkurius hanya akan bersinar temaram pada magnitude 0,5. Meski demikian Merkurius tetap cukup mudah terlihat. Selain itu terlihat juga Bulan yang lusa mencapai fase kuartir akhir. Tentu ini akan semakin mempercantik langit jelang Matahari terbit besok.

Setelah mencapai elongasi maksimumnya besok, Venus kemudian akan perlahan-lahan “lengser” dari tahtanya. Makin rendah, makin rendah, hingga akhirnya tenggelam “ditelan” silau sinar Matahari. Peristiwa ini dikenal sebagai konjungsi, yaitu ketika suatu obyek (disini Venus) berada pada satu garis lurus dan searah dengan Matahari dilihat dari Bumi.

Konjungsi Venus juga menandakan bahwa Venus akan “berpindah tempat” dari yang saat ini ada di langit timur menjelang Matahari terbit menuju langit barat saat senja. Tentu saja ini sama sekali bukan kabar buruk.

Konjungsi superior Venus baru akan terjadi pada 24 Oktober 2014. Itu artinya kita masih memiliki kesempatan sekitar 200 hari untuk mengamati Venus di langit timur jelang Matahari terbit. Cukup lama. Tapi jangan menyia-nyiakan kesempatan yaa. Selamat berburu Venus!!