Apa yang Menarik dari Okultasi Venus?

Senin, 18 September 2017 peristiwa okultasi venus akan terlihat di Indonesia. Okultasi venus atau kadang disebut gerhana venus terjadi ketika Venus-Bulan-Bumi segaris lurus. Sehingga kita di Bumi akan melihat Venus dan Bulan saling berdekatan. Pada puncaknya Venus perlahan akan hilang di balik Bulan. Di Indonesia okultasi venus akan terjadi hampir bersamaan dengan matahari terbit.

Okultasi venus. Kredit: Colin Legg.

Namun harus kita ketahui bahwa Venus yang berada sangat jauh dari Bumi membuatnya hanya terlihat seperti bintang terang. Venus tidak akan terlihat seperti planet yang bulat apalagi sampai sebesar Bulan. Dengan begitu kita akan melihat okultasi venus sebagai Bulan dan bintang terang yang saling berdekatan. Hingga akhirnya bintang terang itu hilang di balik Bulan.

Sampai di sini mungkin kita akan berpikir bahwa gerhana venus biasa saja. Lain halnya gerhana matahari total yang membuat langit siang berubah gelap. Sampai terlihat korona dan prominensa. Atau gerhana bulan total yang membuat cahaya bulan pudar kemerahan. Lantas apa yang menarik dari okultasi venus? Mari kita cari tahu dahulu.

Lebih Langka dari Gerhana Matahari dan Bulan

Okultasi venus cenderung asing dibanding gerhana matahari dan bulan. Salah satu sebabnya bisa jadi karena okultasi venus lebih langka dibanding gerhana matahari dan bulan. Sehingga okultasi venus lebih jarang dibahas apalagi diamati oleh masyarakat luas. Sebagai perbandingan tahun ini ada dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan tapi cuma ada satu okultasi venus. Tahun depan bahkan ada tiga gerhana matahari dan dua gerhana bulan namun cuma satu okultasi venus.

Berada di Lintasan Gerhana Saja Tidak Cukup

Selain lebih langka mengamati okultasi venus juga lebih sulit. Misal untuk mengamati gerhana matahari kita cukup pergi ke lintasan gerhana. Maka bisa dipastikan kita akan melihat gerhana matahari dengan baik. Tapi pada okultasi venus berada di lintasan gerhana saja tidak cukup. Selain harus berada di lintasan gerhana, okultasi venus harus terjadi pada malam hari di lintasan tersebut.

Sebab bila okultasi venus terjadi pada siang hari maka Venus akan sulit terlihat karena kalah terang dari Matahari. Sehingga untuk bisa mengamati okultasi venus dengan baik maka kita harus memperhatikan dua parameter sekaligus. Pertama lintasan okultasi venus dan kedua ketinggian matahari pada lintasan tersebut. Praktis wilayah ideal untuk melihat okultasi venus menjadi sangat terbatas. Juga menjadi sangat menantang untuk mengejarnya.

Di Timur saat Fajar atau di Barat saat Senja

Meski waktu terbaik melihat okultasi venus adalah malam hari. Namun jangan berpikir kita bakal punya banyak waktu untuk melihatnya. Venus yang lebih dekat ke Matahari dibanding Bumi membuat Venus tidak akan terlihat jauh-jauh dari Matahari. Ketinggian maksimum Venus hanya sekitar 46 derajat dari Matahari. Itu berarti okultasi venus hanya ideal bila terlihat di timur saat fajar atau di barat saat senja. Dan waktu untuk melihatnya tidak akan lama.

Hanya Terjadi pada Bulan Sabit

Selain membatasi waktu pengamatan ideal saat fajar atau senja. Venus yang selalu berada dekat dengan Matahari juga memaksa Bulan berada dekat dengan Matahari ketika okultasi venus terjadi. Dengan begitu okultasi venus hanya bisa terjadi pada fase bulan sabit. Tidak mungkin okultasi venus bisa terjadi pada fase separuh atau bahkan purnama. Dengan begitu okultasi venus akan selalu terlihat sebagai bulan sabit yang berdekatan dengan suatu bintang terang.

Melibatkan Dua Benda Paling Terang saat Malam

Bulan dan Venus adalah dua benda langit paling terang setelah Matahari. Dengan begitu apabila okultasi venus terjadi pada malam hari. Maka kita akan melihat dua benda langit paling terang saling berdekatan. Bisa dipastikan dalam gelap malam keduanya akan menjadi pusat perhatian. Sedangkan kita adalah tamu yang menyaksikan candra dan kejora bersanding sampai bersatu. Hingga keduanya hilang di balik cakrawala atau arunika seperti dongeng yang berakhir bahagia.

Komentar