Header Ads

Bulan Terlihat Merah, Apa Gerhana?

Kita mengenal Bulan sebagai benda langit yang berwarna putih dan terang. Namun ada kalanya Bulan berubah warna menjadi kemerah-merahan dan redup. Kira-kira apa yang sedang terjadi? Apa sedang berlangsung gerhana bulan?

Pada peristiwa gerhana bulan total, Bulan memang akan berubah warna menjadi merah. Namun hal itu tidak selalu berlaku sebaliknya. Dengan kata lain, tidak selalu jika Bulan berubah warna menjadi merah maka sedang terjadi gerhana bulan total. Masih ada alasan-alasan lain mengapa Bulan bisa berubah warna menjadi merah selain karena gerhana. Terutama jika posisi Bulan masih rendah.

Bulan yang baru terbit terlihat merah. Kredit: Itokyl.

Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Cahaya bulan yang kita lihat tidak lain adalah cahaya matahari yang dipantulkan oleh Bulan. Karena berasal dari satu sumber cahaya yang sama maka karakteristik antara cahaya bulan dan cahaya matahari adalah sama. Keduanya adalah cahaya putih yang merupakan kumpulan dari semua warna dengan berbagai panjang gelombang.

Ketika baru terbit atau akan tenggelam, Matahari yang sebenarnya putih dan terang akan berubah menjadi merah dan redup. Hal yang sama pun terjadi pada Bulan. Ketika baru terbit atau akan terbenam, Bulan yang sebenarnya putih dan terang akan berubah menjadi merah dan redup. Namun mengapa bisa begitu?

Lintasan sinar matahari pada siang dan senja. Kredit: wisc.edu.

Semakin dekat suatu benda langit terhadap horison maka cahayanya akan melewati atmosfer yang semakin tebal. Dengan semakin tebalnya atmosfer yang dilewati maka efek refraksi atau pembauran pada cahaya tersebut pun akan semakin besar. Refraksi pada atmosfer ini membuat cahaya yang datang akan terpecah berdasarkan panjang gelombangnya. Gelombang pendek akan terhambur di atmosfer, sedangkan gelombang panjang akan diteruskan.

Ingat tidak dengan warna pelangi? Betul, mejikuhibiniu, singkatan dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Urutan warna pada pelangi itu bukan tanpa sebab. Setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda. Merah adalah yang paling panjang, kemudian jingga, dan terus hingga yang terpendek adalah ungu. Pembiasan cahaya matahari oleh air hujan telah memecah warna matahari berdasarkan urutan panjang gelombangnya.

Setelah mengetahui efek refraksi atmosfer dan panjang gelombang tiap warna, kita bisa pahami apa yang terjadi pada Bulan dan Matahari ketika baru terbit atau akan terbenam. Akibat refraksi pada atmosfer maka gelombang panjang seperti ungu, nila, dan biru akan terhabur dan hilang dari pandangan. Sedangkan gelombang pendek seperti merah, jingga, dan kuning akan dominan sampai kepada kita. Sehingga Bulan dan Matahari pun akan berwarna merah.

Refraksi pada atmosfer. Kredit: Richard Morden.

Sampai di sini kita telah punya dua kemungkinan jika Bulan berubah warna menjadi merah dan redup. Yaitu bisa karena gerhana bulan total, atau bisa pula karena refraksi atmosfer. Mana yang benar? Mudah. Untuk menjawabnya kita bisa memperhatikan fase, ketinggian dan proses perubahan warna pada Bulan.

Gerhana bulan total hanya bisa berlangsung pada fase bulan purnama. Namun tidak selalu pada fase bulan purnama akan terjadi gerhana bulan total. Jika kita melihat Bulan berubah merah padahal fase bulan bukan purnama, sudah bisa dipastikan itu bukan gerhana bulan total. Namun jika Bulan berubah merah pada fase bulan purnama, maka ada kemungkinan iya dan tidak. Ingat, gerhana harus purnama, tapi purnama tidak harus gerhana.

Jika jawaban masih iya atau tidak, kita bisa melanjutkan dengan memperhatikan ketinggian Bulan. Jika Bulan berwarna merah ketika posisinya masih rendah, kira-kira di bawah 30 derajat, maka kemungkinan itu hanya efek refraksi atmosfer. Sedangkan jika Bulan berwarna merah ketika posisinya sudah tinggi, kira-kira di atas 30 derajat, maka kemungkinan itu memang gerhana bulan total.

Terakhir untuk memastikan itu gerhana bulan total atau efek refraksi atmosfer, maka kita bisa memperhatikan proses perubahan warna pada Bulan. Gerhana bulan total terjadi karena Bumi menutupi cahaya matahari dalam serangkaian proses. Gerhana bulan total akan diawali dan diakhiri oleh gerhana bulan sebagian. Sehingga akan ada waktu dimana hanya sebagian permukaan Bulan berwarna merah dan sisanya putih. Sedangkan pada efek refraksi atmosfer tidak ada proses refraksi sebagian.

Jadi jika apa yang kita lihat diawali atau diakhiri dengan Bulan berwarna sebagian merah dan sebagian putih, maka itu adalah gerhana bulan total. Sedangkan jika kita melihat Bulan memerah atau memutih secara merata, maka itu adalah efek refraksi atmosfer saja. Sebagaimana Matahari yang memutih setelah terbit atau memerah menjelang tenggelam.

Mudah bukan? Tapi ada cara yang lebih mudah, yaitu unlock smartphone-mu kemudian ucapkan : "Okey Google, apa ada gerhana bulan malam ini?" Kamu akan langsung mendapatkan jawabannya. Tapi dengan begitu kamu akan terus bertanya di lain waktu.

No comments