Hujan Meteor Leonids Tahun 2010

Rasi Leo sebagai radian hujan meteor Leonids
Nyaris mustahil mengamati langit malam belakangan ini. Mendung yang berderet-deret, gerimis, hujan bahkan badai kerap menyapa. Memang tak aneh, beginilah cuaca kala musim penghujan menyelimuti Sabang hingga Merauke. Seakan langit ikut bermurung mendengar jeritan korban bencana yang belakangan menimpa Indonesia tercinta.


Namun apakah akan mustahil mengamati satu peristiwa menawan? Apakah Hujan meteor Leonids yang goresannya bagai benang baja putih berpijar akan terlewat begitu saja? Apa tak akan ada yang peduli karena dinginnya angin malam?

Pertengahan bulan November, tepatnya 17-18 November. Saat dimana hujan meteor leonids mencapai puncaknya. Saat itu pula debu dan serpihan kecil dari komet Tempel Tuttle tertarik gravitasi Bumi dan bergoresan dengan atmosfer diatas sana. Menciptakan garis garis terang yang seakan merobek legamnya langit malam.

Diperkirakan pada tahun 2010, meteor-meteor itu akan nampak melesat sekitar 20 meteor/jam. Sedikit memang, namun itu hanya perkiraan. Hujan meteor leonids yang kerap menorehkan sejarah sebagai penghasil badai meteor bisa saja memberi kejutan tahun ini.

Seperti namanya, hujan meteor ini akan berradian atau bermunculan dari rasi Leo. Dengan begitu diharapkan kita akan lebih banyak mendapati meteor-meteor dari konstelasi Leo. Rasi Leo akan nampak di timur. Pengamatan terbaik tetap saat lewat tengah malam hingga langit berwana warni sinar mentari. Kesabaran dibutuhkan dalam menanti sobekan kelam langit malam. Selamat berobservasi, semoga langit tak lagi murung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar