Rasi Bintang pun Berubah

Rasi Bintang Ursa Major oleh Stellarium

Seperti kita ketahui, rasi bintang merupakan pola-pola hasil imajinasi manusia dari bintang-bintang yang saling berdekatan. Namun tentu saja, arti berdekatan disini hanyalah berdasarkan pengelihatan manusia di Bumi. Namun bagaimana kenyataannya?

Melalui hasil tela’ah astrometri tentang koordinat dan jarak bintang, ternyata apa yang kita lihat selama ini benar-benar tipuan belaka. Fakta menunjukkan bintang-bintang dalam suatu rasi terpisah dalam jarak yang sangat jauh, puluhan hingga ribuan tahun cahaya.

Dengan “gap” yang sangat jauh, maka praktis tiap bintang dalam suatu rasi tidak memiliki hubungan gravitasional yang mampu mengikat satu sama lain. Tanpa adanya ikatan gravitasional antar bintang, maka sudah bisa ditebak, tiap bintang dalam suatu rasi akan bebas bergerak kemanapun dia mau.


Semua Bintang Bergerak

Seluruh bintang yang kita lihat di malam hari tak lain adalah bintang-bintang penyusun galaksi Bimasakti. Seperti planet yang mengelilingi Matahari, bintang-bintang ini pun tidak berdiam diri. Ratusan milyar bintang penyusun galaksi Bimasakti (termasuk Matahari) berevolusi mengelilingi pusat Bimasakti, tempat bersemayamnya lubang hitam supermasif.

Kecepatan orbit bintang-bintang ini berbeda-beda, relatif dari seberapa jauh jaraknya dari pusat galaksi. Makin jauh makin lambat. Namun jika dirata-rata, kecepatannya orbit bintang-bintang di Bimasakti mencapai 36.000 km/jam. Itu artinya perjalanan Jakarta-Surabaya bisa ditempuh kurang dari 2 menit. Sangat cepat bukan?


Gerak Diri Bintang

Pernahkah melihat suatu kendaraan melintas beberapa meter di depan kalian? Meski tidak cepat, tapi perpindahannya sangat terlihat. Kadang kita harus menoleh dari kanan ke kiri untuk mengikuti perpindahan kendaraan itu.

Sekarang coba bandingkan bagaimana ketika kalian melihat pesawat? Meski sebenarnya pesawat bergerak sangat cepat, namun perpindahannya terlihat tak begitu signifikan. Hal ini terjadi akibat perbedaan jarak pengamatan. Makin jauh makin kecil terlihat perpindahannya.

Begitu pun dengan bintang, meski bergerak sangat cepat, namun jaraknya yang amat sangat jauh membuat perpindahannya mustahil terlihat sekali pandang. Perlu pengamatan berjangka puluh tahun untuk melihat perpindahan letak bintang sejauh tebal peniti di ujung tangan yang direntangkan.

Taukah? Bintang yang tercatat memiliki gerak diri tercepat adalah bintang Barnard. Dia mampu terlihat berpindah 10,25” (detik busur) per tahun atau sejauh diamater bulan dalam waktu 180 tahun. Jika Umur kita 60 tahun, berarti kita baru melihat bintang Barnard berpindah tempat sejauh 1/3 kali diameter bulan, itupun jika kita sudah memulai pengamatan sejak kita bayi!! Hehe :D


Rasi Bintang pun Berubah

Seperti dijelaskan diatas, tanpa ikatan gravitasional maka tiap bintang dalam suatu rasi akan bebas bergerak semaunya. Entah itu saling mendekat ataupun meninggalkan. Akibat arah dan kecepatan gerak diri yang berbeda-beda tiap bintang, maka perlahan-lahan bentuk formasi tiap rasi bintang pun berubah. Namun tentu saja, perubahan ini baru akan terlihat dalam puluhan ribuan tahun.

Perubahan Bentuk Rasi Bintang Ursa Major oleh langitselatan.com

Sebagai contoh, bentuk rasi Ursa Major tak begitu berbeda antara saat ini dengan Ursa Major 4.000 tahun yang lalu. Dengan begitu kita tak akan banyak salah paham mengenai gambaran langit yang diceritakan nenek moyang kita dahulu dengan apa yang kita lihat sekarang.

Namun untuk jangka waktu puluhan ribu tahun berikutnya, sepertinya kita perlu memikirkan apa bentuk yang lebih cocok untuk menggantikan rasi Ursa Major, karana Ursa Major sudah tak mirip lagi dengan seekor beruang. Begitu pun dengan rasi bintang-rasi bintang yang lainnya.