Miranda yang Hancur Lebur


Miranda bukan merupakan satelit terbesar Uranus. Namun ia adalah satelit yang dapat diamati pada jarak dekat oleh Voyager 2 di bulan Januari 1986. Mereka bukannya menginginkan untuk mendekati Miranda, tetapi hal ini terpaksa dilakukan untuk mendapat dorongan yang cukup untuk pergi mendekati Neptunus.

Resolusi dimana satelit lebih besar diambil gambarnya adalah sekitar 2 sampai 3 kilometer (1,2-1,9 mil). Di sisi lain, rincian urutan beberapa ratus meter dapat dilihat pada Miranda. Untungnya, Miranda ternyata menjadi yang paling luar biasa dari semua satelit.

Beberapa bulan baru juga ditemukan, tapi yang paling mengejutkan ialah permukaan Miranda yang hancur lebur. Tidak seperti apapun yang ada di tata surya ini, Miranda terdiri dari patahan ngarai sedalam 20 kilometer (12 mil), lapisan bertingkat dan campuran permukaan tua dan muda. Daerah muda mungkin telah diproduksi oleh diferensiasi bulan yang tidak lengkap, proses di mana upwelling dari bahan yang lebih ringan muncul di wilayah terbatas.

Para ilmuwan percaya bahwa Miranda mungkin telah hancur sebanyak lima kali selama evolusinya. Mengingat ukuran kecil Miranda dan suhu rendah (-187 ° C atau -335 ° F), derajat dan keragaman aktivitas tektonik di bulan ini telah mengejutkan para ilmuwan. Hal ini diyakini bahwa sumber panas tambahan seperti pemanasan pasang surut yang disebabkan oleh tarikan gravitasi Uranus juga mengambil andil. Penampilan Miranda memang dapat dijelaskan oleh teori, tetapi alasan sebenarnya masih belum diketahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar