Tapi... Tidak Setiap Bulan Purnama Terjadi Gerhana Bulan

Bayangan bumi selalu menjauhi Matahari. Sehingga Bulan hanya mungkin masuk ke dalam bayangan bumi dan mengalami gerhana saat fase bulan purnama. Sebab saat itu Bulan berada berseberangan dengan Matahari dari sudut pandang Bumi. Meski gerhana bulan selalu terjadi saat bulan purnama. Tapi tidak setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan. Kenapa bisa begitu?

Kemiringan orbit bulan. Kredit: astro.psu.edu.

Sebelumnya kita harus ingat bahwa Bumi mengelilingi Matahari dalam suatu lintasan yang disebut orbit bumi. Sehingga Matahari, Bumi, dan bayangan bumi selalu berada dalam satu bidang orbit bumi. Sedangkan Bulan berbeda. Bulan mengelilingi Bumi dalam lintasannya sendiri yang disebut orbit bulan. Letak orbit bumi dan orbit bulan tidak berada di satu bidang. Melainkan orbit bulan miring sekitar 5 derajat dari orbit bumi.

Karena adanya kemiringan orbit bulan terhadap orbit bumi. Maka seringkali Bulan akan melintas di atas ataupun di bawah dari bayangan bumi. Sehingga Bulan tidak selalu masuk ke dalam bayangan bumi dan mengalami gerhana sekalipun sedang purnama. Gerhana bulan hanya mungkin terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama di titik perpotongan antara orbit bumi dan orbit bulan. Yaitu ketika Matahari, Bumi, Bulan, dan bayangan bumi berada di satu bidang orbit bumi.

Gerhana matahari dan gerhana bulan biasanya terjadi dalam satu musim gerhana. Yaitu ketika Bulan secara tepat sedang berada di perpotongan orbit bumi dan orbit bulan pada fase bulan baru dan bulan purnama. Selisih waktu antara gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu musim gerhana sekitar 14 hari. Di mana dalam satu tahun biasanya terjadi antara 2-3 kali musim gerhana. Jadi dalam satu tahun bisa terjadi 4-6 kali gerhana matahari dan gerhana bulan.

Baca lebih banyak tentang gerhana bulan..

Komentar