Mengamati Hujan Meteor Orionids Tahun 2010


Rasi Orion radian hujan meteor Orionids
Bulan Oktober, mungkin kala dimulainya musim penghujan setelah ’Bintang Kuning’ berhijrah menuju selatan. Tentu berkah tersendiri dengan tibanya tetesan-tetesan air di Bumi Pertiwi. Namun mungkin ada pula yang merasakan kegelisahan dan was-was menghadapi banjir musiman. Kala musim penghujan mulai menyapa belahan Bumi Indonesia, tentu bukan berarti kita mesti termendungkan oleh beban kehidupan. Hiburlah diri kita dengan gemerlap goresan pada langit malam. Karena pada penghujung bulan Oktober ini terdapat agenda rutin bagi penggemar langi malam, yaitu mengamati hujan meteor Orionids.

Hujan meteor Orionids merupakan agenda rutin tahunan karena terjadi setiap kali Bumi melintasi jejak komet Halley yang kebetulan berada disekitar orbit Bumi. Goresan meteor Orionids yang anggun dapat disaksikan pada tanggal 15 s/d 29 Oktober. Sedangkan puncak terderas hujan meteor ini akan terjadi pada tanggal 21 dan 22 Oktober. Pada puncaknya nanti, diperkirakan terdapat 40 meteor yang akan melesat setiap jamnya. Pusat hujan atau akrab disebut titik radian berada pada rasi Orion. Dengan begitu kita akan mendapati lebih banyak meteor yang bermunculan dari rasi pemburu ini Pada musim hujan meteor Orionids nanti, rasi Orion akan terbit pukul 21.00 dan akan mencapai meridian pada pukul 03.00 lewat tengah malam.

Untuk mengamati pesta meteor ini, disarankan bangun pagi-pagi sekali untuk mendapati meteor yang lebih melimpah. Pergilah menuju tempat yang lapang dan tidak tersilaukan oleh lampu jalanan. Temukan rasi Orion yang gagah dengan mengenakan sabuk dari bintang Alnitak, Alnilam, dan Mintaka. Meski demikian, jangan hanya terpaku pada rasi tersebut karena meteor sering kali muncul dari arah lainnya. Tidak diperlukan alat bantu apapun, karena dengan alat bantu teleskop atau binokuler akan memperkecil medan pandang kita. Bersabarlah menanti berjatuhannya meteor yang mungkin akan sedikit terganggu oleh cahaya Bulan Purnama. Selamat berobservasi, sahabat dapat berbagi hasil pengamatan berdasarkan jumlah meteor dan lama waktu pengamatan pada form komentar dibawah.

1 komentar:

  1. Hujan kemaren, engga bisa observasi T_T

    BalasHapus