Micro Moon, Kala Terang Bulan tak Begitu Terang

Bulan di Langit Timur pada 16 Januari 2014. Disimulasikan oleh Stellarium.


Di jaman dahulu kala, atau setidaknya di desa nun jauh dari “pesta” langit kota, langit malam akan terlihat begitu gelap. Namun tentu tak selalu gelap juga. Ada kalanya malam terang benderang bermandi cahaya Bulan purnama. Ketika terang Bulan begini, penduduk desa biasanya menyempatkan diri duduk santai diluar rumah bersama keluarga dan tetangga. Tak ketinggalan, bocah-bocah pun riang bermain dibawah sinar “lampu neon” alami tersebut.

Namun jika diperhatikan betul-betul, terang satu purnama dengan purnama lainnya tak selalu sama. Kadang Bulan terlihat sedikit lebih besar, dekat dan terang. Ada kalanya juga Bulan terlihat kecil, jauh dan temaram.

Hal ini sangat mudah dipahami karena orbit Bulan tidaklah bulat sempurna. Melainkan elips, dimana ada titik terdekat ke Bumi (disebut perigee), ada juga yang terjauh (disebut apogee). Dengan begitu, terkadang Bulan akan dekat ke Bumi, ada kalanya juga ia menjauh.

Mungkin sering terdengar fenomena super-moon, yaitu ketika Bulan purnama terlihat sedikit lebih dekat, lebih “tembem” dan lebih terang dari biasanya. Ini terjadi akibat Bulan mencapai fase purnama di sekitar titik terdekatnya dengan Bumi.

Namun bagaimana jika Bulan mencapai fase purnama disekitar titik terjauhnya dari Bumi? Iya betul. Maka yang akan kita lihat kala itu adalah kebalikan dari super-moon. Bulan akan terlihat sedikit lebih jauh, lebih “tirus” dan lebih remang dari biasanya. Kejadian seperti ini sering disebut sebagai mini-moon atau micro-moon.

Kabar baiknya, tak lama lagi kita akan melihat apa yang disebut dengan micro-moon. Tepatnya pada senja tanggal 16 Januari 2014, kita akan melihat micro-moon terbit di timur. Setelah itu bulan akan makin tinggi. Hingga ada di meridian waktu tengah malam. Kemudian Bulan baru akan tenggelam di barat waktu Matahari hendak terbit.

Yang menarik micro-moon kali ini termasuk micro-moon yang paling mikro. Ini dikarenakan Bulan mencapai fase purnama hanya berjarak 3 jam dari apogee. Jika dinyatakan dalam satuan jarak, Bulan saat itu akan berada sekitar 406500 km dari Bumi.

Sebagai perbandingan micro-moon tahun 2012, ada dijarak yang lebih dekat, yaitu pada jarak 4 jam perjalanan orbit Bulan dari apogee. Bahkan salah satu sumber yang penulis dapat, micro-moon seperti besok lusa baru ada saingannya pada 19 Desember 2154.


Perbandingan Super-Moon dan Micro-Moon Tahun 2012 oleh APOD

Dengan jarak yang jauh tersebut, maka nantinya bulan hanya akan berdiameter sudut 29,384’ (menit busur). Atau dengan kata lain saat itu Bulan tak lebih besar dari setengah derajat busur. Jika dibandingkan, micro-moon akan beberapa menit busur lebih kecil dibanding super-moon yang mecapai diamater sudut lebih dari 33’. Memang tak terlalu ketara perbedaanya, namun cukup membuat penasaran, tentunya.

Jadi jangan lewatkan memandangi langit malam besok lusa. Micro-moon yang bersinar temaram ditemani planet Jupiter dan bintang terang seperti Pollux, Castor dan Procyon di sekelilingnya pasti akan sangat memikat hati.