Fenomena Langit di Indonesia Tahun 2018

Bersiaplah! Tahun 2018 akan menjadi salah satu tahun terbaik bagi pecinta keindahan langit. Dan bukan berlebihan. Karena selama tahun ini bakal banyak terlihat fenomena alam di langit Indonesia. Mulai dari peristiwa hujan meteor Lyrid, Perseid, dan Geminid yang ideal karena tidak terganggu cahaya bulan. Supermoon terbesar hingga tahun 2034. Dua kali bluemoon. Oposisi Mars terdekat sejak 15 tahun silam. Sampai dua kali gerhana bulan total. Ya tidak salah. Ada dua kali gerhana bulan total di Indonesia tahun 2018. Dan lebih menariknya lagi beberapa peristiwa besar di antaranya akan terjadi bersamaan!

Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total. Kredit: Jose Antonio.

Juga yang unik pada tahun 2018 akan ada 13 kali bulan purnama. Itu jumlah maksimum yang mungkin terjadi. Namun alih-alih menjadi tahun yang dipenuhi cahaya purnama, tahun ini malah kekurangan. Karena dua kali bulan purnama bertepatan dengan gerhana bulan total. Sehingga bulan purnama malah berubah merah temaram. Dua gerhana bulan total ini pun seakan saling melengkapi. Satu terjadi di langit timur sebelum tengah malam, satu lagi di langit barat setelah tengah malam. Satu saat supermoon, satu lagi saat minimoon. Maka sangat menarik jika kita bisa mengambil citra kedua gerhana kemudian membandingkannya.

Seperti harus cukup dengan gerhana bulan total, selama tahun 2018 tidak akan ada satupun gerhana matahari di Indonesia. Padahal tahun ini bakal ada tiga gerhana matahari yang semuanya adalah gerhana matahari sebagian. Indonesia baru bisa merasakan gerhana matahari pada 26 Desember tahun depan. Jadi meski Matahari yang memberi cahaya namun Bulan dan planet lah yang akan “bersinar” tahun ini. Salah satunya Venus yang terlihat di langit barat saat senja mulai awal sampai menjelang akhir tahun. Juga Mars yang terlihat sebagai bintang merah terang sepanjang malam pada pertengahan tahun.

Infografis Gerhana Bulan Total 2018
Infografis gerhana bulan total 2018. Kredit: kalastro.id.

Dari ulasan tadi maka berikut adalah detail dari peristiwa astronomis yang bisa terlihat di Indonesia selama tahun 2018. Semua fenomena bisa disaksikan dari seluruh Indonesia dengan mata telanjang kecuali ada catatan khusus yang disebutkan. Jadi, mari kita mulai membuat agenda pengamatan di Indonesia untuk tahun 2018!

Selasa, 2 Januari 2018 - Supermoon

Supermoon terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama pada jarak terdekat dari Bumi atau perigee. Karena berada dekat maka bulan purnama ketika supermoon terlihat sedikit lebih besar dan terang. Memasuki awal tahun ini akan terlihat supermoon terbesar dan paling terang selama tahun 2018. Diameter sudutnya mencapai 33,5 menit busur. Supermoon hari ini juga menjadi yang terbesar dan paling terang sejak tahun 2016 hingga 2034. Puncak supermoon berlangsung Selasa pagi pukul 09:24 WIB. Dan di Indonesia lebih baik jika mengamati sebelum puncak supermoon antara Senin malam sampai Selasa pagi.

Kamis, 4 Januari 2018 - Hujan Meteor Quadrantid

Bumi bulat dan mengelilingi Matahari bersama benda angkasa lainnya. Dan ketika Bumi melintasi orbit suatu komet atau asteroid, maka debu yang ditinggalkan bakal tertarik gravitasi bumi. Debu-debu itu kemudian terbakar dalam atmosfer menjadi hujan meteor. Quadrantid adalah hujan meteor pertama tahun ini. Puncak Quadrantid berlangsung mulai Kamis dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 120 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Bootes di langit utara. Sayang puncak Quadratid terjadi tidak lama setelah bulan purnama. Sehingga Bulan bisa menjadi sumber polusi cahaya yang membuat meteor redup sulit terlihat.

Rabu, 31 Januari 2018 - Bluemoon

Jangan terkecoh! Meski bluemoon berarti bulan biru namun Bulan sama sekali tidak terlihat biru. Bluemoon adalah istilah untuk bulan purnama kedua dalam periode satu bulan masehi. Sebelumnya bulan purnama telah terjadi pada awal Januari. Dan hari ini, pada akhir Januari kembali terjadi bulan purnama. Fenomena bluemoon juga menandakan bahwa ada sebaran bulan purnama yang padat dalam suatu tahun masehi. Sebagaimana tahun ini yang memiliki 13 bulan purnama. Lebih banyak sebab umumnya dalam satu tahun hanya terjadi 12 bulan purnama.

Rabu, 31 Januari 2018 - Supermoon

Apa? Supermoon lagi? Ya! Jika supermoon sebelumnya terjadi pada awal Januari, kini supermoon kembali terjadi pada akhir Januari. Sehingga selama Januari ada dua supermoon sekaligus. Supermoon kali ini memang tidak sebesar supermoon sebelumnya. Namun perbedaan masing-masing tidak jauh. Supermoon hari ini memiliki diameter sudut 33,2 menit busur. Dan menjadi supermoon terbesar dan paling terang kedua tahun ini. Puncak supermoon terjadi Rabu malam pukul 20:26 WIB. Dengan begitu kita di Indonesia bisa mengamati supermoon saat puncaknya berlangsung.

Rabu, 31 Januari 2018 - Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan pertama di Indonesia bisa disaksikan hari ini. Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh piringan bulan memasuki bayangan umbra bumi. Peristiwa ini menyebabkan cahaya matahari terhalangi Bumi menuju Bulan. Namun karena Bumi memiliki lapisan atmosfer maka cahaya matahari mengalami pembiasan. Kemudian warna merah yang merupakan gelombang terpanjang (sesuai urutan mejikuhibiniu) diteruskan ke Bulan. Dengan begitu Bulan akhirnya berubah warna dari putih menjadi merah ketika gerhana bulan total berlangsung.

Hari ini gerhana bulan total terlihat di langit timur sebelum tengah malam di Indonesia. Gerhana bulan sebagian akan terlihat lebih dulu mulai pukul 18:48 WIB. Kemudian gerhana bulan total terlihat antara pukul 19:51 s.d 21:08 WIB. Durasi gerhana bulan total adalah 1 jam 16 menit dengan magnitudo gerhana 1,3 dan diameter sudut 33,2 menit busur. Selesai itu gerhana bulan sebagian kembali terlihat hingga pukul 22:11 WIB sekaligus menjadi akhir seluruh tahapan gerhana. Beruntung seluruh tahapan gerhana bulan bisa terlihat di seluruh Indonesia. Sehingga kita semua bisa mengamati Bulan ketika mulai merah, merah semua, hingga kembali terang.

Uniknya gerhana bulan total hari ini akan terjadi bersamaan dengan supermoon dan bluemoon. Jadi nanti kita bisa melihat Bulan sedikit lebih besar karena sedang dekat dengan Bumi. Juga akan terlihat Bulan berwarna merah selama gerhana bulan total berlangsung. Dan semua itu bakal terjadi bertepatan dengan peringatan bluemoon atau bulan purnama kedua dalam satu bulan masehi. Untuk meringkas nama fenomena ini mungkin bisa kita sebut sebagai super-red-blue moon. Bagaimana, menarik bukan?

Sabtu, 31 Maret 2018 - Bluemoon

Bluemoon lagi! Cukup menarik bahwa pada Januari dan Maret tahun ini sama-sama memiliki dua bulan purnama. Namun kontras, pada Februari yang berada di antara keduanya justru tidak memiliki bulan purnama sama sekali. Hal ini terjadi karena bluemoon sebelumnya terjadi pada hari terakhir Januari. Sedangkan pada Februari hanya ada 28 hari dan tidak cukup waktu untuk menampung bulan purnama berikutnya 29,7 hari mendatang. Akhirnya bulan purnama berikutnya jatuh pada awal Maret. Dan jatuh lagi pada akhir Maret sebagai bluemoon.

