Okultasi Venus: Ketika Kejora Hilang di Balik Candra

Mungkin kita sudah akrab dengan gerhana matahari saat Matahari-Bulan-Bumi segaris lurus sehingga Matahari tertutup oleh Bulan. Atau gerhana bulan saat Matahari-Bumi-Bulan berurutan sehingga Bulan pudar dalam bayangan bumi. Tapi tahukah peristiwa gerhana semacam itu bukan hanya terjadi pada Matahari dan Bulan? Setiap ada sekurang-kurangnya dua benda langit yang berpelurus dengan Bumi maka kita akan melihat gerhana antara keduanya.

Okultasi venus. Kredit: Wes Stone.

Gerhana antara dua benda langit umumnya dibedakan menjadi dua: transit dan okultasi. Perbedaannya terletak pada ukuran kedua benda langit yang bersangkutan. Transit terjadi jika benda langit yang menutupi lebih kecil dari benda langit yang tertutupi. Sedangkan okultasi kebalikan dari transit. Okultasi terjadi jika benda langit yang menutupi lebih besar dari benda langit yang tertutupi.

Peristiwa transit paling terkenal adalah transit venus ketika Venus melintas antara Matahari dan Bumi. Sehingga kita bisa melihat Venus yang terlihat sebagai bulatan kecil melintas di depan bulatan besar dari Matahari. Transit venus sudah terjadi pada 2012 dan baru terjadi lagi pada 2117 atau 100 tahun dari sekarang! Kaum milenial yang melewatkan peristiwa langka ini mungkin hanya bisa pasrah. Atau berusaha menjaga kesehatan supaya bisa berumur 100 tahun lagi.

Uniknya selain bisa mengalami transit, Venus juga bisa mengalami okultasi. Ya ada pula okultasi venus yang terjadi ketika Bulan melintas antara Venus dan Bumi. Sehingga kita bisa melihat Venus yang terlihat sebagai bintang putih terang hilang di balik piringan besar dari Bulan. Okultasi venus sangat menarik mengingat Bulan dan Venus adalah dua benda langit paling terang saat malam. Sehingga melihat Bulan dan Venus perlahan saling berdekatan hingga akhirnya bersatu pasti sesuatu.

Proses okultasi venus. Kredit: hrcglobal.net.

Lain halnya dengan gerhana bulan yang hanya terjadi pada fase bulan purnama. Okultasi venus selalu terjadi pada fase bulan sabit. Hal ini disebabkan karena Venus adalah planet yang lebih dekat dengan Matahari dibanding Bumi. Sehingga Venus tidak akan jauh-jauh dari Matahari. Elongasi atau ketinggian maksimum Venus dari Matahari hanya mencapai 46 derajat jika dilihat dari Bumi. Dan ketika Bulan mencapai elongasi yang sama dengan Venus maka fase bulan adalah sabit.

Juga karena Venus tidak bisa terlihat jauh-jauh dari Matahari. Maka okultasi venus hanya bisa terlihat di langit timur saat fajar atau di langit barat saat senja. Okultasi venus tidak akan bisa terlihat saat tengah malam karena Venus berada di bawah horison. Okultasi venus juga bakal sulit terlihat saat siang hari meski sebenarnya Venus sudah ada di atas horison. Karena Venus akan kalah terang dibanding Matahari.

Dengan begitu okultasi venus hanya akan terlihat di suatu wilayah jika wilayah tersebut dilalui oleh lintasan okultasi venus saat fajar atau senja. Kombinasi dua syarat visibilitas okultasi venus ini membuat okultasi venus menjadi langka. Karena wilayah yang dilalui lintasan okultasi venus belum tentu bisa melihat okultasi venus. Berbeda dengan gerhana matahari total yang pasti akan terlihat di sepanjang lintasannya.

Peta visibilitas okultasi venus 2017. Kredit: kalastro.id.

Okultasi venus terakhir melintasi Indonesia tahun 2010 namun hanya terlihat di Indonesia bagian barat terutama Sumatera saat senja. Kemudian okultasi venus akan kembali terjadi di Indonesia pada 18 September 2017. Okultasi venus tahun ini akan melintasi seluruh Indonesia kecuali Aceh. Sayangnya okultasi venus tahun ini akan terjadi hampir bersamaan dengan matahari terbit pukul 05:41 WIB. Sehingga cukup sulit melihatnya karena Venus akan tenggelam dalam terangnya sinar matahari.

Okultasi venus tahun ini paling baik jika dilihat dari Sumatera (lagi!) dari Sumatera Utara ke selatan sampai Lampung. Karena di wilayah tersebut okultasi venus akan terjadi sebelum matahari terbit. Sehingga Bulan dan Venus akan terlihat jelas dengan langit yang masih cukup gelap. Pada akhirnya kita bisa melihat kejora hilang di balik candra. Kemudian keduanya akan tenggelam dalam terang arunika. Pemandangan yang menawan bukan?

Infografis okultasi venus 2017. Kredit: infoastronomy.org.

Setelah tahun ini okultasi venus akan terjadi lagi pada 2022 di Indonesia. Namun sayang pada tahun itu okultasi venus akan terjadi pada siang hari. Sehingga akan sangat sulit untuk bisa melihat Bulan apalagi Venus. Okultasi venus yang terjadi pada malam hari di Indonesia baru terjadi tahun 2026. Dan wilayah terbaik untuk mengamatinya adalah Sumatera (lagi!!) seperti sebelumnya. Ya. Sumatera menang banyak.

Untuk mengamati okultasi venus sebenarnya kita tidak harus bermodal apapun. Bulan sabit dan Venus yang terlihat sebagai bintang putih terang akan mudah terlihat. Namun untuk melihat lebih detail ketika Venus mulai masuk ke dalam Bulan maka kita membutuhkan teleskop dengan perbesaran minimal 70 kali. Karena biar bagaimanapun juga Venus yang sangat jauh dari Bumi hanya bisa terlihat sekitar 165 kali lebih kecil dari Bulan.

Komentar