Mengenal Rasi Bintang

Rasi Bintang Scorpius Sebelum (Kiri) dan Sesudah (Kanan) Diimajinasikan oleh Stellarium 

Ketika langit malam tak tertutupi awan mendung, maka kita akan melihat begitu banyak bintang. Bintang-bintang itu ada yang terlihat berdekatan dan sering kali tertangkap oleh imajinasi kita membentuk suatu pola tertentu. Pola ini ada yang bentuknya seperti kalajengking, layang-layang, ular laut, atau apapun tergantung imajinasi siapa yang melihat. Pola ini lah yang kemudian kita kenal sebagai rasi bintang.

Tanpa ada batasan bagi tiap orang untuk berimajinasi, maka rasi bintang pun menjadi begitu banyak jumlahnya. Hampir tiap bangsa atau budaya berbeda memiliki rasi yang berbeda pula. Oleh karena itu ditentukanlah daftar rasi bintang “resmi” oleh Perhimpunan Astronomi Internasional. Rasi bintang “resmi” ini berjumlah 88 dimana tiap rasi memiliki anggota bintangnya sendiri dan miliki batas wilayah yang jelas satu sama lain.

Karena tiap rasi memiliki anggota bintangnya sendiri, maka suatu bintang bisa diberi identitas berdasarkan urutan kecerlangannya pada suatu rasi. Urutan ini dimulai dari bintang paling terang sampai ke bintang paling redup, dimana urutannya diwakili abjad Yunani yaitu: Alfa, Beta, Gamma, dst.. dan diikuti oleh nama rasi bintang tempat bintang itu berada.

Sebagai contoh bintang Sirius adalah bintang paling terang di rasi Canis Mayor, maka Sirius disebut Alfa Canis Mayor. Bintang paling terang kedua (setelah Sirius) di rasi Canis Mayor disebut Beta Canis Mayor. Bintang urutan ketiga disebut Gamma Canis Mayor. Begitu seterusnya.

Sekarang coba tebak apa sebutan bintang paling terang di rasi Centaurus? Yup, dia adalah Alfa Centauri. Kini telah diketahui Alfa Centauri bukanlah sebuah bintang tunggal, melainkan sebuah sistem bintang ganda tiga. Salah satu anggota Alfa Centauri adalah bintang Proxima Centauri yang tercatat sebagai bintang terdekat berjarak 4,27 tahun cahaya dari Bumi.

Selain itu karena memiliki batas-batas wilayah yang jelas, maka rasi bintang juga bisa difungsikan untuk “koordinat praktis” yang bisa menunjukkan letak suatu obyek di angkasa.

Misalnya awal Desember 2013 lalu saat ditemukannya nova di wilayah rasi Centaurus sehingga Nova itu banyak dikenal sebagai Nova Centauri. Dan umumnya pada hujan meteor, rasi bintang yang menjadi radian atau pusatnya akan mewakili nama hujan meteor itu. Seperti hujan meteor yang berpusat di rasi Lyra maka akan disebut hujan meteor Lyrids.

Begitu pun zodiak dalam astrologi. Zodiak ditentukan oleh letak Matahari dalam suatu rasi. Seperti zodiak Aquarius ditentukan saat Matahari berada di rasi Aquarius, yaitu sejak pertengahan Januari hingga pertengahan Februari. Ketika itu pula kita tidak akan melihat rasi Aquarius sepanjang malam karena rasi Aquarius sedang “bersembunyi” dibalik terangnya Matahari.

Diluar bidang astronomi, rasi bintang pun sangat berguna untuk menentukan arah mata angin. Seperti rasi bintang Ursa Mayor yang berada di utara sebagai penunjuk arah utara. Rasi bintang Centaurus yang berada di selatan sebagai penunjuk arah selatan.

Rasi bintang pun bisa digunakan untuk perkiraan penanggalan masehi. Seperti rasi Scorpius yang ada di meridian pukul 00:00 waktu setempat saat pertengahan bulan Juni. Rasi Orion akan ada di meridian pukul 00:00 waktu setempat saat pertengahan bulan Desember.

Nah dari uraian diatas terlihat jelas bukan kalau rasi bintang memiliki fungsi yang sangat vital dalam navigasi langit? Untuk itu ada baiknya kita mulai mengenal dan menghafal bentuk dan letak rasi bintang. Sebagai alat bantu kita bisa mencetak peta bintang (planisphere) atau menginstall software planetarium seperti Stellarium di komputer kita.

Selamat observasi!! ^^