Senin, 23 April 2018 - Hujan Meteor Lyrid

Lyrid adalah hujan meteor pertama yang berlangsung pada musim kemarau di Indonesia. Karena itu Lyrid lebih mungkin teramati tanpa mengalami gangguan cuaca seperti mendung bahkan hujan. Puncak Lyrid berlangsung mulai Senin dini hari hingga matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Lyra di langit utara. Puncak Lyrid bertepatan dengan bulan kuartir awal. Jadi Bulan akan tenggelam sebelum tengah malam sehingga tidak mengganggu pengamatan. Sembari menunggu meteor kita juga bisa menyaksikan piringan Bimasakti yang membentang dari utara ke selatan!

Senin, 30 April 2018 - Elongasi Maksimum Merkurius

Kesempatan terbaik mengamati planet dalam seperti Merkurius dan Venus adalah saat elongasi maksimum. Yaitu ketika sudut antara Matahari, Bumi, dan planet dalam mencapai maksimum. Ketika elongasi maksimum maka planet dalam akan mencapai posisi tertinggi di langit fajar atau senja. Hari ini Merkurius mencapai elongasi maksimum di langit timur saat fajar. Merkurius terlihat sebagai bintang putih dengan magnitudo 0,3 dan elongasi 27 derajat. Kemudian Merkurius akan mencapai elongasi maksimum di langit barat saat senja pada Kamis, 12 Juli 2018.

Sabtu, 5 Mei 2018 - Hujan Meteor Eta Aquarid

Dua pekan setelah Lyrid menyusul hujan meteor Eta Aquarid dengan itensitas lebih tinggi. Puncak Eta Aquarid berlangsung mulai Sabtu dini hari hingga matahari terbit. Sebanyak 60 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius di langit timur. Namun sayang Bulan cembung nantinya berada di langit selama puncak Eta Aquarid. Akibatnya pengamatan hari ini sedikit banyak bisa terganggu. Untuk hasil lebih baik maka pengamatan Eta Aquarid bisa pula dilakukan besok atau lusa menunggu fase bulan menipis dan meredup.

Rabu, 9 Mei 2018 - Oposisi Jupiter

Kesempatan terbaik mengamati planet luar seperti Mars, Jupiter, dan Saturnus adalah saat oposisi. Yaitu ketika Matahari, Bumi, dan planet luar berada segaris berurutan. Ketika oposisi maka planet luar akan berada di langit sepanjang malam dan terlihat lebih terang. Hari ini Jupiter mengalami oposisi sehingga inilah kesempatan terbaik mengamatinya. Jupiter terlihat sebagai bintang putih terang mencapai magnitudo -2,5 dan diameter sudut 44,7 detik busur. Jupiter akan terlihat sepanjang malam dengan terbit di langit timur Rabu malam dan terbenam di langit barat Kamis pagi.

Rabu, 27 Juni 2018 - Oposisi Saturnus

Setelah Jupiter, kini giliran Saturnus yang mengalami oposisi. Jadi hari ini adalah kesempatan terbaik untuk mengamatinya. Sebagaimana Jupiter, Saturnus pun terlihat sebagai bintang putih namun sedikit lebih redup. Saturnus memiliki magnitudo 0 dan diamater sudut 18,3 detik busur. Saturnus akan terlihat sepanjang malam dengan mulai terbit di langit timur Rabu malam sampai terbenam di langit barat Kamis pagi. Untuk pengalaman yang lebih berkesan bisa pula menggunakan teleskop supaya terlihat Saturnus beserta cincin yang melingkarinya.

