Apa Kaitan Gerhana dan Fase Bulan?

Mungkin kita sudah hafal bahwa gerhana matahari hanya bisa terjadi pada fase bulan baru. Atau sebaliknya gerhana bulan hanya bisa terjadi pada fase bulan purnama. Selain itu ada okultasi venus yang cuma bisa terjadi pada fase bulan sabit. Kita tidak mungkin melihat bulan purnama saat gerhana matahari. Kita pun tidak mungkin melihat bulan sabit kemerahan saat gerhana bulan. Namun mengapa?

Gerhana matahari total. Kredit: Ted Hesser.

Sebenarnya tidak ada hubungan khusus antara fase bulan dan gerhana. Bahkan kita tidak akan menemukan hubungan balik antara keduanya. Misal tidak selalu saat fase bulan baru terjadi gerhana matahari. Atau tidak selalu saat fase bulan purnama maka terjadi gerhana bulan pula. Satu-satunya kaitan antara gerhana dan fase bulan adalah kesamaan formasi pada benda-benda langit terkait.

Seperti yang kita ketahui Bulan tidak bisa menghasilkan cahaya sendiri. Bulan terlihat bercahaya karena terkena cahaya dari Matahari. Meski begitu bagian bulan yang terlihat bercahaya akan berubah-ubah. Membentuk fase-fase bulan. Sebab pada waktu bersamaan Bulan terus bergerak mengelilingi Bumi. Dan membuat sudut pandang kita ke Bulan ikut berubah.

Ketika Bulan berada antara Bumi dan Matahari maka akan terjadi fase bulan baru. Saat itu Bulan tidak akan terlihat bercahaya karena bagian bulan yang terkena cahaya matahari sedang tidak menghadap Bumi. Situasinya seperti kita sedang berbaris dan kita melihat ke depan maka kita tidak bisa melihat wajah orang di depan kita.

Fase bulan. Kredit: moonconnection.com.

Ketika Bulan, Bumi dan Matahari membentuk siku-siku maka akan terjadi fase bulan separuh. Saat itu Bulan akan terlihat bercahaya separuh karena kita hanya bisa melihat separuh bagian bulan yang terkena cahaya matahari. Situasinya seperti kita sedang berbaris dan kita menoleh ke samping maka hanya separuh wajah orang di samping kita yang terlihat.

Sedangkan bulan purnama terjadi saat Bumi berada antara Bulan dan Matahari. Saat itu Bulan akan terlihat bercahaya bulat penuh karena kita bisa melihat semua bagian bulan yang terkena cahaya matahari. Situasinya seperti kita sedang berbaris dan kita menoleh ke belakang maka kita bisa melihat seluruh wajah orang di belakang kita.

Selain fase-fase tersebut. Bulan juga mempunyai fase bulan sabit antara fase bulan baru dan fase bulan sebagian. Serta fase bulan cembung antara fase bulan sebagian dan fase bulan purnama. Pemahaman keduanya bisa kita bayangkan sendiri dengan membayangkan kita sedang upacara dan seperti apa wajah orang-orang di sekeliling kita.

Seperti fase-fase bulan yang terbentuk akibat formasi benda-benda langit. Gerhana pun demikian. Gerhana matahari terjadi saat Bulan berada antara Bumi dan Matahari. Karena itu gerhana matahari hanya terjadi pada fase bulan baru. Sedangkan gerhana bulan terjadi saat Bumi berada antara Bulan dan Matahari. Sehingga gerhana bulan hanya bisa terjadi pada fase bulan purnama.

Orbit Merkurius dan Venus. Kredit: uga.edu.

Sementara untuk gerhana planet berbeda-beda. Pada gerhana planet dalam seperti Merkurius dan Venus hanya bisa terjadi saat fase bulan sabit. Karena orbit keduanya yang lebih dekat ke Matahari membuat keduanya akan terlihat searah dengan Matahari. Elongasi maksimum Merkurius 28 derajat dan Venus 47 derajat. Sehingga apabila Bulan menutupi Merkurius atau Venus maka saat itu sedang fase bulan sabit.

Sedangkan pada gerhana planet luar seperti Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus bisa terjadi saat fase bulan apa saja. Karena semuanya memiliki orbit yang lebih jauh dari Matahari maka semuanya bisa terlihat di mana saja. Planet luar bisa terlihat searah Matahari sehingga okultasi bisa terjadi saat fase bulan sabit. Planet luar pun bisa terlihat berseberangan dengan Matahari sehingga okultasi bisa terjadi saat fase bulan purnama.

Sebagaimana gerhana planet. Bintang-bintang juga bisa tertutup oleh Bulan sehingga terjadi gerhana bintang. Karena semua bintang berada lebih jauh dari Matahari dibanding Bumi. Maka gerhana bintang bisa terjadi pada fase bulan apa saja sebagaimana gerhana planet luar. Meski terbebas dari fase bulan tertentu. Namun tidak semua bintang bisa tertutup oleh Bulan. Hanya bintang-bintang di sekitar garis ekliptik yang bisa mengalami gerhana bintang.

Komentar