Puncak Hujan Meteor Perseids

Meteor Perseids yang jatuh dan melintas
di dekat kluster Pleiades.
 Setelah kita menyaksikan hujan meteor Southern Delta Aquarids akhir Juli lalu, kini saatnya kita menyaksikan lagi indahnya hujan meteor, kali ini hujan meteor Perseids.



Bertepatan dengan awal Ramadhan ini, seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, langit malam akan dihiasi oleh indahnya ratusan meteor Perseids yang berjatuhan. Hujan meteor ini sebenarnya sudah bisa disaksikan mulai tanggal 23 Juli hingga 22 Agustus. Akan tetapi, hujan meteor ini akan mengalami peningkatan intensitasnya pada tanggal 7 Agustus dan akan mencapai puncaknya tanggal 13 Agustus dini hari nanti.

Pada puncaknya nanti, hujan meteor ini bisa memproduksi 60 hingga 80 meteor per jam. Dan di tahun ini, kondisi langit sangat mendukung karena bulan sabit muda akan terbenam di sore hari dan meninggalkan langit yang gelap, kondisi yang kita butuhkan saat mengamati hujan meteor.

Untuk mengamati hujan meteor ini, sahabat astro tidak perlu repot-repot menyiapkan teropong atau alat bantu lainnya. Cukup berbekalkan baju hangat dan cari tempat terbuka yang minim cahaya. Hujan meteor ini akan terlihat di arah rasi Perseus. Sahabat astro bisa memulai pengamatan pukul 02.00 dini hari waktu setempat disaat rasi Perseus mulai menanjak dari horison. Jika sahabat astro tidak tahu dimana rasi Perseus, arahkan saja pandangan sahabat astro ke langit arah timur laut. Rasi Perseus akan terus bergerak ke utara dan semakin menanjak dari horison hingga ketinggian 40 derajat di utara pada pagi hari. Ingat! Butuh kesabaran untuk bisa melihat satu meteor melintas di depan mata sahabat astro. Hujan meteor ini masih bisa disaksikan di malam-malam berikutnya dan akan mengalami penurunan intensitas pada tanggal 15 Agustus nanti.

Selain menyaksikan puncak hujan meteor Perseids, sahabat astro juga bisa menyaksikan keindahan langit dini hari lainnya. Ada planet Jupiter yang terlihat terang di atas kepala sahabat astro. Ada kluster Pleiades, bintang-bintang kecil yang terlihat bergerombol diantara rasi Perseus dan Taurus. Ada Orion, sang pemburu yang baru saja terbit dengan 3 bintang sabuknya yang berjajar rapih. Serta ada Sirius, bintang paling terang di angkasa yang berada di rasi Canis Mayor. Jika sahabat astro punya teleskop, sahabat astro bisa meneropong galaksi tetangga kita, Andromeda.

Jadi, di malam ketiga Ramadhan ini, sambil menunggu hidangan sahur tak ada salahnya kita menyaksikan puncak hujan meteor Perseids sembari merenungi betapa maha dahsyatnya ciptaan Tuhan Semesta Alam ini.

Selamat menyaksikan puncak hujan meteor Perseids dan semoga cuaca di tempat sahabat astro cerah.

3 komentar:

  1. Kenalan aja http://uni-object.blogspot.com/

    Andika Hermawan

    BalasHapus
  2. Kenalan aja http://ensiklopediadi.blogspot.com/

    Adi Pratama

    BalasHapus
  3. Salam kenal juga yah :)
    iniruangku.blogspot.com

    BalasHapus