Kamis, 28 Juni 2018 - Minimoon

Minimoon adalah Kebalikan dari supermoon. Dimana minimoon terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama pada jarak terjauh dari Bumi atau apogee. Karena berada jauh maka bulan purnama ketika minimoon terlihat sedikit lebih kecil dan redup. Hari ini akan terlihat minimoon pertama pada tahun ini. Diameter sudutnya 29,5 menit busur. Puncak minimoon berlangsung Kamis siang pukul 11:53 WIB. Sementara di Indonesia lebih baik jika mengamati setelah puncak minimoon antara Kamis malam hingga Jumat pagi.

Jum'at, 27 Juli 2018 - Oposisi Super Dekat Mars

Mars bakal menjadi planet paling menarik perhatian tahun 2018. Puncaknya adalah hari ini ketika Mars mengalami oposisi super dekat dengan jarak 57,6 juta km dari Bumi. Oposisi ini adalah yang terdekat sejak tahun 2003 dengan jarak 55,7 juta km dan baru terkalahkan tahun 2035 dengan jarak 56,9 juta km. Meski begitu jangan sampai ada lagi sangkaan bahwa Mars bisa terlihat sebesar Bulan. Tidak! Mars terlihat sebagai bintang merah terang mencapai magnitudo -2,8 dan diameter sudut 24,3 detik busur. Mars akan terlihat sepanjang malam dengan mulai terbit di langit timur Jumat malam hingga terbenam di langit barat Sabtu pagi.

Sabtu, 28 Juli 2018 - Minimoon

Umumnya supermoon dan minimoon muncul berkelompok dalam suatu musim. Jika pada Januari lalu adalah musim supermoon maka kini giliran musim minimoon yang datang. Ya, akan ada minimoon lagi! Minimoon hari ini menjadi yang terkecil dan paling redup selama tahun 2018. Diamater sudut minimoon hari ini adalah 29,4 menit busur atau sedikit lebih kecil dari minimoon sebelumnya. Puncak minimooon terjadi Sabtu pagi pukul 03:21 WIB. Dengan begitu kita di Indonesia bisa mengamati minimoon saat puncak berlangsung.

Sabtu, 28 Juli 2018 - Hujan Meteor Delta Aquarid

Setelah Eta Aquarid kini giliran hujan meteor Delta Aquarid yang berlesatan dari rasi Aquarius. Puncak Delta Aquarid berlangsung mulai Sabtu dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius di puncak langit. Menariknya puncak Delta Aquarid bertepatan dengan gerhana bulan total berdurasi ekstrim. Sehingga Delta Aquarid yang mestinya terganggu cahaya bulan purnama malah menjadi ideal karena Bulan akan bercahaya merah temaram selama gerhana. Bulan purnama dan hujan meteor yang biasa saling mengalahkan kini bersatu untuk membuat kita semua gembira!

Sabtu, 28 Juli 2018 - Gerhana Bulan Total (Lagi!)

Gerhana bulan total lagi! Ya. Hari ini gerhana bulan kedua di Indonesia akan terlihat. Dan dari keduanya, gerhana bulan hari ini bisa jadi yang terbaik. Sebab gerhana bulan hari ini terjadi pada pertengahan musim kemarau di Indonesia. Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang terjadi pada musim hujan. Sehingga memiliki resiko tinggi gangguan cuaca. Selain itu gerhana bulan total hari ini berlangsung lebih lama dan lebih gelap. Sebab Bulan lebih dalam melewati pusat umbra bumi.

Gerhana bulan total hari ini terlihat di langit barat setelah tengah malam di Indonesia. Gerhana bulan sebagian akan terlihat lebih dulu terlihat mulai pukul 01:24 WIB. Kemudian gerhana bulan total terlihat antara pukul 02:29 s.d 04:13 WIB. Durasi gerhana bulan total adalah 1 jam 42 menit dengan magnitudo gerhana 1,6 dan diameter sudut 29,4 menit busur. Setelah itu gerhana bulan sebagian kembali terlihat hingga pukul 05:19 WIB sekaligus menjadi akhir seluruh tahapan gerhana. Beruntung di seluruh Indonesia bisa terlihat hingga gerhana bulan total berlangsung. Namun di Indonesia bagian timur tidak bisa mengamati akhir gerhana saat Bulan kembali terang. Karena Bulan lebih dulu tenggelam.

