Ketika Venus dan Jupiter Berkonjungsi

Jupiter (kiri) dan Venus (kanan) di langit barat kala senja. (Sumber: Stellarium)

Bintang sang penghias kubah langit malam, relatif tidak berpindah terhadap latarnya dalam puluhan ribu tahun. Hingga manusia zaman dulu mampu menghubungkan satu bintang ke bintang lainnya membentuk suatu pola, yang kini kita kenal sebagai konstelasi aka rasi bintang.

Namun ada beberapa bintang, atau lebih tepatnya objek yang terlihat seperti bintang, yang bergerak dalam pola tersendiri. Suatu ketika mereka bergerak ke barat, namun setelah itu mereka berbalik arah bergerak ke timur.

Karena tingkah nomaden tersebut, kemudian mereka di juluki sebagai bintang pengembara. Dan telah diketahui, ternyata mereka sama sekali bukan bagian dari bintang-bintang di langit malam. Mereka adalah objek lain yang dikenal sebagai planet.

Planet satu dengan yang lain memiliki pola dan kecepatan gerak diri yang berbeda. Jadi tak khayal jika suatu ketika dua atau lebih planet akan terlihat saling menghampiri, kemudian terlihat berdekatan atau berkonjungsi.

Ketika senja pada hari Rabu, 14 Maret 2012, planet raksasa Jupiter akan berkonjungsi dengan planet Venus. Dengan latar rasi Aries, kedua planet tersebut akan terlihat di langit barat sebagai bintang putih terang dengan berjarak 3° diantara keduanya.

Ketika itu, Jupiter bercahaya pada magnitudo -1.97, cukup redup dibanding Venus yang bercahaya pada magnitudo -4.17. Sebaliknya, Jupiter terlihat sebesar 35”, sedikit lebih besar dari Venus yang terlihat sebesar 21”.

Keesokan harinya, Venus akan bergerak ke timur, meninggalkan Jupiter yang bergerak ke Barat dan kemudian tenggelam terlebih dahulu.

Kemudian meneka pun akan berpisah sejenak. Saling meninggalkan untuk bertemu dengan planet atau bintang lainnya. Bergerak dalam pola yang telah ditetapkanNya kepada masing-masing mereka. Hingga suatu saat mereka akan bertemu kembali, dan saling bercerita tentang keindahan takdir mereka. Tentang apa saja yang telah mereka temui selama perpisahan itu.