Jupiter yang Beroposisi Tahun 2014

Jupiter Terbit di Langit Timur Saat Matahari Terbenam. Disimulasikan oleh Stellarium pada 5 Januari 2014.

Jika Bumi berada diantara Matahari dan Bulan, kita akan melihat bulan purnama. Bulan purnama atau full moon terjadi ketika permukaan Bulan yang menghadap Bumi tersinari sepenuhnya oleh Matahari. Hal tersebut membuat Bulan terlihat bulat sempurna, bersinar terang dan dapat terlihat sepanjang malam.

Tapi bagaimana jika posisi Bulan diganti oleh Jupiter? Ya! Jupiter purnama. Itu lah yang akan terjadi ketika Jupiter ada di titik oposisi atau berada bersebrangan dengan Matahari terhadap Bumi: Matahari – Bumi – Jupiter. Oposisi Jupiter akan terjadi sebentar lagi, yaitu pada tanggal 5 Januari 2014.

Bedanya dengan Bulan, Jupiter hanya akan terlihat sebagai bintang putih terang bermagnitudo -2,7 dengan diameter sudut 46,76". Ini dikarenakan kita melihat Jupiter dari tempat yang sangat jauh, sekitar 4,2 AU, dimana 1 AU = jarak rata-rata Bumi - Matahari. Meski demikian, Jupiter akan sangat mudah terlihat secara langsung sepanjang malam.

Sepanjang bulan Januari ini, Jupiter akan terbit di arah timur waktu Matahari terbenam. Jupiter akan terus meninggi hingga mencapai meridian sekitar tengah malam. Setelah itu Jupiter perlahan-lahan akan turun hingga terbenam di ufuk barat saat Matahari terbit.

Selama bulan Januari pula, Jupiter yang berada di rasi Gemini akan terlihat seolah-olah “dikawal” oleh rasi pemburu, Orion, yang tengah berjalan mendahului Jupiter. Orion tidak sendiri, dia bersama sang sang kerbau, rasi Taurus, menjaga pertahanan di utaranya.

Setelah tengah malam, beberapa planet lainnya pun akan menyusul terbit diarah timur. Mereka adalah bintang merah terang “jelmaan” planet Mars dan bintang putih terang “perwujudan” planet Saturnus. Planet Mars saat itu akan bermagnitudo 0,9 sementara Saturnus bermagnitudo 0,7. Cukup terang dan akan sangat mudah terlihat.