Menariknya gerhana bulan total berdurasi ekstrim hari ini akan terjadi bersamaan dengan minimoon terkecil tahun ini, oposisi Mars terdekat 15 tahun terakhir, serta hujan meteor Delta Aquarid. Dengan begitu kita bisa melihat Bulan berwarna merah gelap dengan ukuran sedikit lebih kecil. Di sebelah Bulan terlihat Mars sebagai bintang merah terang. Dan sesekali terlihat meteor yang melintas tanpa gangguan cahaya bulan selama gerhana bulan total. Dan lebih gila lagi, semua itu bisa terlihat di seluruh Indonesia, pada musim kemarau, dengan mata telanjang, saat akhir pekan. Betapa menakjubkan!

TUNGGU APA LAGI?! TANDAI KALENDER KALIAN HINGGA BERLUBANG!!

Minggu, 12 Agustus 2018 - Hujan Meteor Perseid

Perseid menjadi hujan meteor paling menjanjikan tahun ini. Sebab Perseid berlangsung pada tengah musim kemarau di Indonesia. Serta konsisten menghasilkan banyak meteor bahkan fireball. Tidak kurang dari 90 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Perseus di langit utara. Ditambah puncak Perseid hampir bertepatan fase bulan baru. Jadi langit malam bakal benar-benar gelap dan tiap meteor bisa dengan mudah terlihat. Bagusnya lagi puncak Perseid berlangsung pada akhir pekan antara Minggu dini hari hingga matahari terbit. Maka yang kita butuhkan hanya kopi kental supaya siap melek semalaman!

Sabtu, 18 Agustus 2018 - Elongasi Maksimum Venus

Venus mulai berada di langit barat saat senja pada pertengahan Januari tahun ini. Dan seiring waktu maka posisi Venus akan semakin tinggi hingga mencapai elongasi maksimum hari ini. Venus terlihat sebagai bintang putih sangat terang mencapai magnitudo -4,5 dan elongasi 45,9 derajat. Dengan cahaya sangat terang dan posisi yang tinggi tentu "bintang kejora" Venus sangat mudah terlihat di langit barat saat senja. Setelah hari ini ketinggian Venus akan berangsur menurun. Hingga akhirnya tenggelam dan pindah ke langit timur saat fajar pada akhir Oktober tahun ini.

Senin, 22 Oktober 2018 - Hujan Meteor Orionid

Suka Orion? Rasi Orion memang sangat terkenal pun mudah dikenali. Jadi jika ada hujan meteor yang berlangsung dari arah rasi Orion tentu sangat menarik. Seperti itulah Orionid hari ini. Puncak Orionid berlangsung antara Senin dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Orion di puncak langit. Sayang puncak Orionid terjadi menjelang bulan purnama. Untuk menghindari gangguan cahaya bulan maka pengamatan baik dilakukan setelah bulan terbenam saat fajar. Atau bisa pula melakukan pengamatan satu-dua hari sebelumnya.

Jum'at, 14 Desember 2018 - Hujan Meteor Geminid

Hujan meteor Geminid dan Perseid selalu bersaing sengit setiap tahunnya. Sebab Geminid pun konsisten menghasilkan banyak meteor bahkan fireball. Tidak kurang dari 120 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Gemini di langit barat. Selain itu puncak Geminid berlangsung menjelang bulan kuartir awal. Sehingga Bulan akan tenggelam sebelum tengah malam dan tidak mengganggu pengamatan. Namun masalah utama Geminid adalah cuaca yang seringkali tidak mendukung. Sebab di Indonesia telah memasuki musim hujan. Namun tentu tidak ada salahnya mencoba peruntungan berburu Geminid di antara awan. Puncak Geminid berlangsung mulai Jum'at dini hari sampai menjelang matahari terbit.

Komentar

  1. Mantap untung saya punya teleskop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus. Pengamatan gerhana bulan akan lebih maksimal dengan teleskop.

      Hapus

Posting Komentar